ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar Guidelines: FPNI

Banyak yang bertanya pada saya mengenai baca cara menggunakan dan memilih saham di Skydrugz Bot Radar. Well, sebenarnya saya sudah pernah menuliskan cara menggunakan Radar tersebut lewat beberapa guidelines. Untuk rincian guidelines-nya bisa di cek postingan lama di Pintarsaham.id dengan menggunakan keyword guideline.

Pada postingan kali ini saya akan membahas salah satu saham yang masuk ke Skydrugz Bot Radar edisi 8 Oktober 2021 yakni FPNI atau PT Lotte Chemical Titan Tbk

Dari Skydrugz Bot Radar 8 Oktober 2021, Lotte Chemical Titan adalah saham yang sudah 4 Hari masuk ke dalam radar.

Sekarang saya akan coba melakukan analisis terhadap Lotte Chemical Titan dengan menggunakan Guidelines part 3 yang sudah saya buat.

Langkah Pertama: Download Laporan Keuangan Emiten FPNI dan Lihat Kesehatan Balance Sheet

Untuk menjalankan langkah ini maka yang perlu kita lakukan adalah menuju situs BEI yakni idx.co.id.

Dari situs tersebut kita bisa mendownload laporan keuangan perusahaan dalam 4 tahun terakhir secara gratis.

Jika ingin mendapatkan laporan keuangan dalam waktu yang lebih panjang dari 4 tahun maka bisa ke situs perusahaan langsung atau hubungi Corsec perusahaan.

Idealnya kita download laporan keuangan dalam 10 tahun terakhir untuk bisa melihat trend laba dan trend balance sheet perusahaan. Selama 10 tahun terakhir, perusahaan lebih sering berada di danger zone atau di safe zone.

Untuk kepentingan artikel kali ini saya hanya menggunakan LK Q2 2021 Lotte Chemical Titan sebagai sampling. Jika kalian tertarik untuk membacanya juga, bisa download di sini.

Kondisi Balance Sheet FPNI

Balance Sheet FPNI Q3 2021

Kalau melihat balance sheet FPNI menurut saya FPNI lumayan sehat karena:

  1. FPNI tidak memiliki utang bank dan utang obligasi sama sekali. Utang terbesar FPNI justru berasal dari pihak berelasi.
  2. Jumlah aset lancar Lotte Chemical Titan jauh lebih besar dari semua total kewajiban perusahaan.
  3. Jumlah cadangan kas perusahaan sangat besar yakni 28 juta dollar atau sekitar 398 milyar rupiah. Dan mayoritas atau 17 juta dollar disimpan di bank BBKP. Korea Connection.
  4. Jumlah piutang macet yang umurnya di atas 90 hari tidak ada. Mayoritas dalam kondisi lancar.
  5. Persediaan perusahaan 38% atau 23 juta dollar sudah siap dijual.
  6. FPNI bukanlah emiten yang suka menunggak utang. Tidak ada satupun utang yang telat dibayar di atas 90 hari jatuh tempo. Artinya FPNI adalah perusahaan yang baik terhadap suplier nya. Wajar saja, karena suplier FPNI adalah pihak berelasi. Bisa kena marah bos besar kalau sampai telat bayar utang.

Concern saya di balance sheet FPNI antara lain:

  1. Utang pihak berelasi FPNI terlampau besar. Nilainya mencapai 30% dari total aset perusahaan. Jadi bisa dikatakan sangat signifikan. Utang pihak berelasi ini adalah pedang bermata dunia. Jika PSP atau pemegang saham pengendali adalah orang baik maka utang pihak berelasi bisa menjadi penolong untuk perusahaan. Namun jika PSP adalah orang jahat, maka utang pihak berelasi bisa jadi ajang untuk menguras emiten. Tapi untuk deteksi utang berelasi yang membahayakan ataupun yang aman, itu butuh analisis khusus. Nanti akan dibahas di postingan yang lain.
  2. Concern selanjutnya adalah saldo laba FPNI masih defisit. Efek rugi selama bertahun-tahun. Dengan defisit saldo laba mencapai 100 juta dollar atau sekitar 1,4-1,5 Triliun rupiah maka FPNI tidak akan bisa bagi dividen selama beberapa tahun ke depan. Kecuali kalau FPNI mampu cetak laba 1 Triliun tahun ini, maka FPNI bisa mengurangi defisit saldo laba mereka.
Bandingan dengan LK 2010

LK FPNI 2010

Jika dibandingkan dengan LK FPNI 2010 yang penuh dengan utang obligasi maka dapat saya katakan kalau LK 2021 FPNI benar – benar lebih sehat.

Langkah Kedua: Cek Berita

Idealnya adalah kalau kita menggunakan LK 10 tahun, maka kita juga harus melihat berita emiten dalam 10 tahun terakhir.

