PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) kembali memperkuat struktur permodalan melalui penerbitan instrumen utang baru. Dalam keterbukaan informasi terbarunya, emiten menara telekomunikasi ini mengumumkan penawaran Obligasi TBIG dan Sukuk Ijarah dengan total nilai gabungan mencapai Rp1,27 triliun. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam melakukan pengelolaan utang melalui mekanisme pelunasan kembali atau refinancing.
Penerbitan ini terdiri atas Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp1,062 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp210,1 miliar. Berdasarkan prospektus tambahan yang dirilis di Jakarta, dana hasil penawaran ini sepenuhnya dialokasikan untuk mendanai sebagian kewajiban terkait rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V Tahun 2025 Seri A yang akan jatuh tempo pada 22 Februari 2026.
Detail Penerbitan Obligasi TBIG dan Sukuk Ijarah
Penerbitan Obligasi TBIG kali ini ditawarkan dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu yang bervariasi untuk memberikan fleksibilitas bagi para investor.
- Seri A: Menawarkan jumlah pokok Rp700 miliar dengan tingkat bunga 4,85% per tahun dan jangka waktu 370 hari kalender.
- Seri B: Memiliki jumlah pokok Rp189 miliar dengan bunga tetap 5,70% per tahun untuk durasi 3 tahun.
- Seri C: Menawarkan nilai pokok Rp173 miliar dengan bunga tetap 6,00% per tahun untuk tenor 5 tahun.
Sementara itu, untuk instrumen syariah, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 ditawarkan dalam dua seri. Seri A memiliki nilai sisa imbalan sebesar Rp125,1 miliar dengan tenor 3 tahun, sedangkan Seri B bernilai Rp85 miliar dengan tenor 5 tahun. Aset yang menjadi dasar (underlying asset) dalam penerbitan sukuk ini adalah hak manfaat atas aset tetap berupa sejumlah menara telekomunikasi milik PT Tower Bersama, yang merupakan perusahaan anak.
Lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia telah memberikan peringkat AA+(idn) (Double A Plus) untuk instrumen utang ini. Peringkat tersebut mencerminkan posisi keuangan Perseroan yang dinilai memiliki kapasitas sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Strategi Refinancing dan Kondisi Keuangan Perseroan
Manajemen menjelaskan bahwa seluruh dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V Seri A yang memiliki saldo terutang sebesar Rp2.045,19 miliar. Selain dari penerbitan obligasi dan sukuk ini, Perseroan akan menggunakan arus kas internal dari kegiatan operasional dan/atau pendanaan lainnya untuk menutup sisa kewajiban tersebut.
Secara fundamental, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menunjukkan kinerja yang stabil. Per 30 September 2025, Grup Tower Bersama mengoperasikan 24.318 sites telekomunikasi dengan total 42.771 penyewaan. Pendapatan Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 tercatat sebesar Rp5.162,8 miliar, dengan margin EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang kuat mencapai 86,2%.
Beban bunga atas instrumen ini dijadwalkan akan dibayarkan setiap triwulan, di mana pembayaran pertama akan jatuh pada tanggal 12 Mei 2026. Penjamin pelaksana emisi dalam aksi korporasi ini melibatkan sejumlah sekuritas besar, di antaranya PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, dan PT Kay Hian Sekuritas.
Poin Penting bagi Investor
- Peringkat Kredit: Instrumen mendapatkan peringkat AA+(idn) dari Fitch Ratings Indonesia, mengindikasikan risiko gagal bayar yang sangat rendah.
- Tujuan Dana: Dana digunakan murni untuk refinancing utang jatuh tempo, bukan untuk ekspansi yang bersifat spekulatif.
- Stabilitas Pendapatan: Perseroan memiliki pendapatan kontrak jangka panjang dari operator telekomunikasi besar seperti Telkomsel, IOH, dan XL Axiata.
- Jaminan: Obligasi dan sukuk ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik bergerak maupun tidak bergerak sesuai Pasal 1131 dan 1132 KUH Perdata (pari passu).
- Jadwal Penting:
- Masa Penawaran Umum: 6 & 9 Februari 2026.
- Tanggal Penjatahan: 10 Februari 2026.
- Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI): 13 Februari 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan solusi dan layanan infrastruktur telekomunikasi. Bisnis utama Perusahaan dan anak perusahaannya adalah menyewakan ruang untuk antena dan perlengkapan lainnya untuk transmisi sinyal nirkabel di lokasi menara dan lokasi perlindungan saja dengan perjanjian penyewaan jangka panjang bersama operator telekomunikasi.
Link Referensi:
- Sumber Informasi: Data Keterbukaan Informasi IDX
- Baca juga: Perbandingan Perusahaan Menara Terbesar di Indonesia
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!