- Progres smelter seng masih berjalan, dengan adanya penyesuaian kapasitas sehingga memerlukan waktu lebih lama, namun ditargetkan segera berproduksi.
- Hingga kini, izin ekspor konsentrat belum diperoleh; ZINC mengandalkan penjualan lokal dan membuka peluang investasi untuk mendukung kapasitas smelter.
- Perseroan belum dapat memenuhi utang Rp1,5 triliun yang jatuh tempo akhir 2025, namun sedang bernegosiasi untuk restrukturisasi.
- Investor lokal dan asing menjadi fokus Perseroan dalam upaya percepatan pembangunan dan operasi smelter.
- Ketidakpastian SPE (Surat Persetujuan Ekspor) menjadi tantangan utama yang berdampak pada kinerja keuangan dan arus kas.
Lagi cari saham yang prospeknya oke dan gak cuma “katanya”? Coba cek ini deh.
💡 https://bit.ly/pintarsahamid