ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: Mitratel Oke?

26 Oktober – 4 November 2021 nanti adalah masa penawaran saham Mitratel. Sedangkan tanggal IPO-nya nanti adalah 22 November 2021. Saya tertarik membaca Prospektus Mitratel karena saat ini saya sendiri sedang memiliki posisi di saham menara TOWR. Jadi saya ingin membandingkan Mitratel dengan TOWR.

Sejarah

Mitratel dulunya adalah perusahaan milik Telekom Malaysia Berhad. Didirikan tahun 1995. Nama awalnya adalah Dayamitra Malindo. Sampai pada akhirnya Mitratel jatuh ke tangan TLKM.

Tarif Sewa Menara

Rata – rata tarif sewa bulanan per penyewa di Indonesia (USD 900 – 1.160 per bulan) lebih tinggi dari rata – rata tarif sewa
bulanan di India (USD 500 – 800 per bulan) dan Cina (USD 400 – 600 per bulan)

Jumlah Saham Yang Ditawarkan

25.540.000.000 (dua puluh lima miliar lima ratus empat puluh juta) saham biasa atas nama, yang mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 29,85% (dua puluh sembilan koma delapan lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.

Harga Penawaran

775-975 Rupiah

Dana Yang Diincar

Rp24.901.500.000.000,- (dua puluh empat triliun sembilan ratus satu miliar lima ratus juta Rupiah)

Tujuan Penggunaan Dana
  • Sekitar 44% akan digunakan untuk belanja modal organik atau sekitar 10,9 Triliun rupiah
  • Sekitar 56% akan digunakan untuk belanja modal anorganik atau sekitar 13,944 Triliun

Kalau melihat dana incaran IPO yang besar seperti ini maka saya justru merasa kalau Mitratel mencari dana IPO untuk melakukan akuisisi, seperti yang sudah pernah saya bahas di postingan sebelumnya.

Dengan duit 3 Triliun saja, TOWR dan TBIG bisa mengakuisisi 2500 menara dari kompetitor. Dengan dana 17 Triliun, TOWR bisa mengakuisisi SUPR. Dan dengan dana 24,9 Triliun, maka bisa saja malah Mitratel mengakuisisi sebagian saham TBIG atau BALI atau IBST atau malah menara milik ISAT dan Tri yang baru saja melakukan merger.

Jumlah Saham Beredar Setelah IPO

85.561.928.044 lembar

Potensi Market Capital Setelah IPO

775 x 85.561.928.044 = 66.310.494.234.100 atau 66,3 Triliun

975 x 85.561.928.044 = 85.561.928.044 atau 85,5 Triliun

Cadangan Kas Sebelum IPO

1425 milyar atau 1,4 Triliun rupiah

Potensi Cadangan Kas Setelah IPO

1,4 Triliun dana awal ditambah dengan dana IPO 24,9 Triliun = 26,3 Triliun

Utang Berbunga
  • Jangka Pendek 2094,7 Milyar atau 2 Triliun rupiah
  • Jangka Panjang 10110,2 Milyar atau 10,1 Triliun rupiah
  • Total Utang berbunga = 13 Triliun rupiah
EBITDA

H1 2021 2477,9 atau 2,4 Triliun

Disetahunkan menjadi 4.955 atau 4,9 Triliun. Bulatkan saja jadi 5 Triliun.

CFO

H1 2021 3,7 Triliun rupiah bulatkan jadi 3,8 Triliun rupiah.

Disetahunkan menjadi 7,2 Triliun rupiah.

Arus Kas Bebas

CFO H1 2021 3,8 Triliun

Capex 5,8 Triliun.

Dengan begitu maka otomatis arus kas bebas perusahaan mengalami defisit karena Capex lebih besar dari CFO yang bisa dihasilkan oleh perusahaan. Itulah mengapa di Q2 2021, Mitratel melakukan penambahan modal saham sebanyak 7 Triliun dan mengambil utang baru 4,3 Triliun rupiah untuk bisa mendanai capex

Dengan begitu, untuk melakukan valuasi terhadap Mitratel, terpaksa saya hanya akan menggunakan metrik EV/EBITDA dan EV/CFO serta PER

Laba

Laba H1 2021 700 milyar.

Setahunkan menjadi 1,4 Triliun rupiah

Estimasi Valuasi
  • Enterprises Value setelah IPO (pakai potensi market capital tertinggi) = 85,5 – 26,3 + 13 = 72,2 Triliun
  • EV/EBITDA = 14,44
  • EV/CFO = 10,02
  • PER = 61
Perbandingan Dengan TOWR

Pada postingan sebelumnya, saya sudah membahas valuasi TOWR. Jika dibandingkan dengan valuasi TOWR, maka dapat saya katakan kalau Mitratel valuasinya lebih premium, terutama jika ditilik dari sisi PER. Salah satu problem utama Mitratel adalah CFO mereka tidak bisa menutupi capex sehingga pada gilirannya tidak bisa digunakan untuk bayar utang.

Sejak Oktober 2020, Mitratel melakukan perubahan pencatatan umur depresiasi yang awalnya 20 tahun menjadi 30 tahun. Dengan perubahan metode tersebut maka di jangka panjang, Mitratel bisa mencetak lebih banyak laba karena beban depresiasi akan terdistribusi dalam kluster yang lebih kecil dari sebelumnya. Sedangkan pencatatan umur depresiasi TOWR berlangsung antara 30-40 tahun.

  • NPM Mitratel 21% vs NPM TOWR 44%
  • ROE Mitratel before IPO 5,1% vs TOWR 30,5%
  • ROIC Mitratel 10% vs TOWR 18%
  • Capex/Revenue Mitratel 26% vs TOWR 49%
  • Net Gearing Mitratel 2,2 vs TOWR 2,6
  • Cost of Debt Mitratel 4,8% vs TOWR 5,8%
  • Tenancy Ratio Mitratel 1,57 vs TOWR 1,86

Dari semua rasio tersebut, terlihat jelas kalau TOWR jauh lebih unggul dari Mitratel. TOWR hanya kalah di net gearing dan cost of debt.

Final Verdict

Menurut saya Mitratel not bad. Secara fundamental perusahaan ini lumayan oke kalau melihat jumlah menara dan potensi revenue perusahaan yang lumayan besar. Tapi kalau harus memilih, di valuasi sekarang, saya mungkin akan cenderung memilih TOWR karena valuasinya lebih murah jika dibandingkan dengan Mitratel.  Apalagi secara arus kas, TOWR sudah bisa menghasilkan arus kas bebas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Mitratel. Bahkan dengan capex yang jauh lebih besar, TOWR tetap bisa menghasilkan arus kas bebas.

Yang menarik dari Mitratel adalah jumlah dana IPO yang sangat besar serta cost of debt dan net gearing yang rendah. Dengan dana sebesar ini, bukan tidak mungkin Mitratel akan mengakuisisi perusahaan kompetitor. Itu yang bisa menimbulkan kejutan bagi mitratel di masa depan.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply