ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: Kronologi Big Player di BACA

Sejauh ini saya sudah menulis 6 artikel tentang BACA. Dengan begitu, ini akan menjadi artikel saya yang ketujuh tentang saham BACA. Untuk 6 artikel lainnya mengenai saham BACA, bisa baca di link ini.

Saya kembali menulis tentang BACA karena saya melihat ada perkembangan menarik di BACA. Bukan soal right issue ataupun aksi korporasi lainnya. Tapi lebih pada gerakan big player di saham ini.

Dari hasil pantauan di insider info, saya melihat ada big player yang mulai melakukan penjualan di BACA.

Asuransi Simas Jiwa Mulai Menjual $BACA

Asuransi Simas Jiwa BACA

Per November 2021, Asuransi Simas Jiwa masih memegang 10,94% porsi BACA. Padahal beberapa tahun sebelumnya, Asuransi Simas Jiwa memegang 1,2 milyar lembar saham BACA atau sekitar 17,02% saham. Itu terjadi di 26 Desember 2018 atau sekitar 3 tahun lalu.

Asuransi Simas Jiwa

The question are:

1. Mengapa dijual? Butuh uang karena redemption nasabah? Atau karena faktor lain?

2. Siapa penampungnya? Investor ritel? Atau investor institusi? Atau investor strategis?

Saya jadi ingat kejadian masa lalu ketika Asuransi Sinarmas juga melakukan penjualan massive di saham $TELE.

Belakangan ketahuan ada masalah di TELE yang berujung pada konflik antara PSP TELE dan Sinarmas.

Investor BACA tentu berharap kalau penjualan saham oleh Asuransi Jiwasraya hanyalah sebuah proses bisnis normal. Dalam bisnis Asuransi adalah hal yang lumrah jika asuransi menjual saham ketika ada nasabah yang melakukan redemption atau melakukan klaim yang nilainya besar.

Kisah Asuransi Simas Jiwa Jual Saham TELE

Asuransi Simas Jiwa Jual TELE

Dulu Asuransi Simas Jiwa juga memiliki banyak saham di TELE. Tapi sepanjang 2019 mereka terus melakukan penjualan saham TELE. Waktu itu mayoritas investor TELE berpikir, penjualan saham TELE oleh Asuransi Simas Jiwa adalah proses bisnis normal.

Tapi ternyata setelah Asuransi Simas Jiwa berhasil jualan semua TELE di awal 2020, beberapa bulan kemudian Bank Sinarmas mengajukan gugatan pada Hengki, PSP TELE atau Tiphone. Dan itu semua berawal dari TELE yang membayarkan kupon obligasi tidak lewat kustodian Sinarmas, tapi langsung ke rekening bond holder.

Ternyata semua drama tersebut berujung pada gagal bayar Tiphone di 2020.

Kalau kita melakukan analisis retrospective, bisa jadi Asuransi Simas Jiwa yang menjual saham TELE sepanjang 2019 karena sudah tahu kalau Tiphone memiliki masalah internal yang berat. Apalagi setelah Asuransi Simas Jiwa jualan, afiliasi PSP, Esa Utama Inti Persada, juga mulai aktif jualan saham TELE.

Afiliasi PSP TELE Eka Utama Inti Persada

Dan penampungnya waktu itu adalah Haiyanto. anyak investor ritel yang beli TELE juga waktu bersama Haiyanto. Banyak yang waktu itu berpikir kalau TELE sudah sangat undervalued kalau dilihat dari rasio PER dan PBV serta modal kerja.

Tapi setelah terjadi gagal bayar, akhirnya semua investor yang beli TELE di Januari – Maret 2020, nyangkut semua. Menunggu TELE selesai restrukturisasi.

Saham yang Dihold Asuransi Simas Jiwa

Saham Asuransi Jiwa Simas

Riwayat saham yang pernah dihold oleh Asuransi Simas Jiwa bisa dikatakan beberapa di antaranya unik. Selain saham BACA dan TELE, ternyata mereka juga pernah punya BNBR. Tapi kini sudah hilang dari list.

Kalau melihat Laporan di BEI, mereka memang pernah punya BNBR di 2019.

Asuransi Simas Jiwa BNBR

Di 2019, mereka juga pernah punya TDPM yang kini masih suspend juga. Tapi di laporan terakhir nama mereka sudah tidak ada lagi.

Asuransi Simas Jiwa TDPM

Jadi nampaknya Asuransi Simas Jiwa selalu berhasil lolos dari emiten yang kemudian suspend. Entah sebuah kebetulan atau bukan tapi di TELE dan TDPM, mereka berhasil lolos sebelum keduanya kena suspend karena gagal bayar.

Asuransi Simas Jiwa di BACA

Sekarang back to BACA. Kalau melihat Laporan, Asuransi Simas Jiwa mulai memegang posisi besar di BACA pada Desember 2018. 

Awal Mula Sinarmas Beli BACA

Kalau melihat Kronologi pembelian mereka di 21 Desember 2018 dan 26 Desember 2018 maka harga pembelian mereka di BACA di kisaran 300 rupiah di Desember 2018.

21 Desember 2018

21 Desember 2018 BACA Sinarmas

26 Desember 2021

BACA Sinarmas Jiwa

Jadi kalau melihat pembelian Simas Jiwa di 21 dan 26 Desember 2018 maka bisa kita lihat transaksi besar terjadi di kisaran harga 300.

Sedangkan di laporan terakhir mereka jualan di 22 September 2021. Di kisaran harga 400an.

22 September 2021

Lalu di 4 November 2021 mereka jualan lagi. Di kisaran 300an

4 November 2021 BACA Sinarmas

Jadi secara umum bisa dikatakan kalau Asuransi Simas Jiwa sekarang dalam posisi untung di BACA.

Kecuali BACA anjlok <100 rupiah barulah posisi mereka kurang aman.

Harapan

Harapan investor BACA saat ini adalah semoga saja Asuransi Simas Jiwa melakukan penjualan saham BACA hanya karena proses bisnis biasa. Entah karena nasabah redemption atau nasabah asuransi ajukan klaim.

Dan semoga saja penjualan saham oleh Asuransi Simas Jiwa bukan karena adanya masalah internal seperti yang terjadi pada TDPM dan TELE.

Jadi hope for the best saja. Saya sebagai outsider mendoakan semoga right issue dan proses transformasi menjadi bank digital BACA lancar.

Saya terus terang penasaran dengan investor yang menampung barang jualan Simas Jiwa. Pada TELE dulu, saham jualan Simas Jiwa ditampung oleh Haiyanto. Sedangkan di BACA, penampungnya masih misterius.

Good luck. Keputusan ada di tangan masing-masing.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply