Skydrugz Radar 5 November 2021: Buy Bond
Setelah The Fed memutuskan untuk mulai menghentikan pembelian bond di akhir November 2021 ini, saya pikir market akan bereaksi secara berlebihan. Apalagi sejak zaman pandemi makin banyak junk bond yang beredar di market dan selama ini mayoritas junk bond tersebut diserap oleh The Fed. Bank yang kesulitan likuiditas, bank yang rasio CKPN nya tidak sampai 100%, mereka semua rilis bond untuk memperkuat modal selama pandemi dan The Fed dengan senang hati membeli semua bond tersebut sehingga bank-bank zombie ini bisa tetap survive. The Fed menyadari kolapsnya beberapa bank akan menimbulkan efek domino yang berat. The Fed sudah belajar dari 2008. Akibat telat menyelamatkan Lehman Brothers, banyak dana pensiun di seluruh Amerika Serikat menjadi korbannya. Dan di 2020 ketika banyak yang khawatir ratusan bank akan kolaps akibat kekeringan likuiditas, The Fed mengambil keputusan buy semua bond. Akhirnya semua bank selamat sebab mereka dengan bebas rilis bond dan the fed dengan senang hati menjadi penampungnya.
Tapi akhirnya The Fed memutuskan sudah saatnya mengakhiri beli bond. Dan jika the fed berhenti jadi penampung bond maka mekanisme free market yang menjadi penentu utama nasib semua bond tersebut.
Untungnya the fed belum menaikkan interest rate sehingga beban bunga atau kupon Junk Bond tidak terlalu berat. Kalau the fed langsung menaikkan interest rate secara bersamaan dengan stop buy bond, langsung double burden perusahaan yang utangnya gede.
Itulah mengapa saya melihat reaksi market kemarin malah ternyata kalem dalam menanggapi keputusan The Fed. Itu di luar ekspektasi saya. Tapi menurut saya itu hal yang bagus. Itu artinya pelaku pasar Indonesia sudah lebih dewasa dalam menghadapi dinamika market. Ada kawan yang reaksi market kemarin hanyalah fenomena calm before the storm. Kelihatannya damai namun akan ada aksi sell off besar-besaran dalam waktu dekat karena secara teknikal market sudah jenuh beli. Well, kalau kawan saya pesimis dengan kondisi market, saya sendiri cenderung tetap optimis dengan market kita karena saya lihat laporan keuangan beberapa emiten di IHSG lumayan positif.
LK Q3 2021
Dari pantauan Tim Pintarsaham, sudah ada 272 emiten yang rilis Laporan Keuangan. Dari 272 emiten ini, yang mencetak laba hingga Q3 2021 terdapat 226 emiten yang mencetak laba. Ini jumlah yang lumayan bagus.
Dan dari 226 emiten tersebut, 186 emiten berhasil mencetak laba yang jauh lebih tinggi dari laba tahun sebelumnya. Ini juga kabar yang baik. Itu artinya banyak perusahaan di IHSG yang sudah berhasil pulih dari pandemi.
Dan dari 186 emiten yang sudah pulih dari pandemi ini, 135 emiten mencatatkan laba yang berkualitas karena arus kas mereka juga kuat.
Dari 135 emiten yang mencetak laba berkualitas ini, terdapat 99 emiten yang memiliki leverage yang sangat sehat. 99 emiten ini pada umumnya memiliki utang yang sangat minimal
Dengan leverage dan arus kas yang sangat sehat ini, menurut saya 99 emiten ini akan mampu menghadapi badai Tapering dengan baik.
Have a faith.
Skydrugz Bot Radar
Project Akumulasi November 2021:

| Saham | PBV | PER | PLAN | Harga |
| TOWR | 5,71 | 17,89 | Bid 1185, 1165, 1145 | 1185 |
| KBLI | 0,52 | 23,87 | Bid 294, 290, 288 | 294 |
| PTBA | 1,47 | 4,82 | Bid 2640, 2620, 2600 | 2660 |
| MIKA | 6,27 | 27,48 | Bid 2260, 2240, 2220, 2200, 2190 | 2270 |
Guidelines untuk menggunakan Radar cek di sini
Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386
Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.