Tujuan melihat berita adalah untuk mengetahui sentimen market dan janji – janji manajemen serta untuk memantau apa saja faktor – faktor makro dan mikro yang memengaruhi fundamental perusahaan dari sudut pandang jurnalistik.

Berapa banyak janji manajemen yang terealisasi dan berapa banyak yang ternyata hanya menjadi angin lalu.

Apakah ada kabar buruk yang terjadi namun belum tercermin di laporan keuangan karena kita tahu bersama laporan keuangan itu rilis nya selalu telat. Misalnya perusahaan dapat kontrak besar di Juli 2021 namun belum tercermin di LK karena pelaporannya baru akan dilakukan di September 2021.

Dari berita perolehan kontrak tersebut maka kita bisa membuat proyeksi laba perusahaan.

Begitu juga dengan kalau ada berita buruk, maka kita bisa menghitung berapa proyeksi kerugian yang akan dialami oleh perusahaan.

Untuk artikel FPNI ini, saya cukup menggunakan sampel berita dalam 1 tahun terakhir.

Dari hasil penelusuran berita FPNI dalam 1 tahun terakhir, ada beberapa hal yang menjadi highlight:

  1. FPNI mendapatkan banyak keuntungan dari Covid-19 karena produk mereka banyak digunakan untuk bahan baku APD maupun alkes terkait Covid-19.
  2. FPNI melakukan likuidasi anak usaha dan mendapatkan dana 1,68 Triliun. Sayangnya tidak dibagikan jadi dividen.
  3. FPNI kena gugat 100 Milyar karena dianggap menyerobot lahan warga.
Langkah Ketiga: Cek Valuasi

Untuk valuasi saya pakai metode valuasi sederhana saja. Berhubung setelah saya cek balance sheet FPNI dan menurut saya asetnya lumayan berkualitas maka kita bisa menggunakan valuasi aset lancar ala Skydrugz.

Dan karena FPNI juga mencetak laba maka kita juga bisa menggunakan valuasi PER konvensional.

Valuasi Versi PNCA

Untuk valuasi aset lancar ala Skydrugz, maka metode valuasinya sederhana. Cukup aset lancar dikurangi dengan semua kewajiban. Maka itulah yang saya sebut sebagai aset lancar bersih ala Skydrugz atau net current asset.

Nilai Aset Lancar Bersih FPNI = 113 juta dollar – 79 juta dollar = 34 juta dollar atau sekitar 484 milyar rupiah.

Market cap FPNI sekarang di harga 236 rupiah adalah 1,31 Triliun rupiah.

Sehingga price to net current asset (PNCA) ala Skydrugz FPNI = 1,31 Triliun/484 Milyar = 2,7.

Dari valuasi net current asset ala Skydrugz menurut saya ini masih undervalued.

Policy yang saya gunakan adalah

Jika PNCA < 5 maka itu undervalued

PNCA 5-10 = fair priced

PNCA >10 = overvalued.

Dengan catatan net current asset tidak boleh minus.

Saya sengaja menggunakan metode valuasi ini karena menurut saya aset tetap adalah hal yang mustahil untuk dijual dalam waktu cepat agar bisa menghasilkan kas. Pada akhirnya yang bisa dijual bebas untuk dapat uang cepat adalah hanya aset lancar. Tapi not all current assets created equal. Jadi kita harus memastikan bahwa aset lancar perusahaan adalah aset yang berkualitas. Bukan aset macet yang hanya jadi aset mati hiasan laporan keuangan.

Valuasi versi PER

Laba FPNI di H1 2021 adalah 8,8 juta dollar atau sekitar 125 milyar rupiah.

Annualized menjadi 250 milyar rupiah.

Dengan laba seperti ini, maka butuh waktu 6-7 tahun untuk menutupi semua defisit saldo laba perusahaan yang nilainya sekitar 1,4-1,5 Triliun rupiah.

Market cap di harga 236 = 1,31 Triliun

PER konvensional = 5,24

Kalau kita exclude laba lain – lain maka laba bersih FPNI hanya 7,5 juta dollar atau sekitar 100 Milyar rupiah.

Annualized jadi 200 milyar rupiah.

Butuh waktu 8-9 tahun untuk menutup defisit saldo laba.

PER exclude extraordinary item = 6,55

Menurut saya valuasi FPNI baik dari PER konvensional maupun PER yang exclude laba lain – lain masih undervalued.

Dalam hitungan saya, market capital wajar FPNI adalah di kisaran 2 Triliun – 2,5 Triliun rupiah atau di range 350 – 440 rupiah.

Ceteris paribus laba konsisten.

Investornya baru bisa menikmati dividen dalam jangka waktu 7-8 tahun kemudian.

Dari hitungan PER dan PNCA ala Skydrugz maka saya dapat mengatakan bahwa FPNI Undervalued.

