ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 17 November 2021: RALS, Keep Survive

RALS atau Ramayana Lestari sudah rilis LK Q3 2021. Dan hasilnya menurut saya not bad. Apalagi di zaman pandemi, hampir semua emiten retailer kena hantam paling keras. Tapi RALS menunjukkan resilience dengan tetap mencetak laba.

Kalau melihat laba Q3 2021, maka menurut saya kontributor utama laba RALS bukan lah peningkatan penjualan. Revenue RALS di Q3 2021 sangat mirip dengan Revenue RALS di Q3 2020. Tapi di Q3 2021 RALS bisa mencetak laba sebagai efek dari efisiensi. Mereka menutup banyak gerai yang tidak produktif. Itu membuat mereka bisa mengurangi pembayaran gaji karyawan dan mengurangi pembayaran listrik, air, sewa dan maintenance lainnya. Total ada 20 gerai yang mereka tutup selama 2020-2021.

Yang saya suka dari RALS adalah cadangan kas dan deposito perusahaan ini sangat banyak. Ekuitas perusahaan ini 3,57 Triliun. Sedangkan cadangan kas dan deposito perusahaan mencapai 2,4 Triliun rupiah. Itu artinya 67% Ekuitas perusahaan ini adalah kas semua. Sayangnya manajemen lebih memilih menggunakan cadangan kas untuk membeli obligasi korporasi yang high risk ketimbang membeli SBN. Di masa lalu, mereka pernah beli obligasi BLTA lalu akhirnya obligasi itu gagal bayar dan kemudian obligasi tersebut dikonversi jadi saham. Secara komprehensif, akibat hal tersebut perusahaan merugi sekitar 8 milyar. Memang kecil kalau dibandingkan dengan cadangan kas perusahaan tapi hal tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan tidak membeli obligasi korporasi yang high risk. Kalau pun mau beli obligasi korporasi, lebih baik obligasi korporasi bank atau BUMN atau obligasi Konglomerat yang ada agunannya.

Sayangnya manajemen RALS tidak mau mengikuti jejak Kresna Group yang berhasil mencetak banyak laba via FVTPL saham. Sindikasi TFAS NFCX MCAS  berhasil mencetak banyak laba karena FVTPL. Tapi mungkin lebih baik manajemen RALS jadi konservatif saja.

Kalau melihat arus kas RALS, terlihat jelas Q3 2020 mereka memang struggling. Perusahaan sampai harus jual obligasi dan cairkan deposito untuk bisa survive. Tapi tahun ini mereka kelimpahan banyak duit. Itu karena manajemen berhasil melakukan efisiensi. Pembayaran kepada pemasok dan karyawan berkurang drastis. Dan 2021 mereka tidak bagi dividen. Lebih memilih buyback.

Dengan Free cashflow sekitar 284 milyar dan market capital 5,53 Triliun di harga 780 rupiah menurut saya RALS masih cenderung fair priced to overvalued. Tapi kalau kita bet on recovery dan berharap di masa depan RALS bisa kembali ke old self mencetak arus kas 700-900 Milyar setahun, maka menurut saya di harga sekarang RALS masih cenderung undervalued. Kunci perbaikan kinerja RALS adalah lebaran tahun depan Covid-19 harus segera berakhir. Karena laba terbesar RALS hanya terjadi ketika lebaran. Jika lebaran tahun depan tidak ada lagi PPKM, RALS bisa back to old self.

Keputusan jual beli ada di tangan masing-masing.

Skydrugz Bot Radar 17 November 2021

Project Akumulasi November 2021:

Skydrugz Project November 2021

 

Saham PBV PER PLAN Harga
TOWR 5.69 17,81 STOP BID 1180
KBLI 0,52 23,71 Bid 288, 286, 284 290
PTBA 1,39 4.55 Bid 2500, 2480 2460 2510
MIKA 6,30 27,6 STOP BID 2280
KAEF 1,91 116 Bid 2400 2420

Guidelines untuk menggunakan Radar cek di sini

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply