5 Saham Big Cap dengan Kenaikan Harga Tertinggi di tahun 2019

5 saham dengan kenaikan tertinggi di 2019

5 Saham Big Cap dengan kenaikan harga tertinggi di Tahun 2019 (hingga November 2019)

Ga kerasa sudah menginjak bulan Desember 2019, artinya tahun 2019 akan tinggal 1 bulan lagi. IHSG secara Year To Date menghasilkan kinerja yang bisa dikatakan tidak terlalu bagus dengan kinerja minus jika dibandingkan dengan penutupan pada akhir tahun 2018. 

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan minus ternyata ada saham yang mengalami kenaikan harga yang tergolong fantastis. Pintar Saham mencoba meringkas 5 saham yang memiliki kapitalisasi pasar diatas 50 triliun dengan kenaikan harga tertinggi hingga akhir November 2019 di Bursa Efek Indonesia.

Alasan pemilihan kapitalisasi pasar diatas 50 triliun untuk melihat fundamentalnya agar lebih masuk akal karena big cap jarang merupakan saham gorengan. Ini dia 5 sahamnya : 

POLL (Pollux Properti Indonesia, Tbk)

merupakan perusahaan yang bergerak di sektor properti dengan kapitalisasi pasar terbesar untuk sektor properti. Saham POLL melakukan IPO sejak tanggal 11 Juli 2018 dan sejak awal tahun sudah naik hingga 402,86% .

Mengapa bisa setinggi itu??. Jika dilihat dari laporan keuangan yang sudah dikeluarkan yaitu kuartal 3 2019. Perusahaan ini bisa dikatakan memiliki valuasi yang sudah sangat mahal meskipun memang laba meningkat jika dibandingkan dengan posisi September 2018.

Laba POLL meningkat hingga 286,83%. Tapi apakah dengan kenaikan laba setinggi itu harga saham ini wajar naik hingga 400%? . Kita lihat saja perkembangan saham ini berikutnya.  

BRPT (Barito Putera Pacific, Tbk)

logo brpt

BRPT sahamnya sebagian besar dimiliki oleh salah satu orang terkaya di Indonesia yaitu Prajogo Pangestu (71,16%). Perusahaan ini merupakan holding company dari perusahaan-perusahaan keluarga Pangestu. Setelah di search di website Bursa Efek Indonesia, ternyata BRPT belum mempublikasikan laporan keuangan kuartal 3 2019.

Dilihat dari posisi semester I 2019 saham ini sebenarnya mengalami penurunan laba yang semula 136 juta US$ di semester I 2018 menjadi hanya 68 Juta US$. Jadi kenaikan harga saham ini sepanjang 2019 memang agak susah disimpulkan melalui fundamental. Saham BRPT harganya sudah naik hingga 184,52%. 

TPIA (Chandra Asri Petrochemical, Tbk)

logo TPIA

TPIA merupakan perusahaan yang bergerak di sektor petrokimia. Barito Pacifi (BRPT) memiliki saham perusahaan ini sebesar 41,51%. Dari laporan keuangan yang sudah dikeluarkan yaitu posisi semester I 2019. Laba bersih yang dihasilkan juga menurun dibandingkan pada Juni 2018.

Harga saham TPIA sendiri sejak awal tahun sudah naik hingga 57,81%. 

MAYA (PT Bank Mayapada International, Tbk) 

Harga saham MAYA sejak awal tahun berhasil naik hingga 30,96%. MAYA merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perbankan. Bank ini dimiliki oleh grup Tahir. Laba bersih perusahaan pada kuartal 3 2019 menunjukkan penurunan sebesar 5, 88% jika dibandingkan dengan posisi tahun lalu.

Bank Mayapada diisukan menjadi salah satu bank yang tertarik dalam mengakuisisi Bank Permata (BNLI). Tentu saja ini masih berupa isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apakah karena hal ini saham bank ini naik drastis??. Hal yang pasti dari sisi valuasi fundamental sebenarnya tidak ada hal yang signifikan malah laba bersih turun.

BBCA (PT Bank Central Asia, Tbk)

Analisa Saham BBCA
Analisa Saham BBCA

Bank swasta terbesar di Indonesia dan terkenal dengan teknologinya yang selangkah lebih maju dibandingkan bank lainnya. BCA memang menjadi favorit investor saham di Indonesia. Kapitalisasi pasar BCA juga saat ini merupakan saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.

Harga saham BBCA sepanjang tahun 2019 (hingga November 2019) sudah berhasil naik hingga 20,77%. Laba bersih kuartal 3 2019 jika dibandingkan dengan kuartal 3 2018 naik sebesar 13,04%. 

Kesimpulan 

Dari 5 saham yang ada memang terlihat kenaikan laba diikuti dengan naiknya harga saham. Tapi ternyata ada hal lain selain itu yang bisa menyebabkan naiknya harga suatu saham. Melihat isian suatu perusahaan melalui laporan keuangan akan lebih baik karena kinerja yang terlihat bagus dengan sendirinya akan meningkatkan minat investor untuk membeli harga suatu saham. 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *