Pada semester pertama tahun 2025, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar US$6,51 miliar , mengalami penurunan sebesar 1,57% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar US$6,62 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar 4,69% menjadi US$553,91 juta.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun 2,17% menjadi US$5,93 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan nilai aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar US$7,97 miliar , mengalami penurunan sebesar 0,50% dari tahun sebelumnya.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar -10,99%, menjadi US$1,17 miliar.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar US$6,80 miliar , mengalami peningkatan sebesar 1,56%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai -US$1,50 miliar , yang mencatatkan penurunan sebesar 10,69% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar US$1,55 miliar , yang mengalami penurunan sebesar 4,48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh penurunan pendapatan dari penerbangan berjadwal.
Laba Bersih
- Rugi Bersih: Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$143,71 juta , yang mengalami kenaikan rugi sebesar 41,37% dari tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh peningkatan beban pemeliharaan dan perbaikan serta beban keuangan.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Rugi per saham perusahaan tercatat sebesar -US$0,00157 , menunjukkan kenaikan rugi sebesar 41,44% dibandingkan dengan semester 1 2024.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: 0,47 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 0,41 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Bersih: -9,28%. Ini menggambarkan kerugian bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): -2,21%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 9,60%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Namun, perlu dicatat bahwa ekuitas perusahaan negatif.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): -532,67%. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan. Nilai negatif ini disebabkan oleh ekuitas yang negatif.
Valuasi Perusahaan
- Karena perusahaan mencatatkan rugi bersih, maka rasio valuasi seperti Price to Earnings Ratio (PER) tidak dapat dihitung secara berarti (negatif).
Price to Book Value (PBV)
- PBV: -0,34x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 90 (setara dengan US0.005544) dan nilai bukupersaham sebesar −US0,01636. Rasio ini mengindikasikan bahwa harga pasar lebih tinggi dari nilai buku perusahaan yang negatif.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Walaupun ada tantangan yang terlihat dari sisi profitabilitas dan struktur modal dengan ekuitas negatif, perusahaan terus berupaya mengelola liabilitasnya. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk rencana strategis perusahaan ke depan, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!