ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 20 September 2021: Cadangan Kas Property

Skydrugz Radar 20 September 2021: Cadangan Kas Property

Kabar resiko default nya Evergrande mulai membuat banyak pelaku pasar panik. Market Hong Kong panic selling.

Hangseng

300 milyar dollar utang Evergrande yang beresiko default memang lumayan menyeramkan kalau membayangkan multiplier effect nya. Tapi para pelaku market pada umumnya sepakat dengan kemungkinan kalau pemerintah China pasti akan bailout Evergrande. Lagipula Evergrande mulai membayar utang mereka dengan property mereka. Dan semua property yang diberikan sebagai ganti pembayaran utang dihargai di bawah harga market. Itu membuat perusahaan property lain ikutan terkena imbasnya. Secara tidak langsung Evergrande sudah merusak harga property di China. Property bubble di China mulai pecah.

Lalu efeknya untuk Indonesia bagaimana? Efek paling nyata adalah likuiditas bakalan terganggu. Duit 300 milyar dollar atau 4000 Triliun rupiah nyangkut di utang Evergrande dengan kemungkinan takkan terbayarkan kecuali pemerintah China bersedia bailout. 4000 Triliun itu bukan duit yang sedikit. Kalau ada Konglomerat Indonesia yang ikutan beli surat utang Evergrande maka mereka pasti akan melakukan segala cara biar bisa lolos jeratan default. Surat utang Evergrande malah ada yang dijual di harga 30% dari face value. Ini sama seperti beli barang harga 100 lalu dijual di harga 30. Benar – benar panic massal.

Saya sendiri tidak menjadikan Evergrande sebagai concern utama karena saham yang saya hold tidak banyak hubungannya dengan Evergrande.

Banyak yang bilang kalau kolapsnya Evergrande akan membuat property Indonesia kolaps. Menurut saya ini terlalu berlebihan. Perusahaan seperti PWON JRPT DMAS justru akan baik-baik saja meskipun Evergrande kolaps. Harga saham mungkin saja anjlok sementara karena ikut-ikutan panik. Tapi kelangsungan bisnis takkan terganggu. Toh PWON JRPT DMAS jualan untuk konsumen di Indonesia. Harga property Indonesia tergantung pada konsumen Indonesia. Jadi kenapa harus takut investasi di perusahaan property negara sendiri.

Lagipula default nya Evergrande adalah karena kesalahan manajemen yang menggunakan utang tanpa kontrol untuk melakukan investasi. Emiten properti di Indonesia bisa belajar dari Evergrande agar tak mengulangi kesalahan yang sama.

Perusahaan Property dengan Cadangan Kas Terbesar

Perusahaan property dengan cadangan kas terbesar di bursa adalah BSDE. Sayangnya utang berbunga perusahaan ini mencapai 12 Triliun. Namun menurut saya ini masih dalam batas normal karena cadangan kas masih di atas 50% utang berbunga. Seharusnya BSDE tidak punya kesulitan untuk melakukan refinancing karena ruang kas masih cukup besar untuk buffer refinancing baru.

Hal yang sama juga berlaku untuk CTRA. Utang berbunga memang lebih besar dari cadangan kas namun setidaknya kondisi CTRA jauh lebih baik dari BSDE secara rasio cadangan kas terhadap utang berbunga.

Yang agak riskan adalah LPKR. Cadangan kas hanya 5,6 Triliun sedangkan utang berbunga sampai 31 Triliun rupiah. Ruang manuver untuk refinancing cenderung sangat sempit.

Saham Cadangan Kas Utang Berbunga  PBV HARGA
BSDE 7,636.18 B 12,361.13 B 0.66 955
CTRA 6,385.25 B 8,908.06 B 1.06 900
LPKR 5,622.04 B 31,274.18 B 0.63 151
PWON 3,194.75 B 3,938.33 B 1.53 472
DUTI 2,978.59 B 165.66 B 0.69 3,290
SMRA 2,842.46 B 8,387.95 B 1.70 820
DILD 1,541.56 B 4,747.53 B 0.34 168
JRPT 1,292.31 B 30.73 B 0.84 462
KIJA 1,153.70 B 4,286.00 B 0.66 161
DMAS 1,098.93 B 1.68 191
NIRO 986.99 B 3,456.44 B 1.19 126
PLIN 836.94 B 503.86 B 0.81 2,450
MMLP 760.90 B 678.41 B 1.07 625
APLN 749.36 B 10,105.02 B 0.36 129
ASRI 700.45 B 8,622.51 B 0.36 165

Kondisi LPKR mirip dengan kondisi ASRI dan APLN. Terdapat kesenjangan yang sangat besar antara cadangan kas dengan utang berbunga mereka.

Untuk emiten property yang super sehat menurut saya adalah JRPT DMAS DUTI dan PLIN. Cadangan kas mereka sangat besar. Jauh lebih besar dari utang berbunga mereka.

Skydrugz Bot Radar
  • Cara menggunakan Radar ini bisa cek di sini
  • Di radar sebelumnya 17saham yang masuk radar. Namun di radar kali ini naik jadi 22 saham. Radar mulai ramai tapi mayoritas masih dihuni oleh perusahaan dengan market cap <100 Triliun. Baru BBRI EMTK dan UNVR perusahaan big cap yang masuk radar. Belum bisa dikatakan diskon.
  • HRTA radar hari-10. ASB Play
  • ARCI radar hari ke-8
  • GJTL radar hari ke-7
  • BCAP radar hari ke-7
  • KAEF sudah keluar Radar. Terakhir masuk Radar hari ke-4. Hari ini naik ke 2400.
  • INDF Radar Hari ke-5
  • UNVR radar hari ke-4
  • EMTK radar hari ke-3
  • MPMX radar hari 2
  • INCO radar hari 2
  • GGRM radar hari 2
  • BBRI radar hari 2.
  • ACES radar hari 2.
  • PNBN Radar Hari 1
  • MCOR Radar Hari 1

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply