Skydrugz Corner: BACA, Bank Mini yang Dana Pihak Ketiganya Sangat Banyak
BACA baru saja merilis laporan keuangan H1 2021 yang telah diaudit lewat limited review. Sama seperti di postingan saya sebelumnya tentang DOID, terus terang saya jarang menemukan bank kecil yang labanya kecil melakukan limited reviews di tengah tahun kecuali lagi pengen melakukan hajatan saja, entah itu mau rilis bond atau malah mau merger dan akuisisi. Tinggal tunggu apa maunya manajemen.
Yang menarik dari LK H1 2021 Bank Capital Tbk adalah dana pihak ketiganya. Dana pihak ketiga adalah dana yang dihimpun oleh bank yang berasal dari masyarakat luas, yang terdiri dari simpanan giro (demand deposit), simpanan tabungan (saving deposit) dan simpanan deposito (time deposit).
8
Kalau melihat dana pihak ketiga BACA, jumlahnya meningkat dengan sangat pesat dari sebelumnya hanya 16 Triliun lalu menjadi 21 Triliun. Bertambah 5 Triliun hanya dalam jangka waktu setengah tahun.
Padahal modal inti BACA masih kecil hanya sekitar 1,6 Triliun saja. Dan lagi BACA menyimpan dana pihak ketiga yang besar tapi jumlah kredit yang disalurkan hanya 4,2 Triliun saja.
LDR BACA = 4,2/21 = 20%.
Keputusan manajemen yang menghimpun banyak dana pihak ketiga namun menahan pemberian kredit tentu menimbulkan tanya, ada apa? Apakah mau diakusisi? Ataukah karena hal lain?
Dana pihak ketiga 21 Triliun sedangkan modal inti 1,6 Triliun sehingga rasio dana pihak ketiga terhadap modal inti adalah 21/1,6 = 13,1.
Dana pihak ketiga di BACA yang 21 Triliun ini lebih besar dari dana pihak ketiga AGRO yang hanya 20 Triliun. Padahal modal inti AGRO adalah 4,3 Triliun.
| Saham | Dana
Pihak Ketiga |
Modal Inti | PBV | HARGA |
|---|---|---|---|---|
| INPC | 22,218.60 B | 3,592.09 B | 0.62 | 140.00 |
| BACA | 21,126.92 B | 1,627.67 B | 1.40 | 322.00 |
| AGRO | 20,054.69 B | 4,338.55 B | 10.40 | 2,090.00 |
| MASB | 19,775.92 B | 2,540.62 B | 1.68 | 3,440.00 |
| BVIC | 18,002.66 B | 2,686.96 B | 0.53 | 150.00 |
| NOBU | 12,791.45 B | 1,533.82 B | 2.98 | 1,030.00 |
| BCIC | 12,738.62 B | 1,406.57 B | 1.47 | 208.00 |
| BKSW | 11,331.23 B | 3,522.77 B | 1.06 | 183.00 |
| BMAS | 10,873.78 B | 1,319.87 B | 4.54 | 1,350.00 |
| BBMD | 10,712.13 B | 4,065.19 B | 1.96 | 1,945.00 |
| BABP | 9,934.88 B | 1,536.95 B | 6.53 | 264.00 |
| BINA | 9,796.52 B | 1,147.63 B | 17.69 | 3,590.00 |
| BNBA | 5,917.13 B | 1,525.00 B | 1.89 | 1,260.00 |
| BBYB | 5,134.16 B | 1,233.45 B | 8.51 | 1,400.00 |
| AGRS | 5,060.58 B | 1,869.80 B | 1.25 | 208.00 |
| BGTG | 4,746.45 B | 1,137.88 B | 1.96 | 200.00 |
| DNAR | 3,740.33 B | 2,528.26 B | 1.23 | 268.00 |
| BEKS | 3,314.86 B | 1,439.76 B | 2.86 | 94.00 |
| AMAR | 2,259.50 B | 1,063.46 B | 2.10 | 278.00 |
| BSWD | 2,256.89 B | 1,065.25 B | 2.28 | 1,750.00 |
| BBHI | 1,868.35 B | 354.05 B | 124.40 | 3,770.00 |
| BBSI | 528.01 B | 1,049.98 B | 17.22 | 5,975.00 |
Dari semua perusahaan dengan modal inti di bawah 5 Triliun, yang memiliki dana pihak ketiga paling besar adalah INPC sedangkan di posisi kedua adalah BACA. Lalu AGRO, MASB, BVIC dan NOBU.
Modal inti AGRO BKSW BVIC MASB AGRS dan DNAR jauh lebih besar dari modal inti BACA tapi simpanan dana pihak ketiga di BACA lebih besar dari mereka.
Ini kemudian menimbulkan tanya, mengapa ada orang yang mau menyimpan banyak duit di bank kecil yang modal inti nya saja belum sampai 2 Triliun?
Rincian Dana Pihak Ketiga

Ternyata dana pihak ketiganya BACA yang mencapai 21 Triliun tersebut, 13 Triliun berupa deposito berjangka. Yang jadi pertanyaan, BACA akan bayar bunga deposito nasabah pakai apa kalau kredit yang disalurkan BACA hanya 4,2 Triliun?
Padahal bunga deposito BACA lumayan besar. Dari sekitar 3,5% sampai 7,5%.
Kredit yang Disalurkan

Kredit BACA ternyata banyak disalurkan ke segmen lain-lain. Jumlahnya mencapai 2 Triliun di 2021. Di 2020 malah sempat 3 Triliun.
Yang jadi pertanyaan adalah segmen lain – lain ini apa? Apakah jualan cilok dan gorengan masuk dalam segmen kredit lain-lain?
Kredit Macet

Yang mengejutkan adalah kredit macet alias non performing loan alias NPL BACA di Juni 2021 adalah zero.
Wow… Kok bisa ya? Apakah manajemen memang sangat jago dalam melakukan Risk assessment? Atau karena hal lain?
Sumber Laba BACA
Saya melihat sumber laba utama BACA bukan berasal dari penyaluran kredit tapi dari laba lain-lain. Pendapatan lain – lain merupakan pendapatan operasional lainya terutama pemulihan atas Kredit yang sudah dihapus buku, jasa transfer, administrasi, denda.
Penyaluran kredit normal malah rugi 238 milyar sedangkan laba lain – lain mencapai 465 milyar.
Reksadana BACA

Saya cek di LK BACA ternyata mereka banyak simpan duit juga di reksadana. Di 2019 malah jumlahnya sampai 989 milyar rupiah. BACA pernah simpan dana di Jarvis sampai 250 milyar. Sedangkan di Juni 2021 sisa 100 Milyar.
BACA juga pernah simpan duit sampai 180 milyar di Maybank Dana Pasar Uang tapi di Juni 2021 sudah tidak ada lagi.
Afiliasi dan Relasi

- Ong Siauw Ming
- Grand Travelindo Utama
- PT Capital Financial Indonesia Tbk
- PT Capital Life Indonesia
- PT Capital Digital Stategic
- PT Capital Digital Creative
- PT Capital Life Syariah
- Toko Modal Mitra Usaha
- Bhakti Mitra Usaha
Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386
Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.