Langkah Keempat: Cek Arus Kas

CFO FPNI di H1 adalah 25 juta dollar.

Sehat. Apalagi tidak ada utang yang jatuh tempo. Capex 1,2 juta dollar. Sehingga arus kas bebas = 23 juta dollar. Apalagi perusahaan tidak punya utang berbunga sehingga semua arus kas bebas ini bisa dibagikan jadi dividen di masa depan kalau defisit saldo laba perusahaan sudah positif. Ceteris paribus arus kas lancar.

Annualized 46 juta dollar atau sekitar 655 milyar rupiah.

Market cap 1,31 Triliun rupiah.

Potensi market cap FPNI dari sisi arus kas bebas sekitar 580 rupiah.

Jadi dari berbagai metode valuasi mulai dari PER, PNCA, hingga arus kas bebas saya menganggap FPNI undervalued.

Kelemahan utama nya hanyalah saldo laba FPNI masih minus dan labanya belum konsisten.

Sejak 2012 hingga 2020, FPNI hanya cetak laba di 2018, 2016 dan 2015. Di tahun – tahun yang lainnya terus merugi.

Namun melihat kondisi LK terakhir, nampaknya FPNI sudah on the road menuju profitability karena mayoritas pabrik dan mesin FPNI sudah di depresiasi penuh namun mesin dan bangunnya masih bisa digunakan. Nilainya mencapai 90 juta dolar atau sekitar 1,2 Triliun rupiah.

Langkah Kelima: Cek Cadangan Kas dan Utang Perusahaan

Cadangan kas perusahaan 28 juta dollar, utang bank berbunga dan obligasi tidak ada. Jadi bisa dikatakan kalau FPNI sehat. Total kewajiban 78 juta dollar.

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya FPNI sehat karena cadangan kas FPNI bisa cover setidaknya 30% dari total kewajiban perusahaan.

Langkah Keenam: Cek Piutang

Seperti yang sudah saya sebutkan juga sebelumnya. Piutang macet FPNI adalah zero. Jadi FPNI sehat.

Langkah Ketujuh: Cek PSP

PSP FPNI adalah Lotte Group. Salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan. Peringkat nomor 5 Konglomerat terbesar di Korea Selatan, di bawah Samsung, Hyundai, SK Group dan LG. Bidang usaha mereka awalnya hanya jualan permen karet lalu berkembang ke segala bidang hingga ke bisnis militer. Mereka mengembangkan sistem misil yang melindungi Korea Selatan dari serangan Korea Utara. Ini yang membuat China marah dan menutup semua Lotte Mart di China ditutup. Namun sayangnya dalam beberapa tahun terakhir terjadi perang saudara di Lotte untuk memperebutkan kekuasaan. Kakak melawan adik. Semua ingin kekuasaan. Apa yang sudah dibangun oleh orang tua, diperebutkan anak – anak.

Lotte Chemical yang jadi induk langsung FPNI memiliki revenue 12,2 Triliun won di 2020 atau sekitar 148 Triliun rupiah. Jadi bisa dikatakan kalau Lotte Chemical Korea sangat besar. Jauh lebih besar dari TPIA yang notabene adalah raja petrokimia Indonesia yang revenue setahun hanya di kisaran 25 Triliun rupiah.

Revenue FPNI setahun 4 Triliun hanyalah secuil dari revenue Lotte Chemical yang jauh lebih besar. Kontribusi FPNI untuk Lotte Chemical hanya 2,7%.

Selain itu Lotte Chemical menguasai 92,5% saham FPNI.

FPNI Shareholders

Sedangkan ketika 2010, Titan Kimia masih menjadi shareholders utama di FPNI. Mereka hanya menguasai 90% saham.

Shareholders FPNI 2010

Sehingga menurut saya FPNI memiliki strong owner.

Kesimpulan

FPNI yang masuk Skydrugz Bot Radar edisi 8 Oktober 2021 menurut saya layak investasi. Dengan time-frame investasi 7-8 tahun.

Dengan time frame sepanjang itu, FPNI saat ini undervalued.

Harga layak di kisaran 300-500 rupiah.

Ceteris paribus laba dan Cashflow stabil.

Karena seringkali valuasi bisa berubah ketika arus kas dan laba berubah.

Demikian cara menggunakan Skydrugz Guidelines untuk memilih saham di Skydrugz Bot Radar. Terutama jika ingin melakukan concentrated bet.

Selamat mencoba.

Pintarsaham.id dan DBS Digibank akan mengadakan Webinar Saham FREE pada tanggal 22 Oktober 2021 pukul 19.00 WIB. Jangan lupa untuk mendaftarkan diri ke sinihttp://bit.ly/pintarsahamidxdigibank

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

 

Leave a Reply