Pada tahun penuh 2025, Bank Permata mencatatkan kinerja keuangan yang menunjukkan ketahanan fundamental di tengah tantangan ekonomi. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 268,34 triliun, mengalami kenaikan 3,6% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 259,07 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit yang diberikan dan peningkatan portofolio surat berharga.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp 152,11 triliun, naik 5,7% dari akhir tahun 2024 (Rp 143,86 triliun), menunjukkan ekspansi moderat dalam penyaluran pinjaman di tengah strategi manajemen risiko yang hati-hati.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai efek-efek untuk tujuan investasi (bersih) tercatat Rp 74,01 triliun, naik 15,3% dari akhir 2024 (Rp 64,20 triliun), mengindikasikan strategi bank dalam mengoptimalkan likuiditas pada instrumen surat berharga.
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat total sekitar Rp 18,55 triliun (Giro BI + Giro Bank Lain + Penempatan), turun 22,8% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan realokasi dana ke aset produktif lainnya.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 222,49 triliun, naik 2,8% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 216,46 triliun).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah tercatat Rp 193,03 triliun, naik 3,9% dari akhir 2024 (Rp 185,84 triliun). Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan dana murah (CASA – Giro dan Tabungan) yang signifikan, sementara deposito berjangka mengalami penurunan (dari Rp 83,1 triliun menjadi Rp 69,7 triliun), menandakan perbaikan struktur biaya dana.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 4,31 triliun, relatif stabil dengan sedikit penurunan dari tahun sebelumnya (Rp 4,43 triliun).
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 45,85 triliun, naik 7,6% dari 31 Desember 2024 (Rp 42,60 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih tahun berjalan serta peningkatan cadangan revaluasi aset tetap dan nilai wajar efek.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)
Selama tahun 2025, NII (termasuk Syariah) mencapai Rp 10,02 triliun, turun 2,0% YoY dibandingkan Rp 10,22 triliun pada periode sama tahun lalu. Hal ini mencerminkan tekanan pada marjin bunga di tengah kenaikan beban bunga yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan bunga.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)
Total pendapatan operasional selain bunga (termasuk Fee Based, Trading, dan lainnya) tercatat Rp 2,53 triliun, naik signifikan 36,2% YoY dari Rp 1,86 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh keuntungan penjualan efek investasi yang mencapai Rp 509 miliar (berbanding rugi di tahun sebelumnya).
Beban Operasional
Total beban operasional lainnya (selain bunga dan kerugian penurunan nilai) mencapai Rp 6,15 triliun, naik 3,4% YoY, terutama dipengaruhi oleh kenaikan beban gaji dan tunjangan karyawan serta beban umum & administrasi yang terkendali.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
Pembentukan CKPN aset keuangan tercatat Rp 1,77 triliun, meningkat dibandingkan Rp 1,52 triliun pada tahun lalu, mencerminkan langkah antisipasi bank yang konservatif terhadap risiko kredit.
Laba Bersih
Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 3,59 triliun, naik tipis 0,6% YoY dari Rp 3,57 triliun. Meskipun NII tertekan, pertumbuhan laba tetap positif berkat kontribusi kuat dari pendapatan non-bunga.
Earnings per Share (EPS)
EPS dasar tercatat Rp 99, stabil (flat) dibandingkan tahun sebelumnya yang juga mencatatkan Rp 99.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Return on Assets (ROA): 1,36%, mencerminkan tingkat pengembalian aset yang moderat.
- Return on Equity (ROE): 8,11%, menggambarkan imbal hasil yang cukup stabil bagi pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 76,3%, menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga, meskipun ada tekanan dari sisi beban bunga.
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,84%, membaik dari 2,88% pada tahun sebelumnya, menunjukkan manajemen kualitas aset yang efektif.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 0,23%, rasio kredit bermasalah yang sangat rendah setelah dikurangi pencadangan, menandakan coverage risiko yang sangat memadai.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 85,1% (Gross), menunjukkan fungsi intermediasi bank berjalan optimal dengan likuiditas yang masih memadai.
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR): Data spesifik CAR tidak tercantum eksplisit dalam ringkasan lampiran, namun dengan total ekuitas Rp 45,8 triliun dan instrumen modal Tier-1 tambahan, posisi permodalan bank dinilai sangat kuat untuk menyerap risiko.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 4.040 per 11 Februari 2026, PER tercatat 40,8x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (Book Value Per Share) sekitar Rp 1.267, PBV berada di level 3,19x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan Bank Permata (BNLI) selama tahun penuh 2025 menunjukkan stabilitas fundamental dengan pertumbuhan laba yang moderat. Meskipun menghadapi tantangan berupa tekanan pada pendapatan bunga bersih (NII), bank berhasil mengimbanginya melalui pertumbuhan signifikan pada pendapatan non-bunga (fee based dan keuntungan investasi) serta perbaikan struktur dana pihak ketiga (pertumbuhan CASA). Kualitas aset terus membaik dengan penurunan rasio NPL Gross, sementara neraca tetap solid dengan pertumbuhan kredit dan aset yang sehat.
Dari sisi valuasi, saham BNLI saat ini diperdagangkan pada PER 40,8x dan PBV 3,19x, yang tergolong premium dibandingkan rata-rata industri perbankan umum di Indonesia. Valuasi ini mungkin mencerminkan ekspektasi pasar terhadap aksi korporasi strategis atau premi atas kepemilikan pengendali yang kuat. Investor perlu mempertimbangkan keberlanjutan pertumbuhan pendapatan non-bunga serta kemampuan bank dalam meningkatkan marjin bunga (NIM) di masa mendatang dalam mengevaluasi potensi investasi pada harga saat ini.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


