Pada tahun 2025, JGLE mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang dua belas bulan penuh tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.518.232 juta, mengalami penurunan 1,38% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.539.422 juta.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 12,71% menjadi Rp 210.147 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada piutang lain-lain pihak ketiga dan persediaan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 1.308.085 juta, turun 3,32%, didorong oleh penurunan piutang lain-lain pihak ketiga (setelah konversi piutang menjadi saham pada PT Gili Tirta Anugerah) meskipun terdapat kenaikan signifikan pada tanah untuk pengembangan.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp 429.714 juta, naik 0,59% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 240.389 juta, meningkat 43,90%, terutama disebabkan oleh kenaikan uang muka pelanggan dan reklasifikasi utang lain-lain jangka panjang ke jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 189.325 juta, dengan penurunan 27,22%, mencerminkan pelunasan utang bank dan reklasifikasi utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.088.518 juta, turun 2,13% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan akumulasi defisit akibat rugi neto tahun berjalan.
Laporan Laba Rugi Pendapatan
- Selama tahun 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 155.776 juta, turun 5,95% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 165.623 juta. Pertumbuhan pendapatan dari segmen taman rekreasi tidak mampu mengimbangi penurunan pendapatan dari segmen hotel, kondotel, dan real estat.
Laba Bersih
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencatatkan rugi sebesar Rp 46.423 juta, meningkat (rugi bertambah) 74,19% YoY dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar rugi Rp 26.651 juta. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan neto dan peningkatan bagian rugi neto dari entitas asosiasi.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -3,06%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -4,26%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,39x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang (berdasarkan perbandingan total liabilitas terhadap total ekuitas).
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 36 per 06 Feb 2026, PER tercatat -17,48x (negatif), mengindikasikan kondisi perusahaan yang masih mengalami kerugian neto.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 48,20, PBV perusahaan berada di level 0,75x, mencerminkan valuasi saham yang dihargai di bawah nilai bukunya oleh pasar.
Kesimpulan Kinerja keuangan JGLE selama tahun 2025 menunjukkan tantangan keberlanjutan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan rugi neto dan akumulasi defisit yang mencapai Rp 815,2 miliar. Meskipun perusahaan berhasil melakukan akuisisi strategis melalui konversi piutang pada PT Gili Tirta Anugerah, terdapat ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha yang perlu diperhatikan investor.
Efisiensi biaya dan strategi peningkatan pendapatan dari aset operasional yang sudah ada menjadi kunci utama dalam memperbaiki posisi keuangan perusahaan di masa depan. Namun, investor perlu memperhatikan risiko makroekonomi dan kemampuan perusahaan untuk membalikkan tren kerugian operasional yang dapat mempengaruhi kinerja pada tahun-tahun selanjutnya.
Profil Singkat Perusahaan
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk didirikan dengan nama PT Aliyah Pancahafat pada tanggal 15 Juni 1988, merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan taman rekreasi di Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan adalah Pembangunan dan pengelolaan taman hiburan/rekreasi serta pembangunan dan perdagangan real estate.
Sumber Informasi: File Laporan Keuangan IDX
Baca juga: Kinerja Keuangan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) Kuartal III 2025 | PintarSaham
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!