ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 3 November 2021: Konsolidasi Farmasi

Market size sektor farmasi di Indonesia pada tahun 2019 mencapai Rp88,36 triliun. Dan itu semua dibagi-bagi pada beberapa perusahaan farmasi di Indonesia.

Jumlah perusahaan farmasi di Indonesia berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengalami pertumbuhan sebesar 8,1 persen atau meningkat dari 210 perusahaan pada 2015 menjadi 227 perusahaan pada 2020. Jumlah penduduk 200 juta orang.

Bandingkan dengan Malaysia, jumlah perusahaan farmasi di sana berdasarkan data 2019 adalah 263 perusahaan. Jumlah penduduk 32,3 juta orang (2020).

Sedangkan perusahaan farmasi di Filipina terdapat 500 perusahaan pharmacy trading, 700 perusahaan importir farmasi dan 5000 perusahaan distributor farmasi. Jumlah penduduk 109 juta orang (2020).

Indonesia merupakan pangsa pasar farmasi terbesar di kawasan ASEAN mencapai 27% dari total pangsa pasar ASEAN, dimana 73% pangsa pasar farmasi nasional didominasi oleh perusahaan farmasi lokal. Kondisi merupakan hal yang sangat membanggakan dimana hanya satu-satunya di kawasan ASEAN dimana perusahaan lokal mendominasi pangsa pasar. Negara lain seperti Singapura, Malaysia dan Thailand pangsa pasar farmasinya dikuasai oleh Perusahaan Asing/Multi National Company.

Berikut urutan rangking perusahaan farmasi di Indonesia berdasarkan besar pangsa pasar (dalam persen) :

  1. Dexa Medica 6,1 %
  2. Sanbe Farma 5,4%
  3. Kalbe farma 5,3 %
  4. Kimia Farma (termasuk Phapros) 3,9%
  5. Biofarma 3,8%
  6. Novartis 2,9%
  7. Novell Pharmaceutical Laboratories 2,9%
  8. Lapi 2%
  9. Interbat 2,0%
  10. Ferron Pharmaceutical 1,9%

Sumber: Farmasi Industri. 

Tapi kalau dibandingkan dengan India, perusahaan farmasi di sana tembus 3000 perusahaan dan sekitar 10.000 unit manufacturer. Jadi industri farmasi India jauh lebih maju jika dibandingkan dengan Indonesia. Banyak perusahaan farmasi Indonesia yang impor obat dari India. Saat ini, 90 persen BBO (bahan baku obat) masih harus impor.

Dari 90 persen itu (bahan baku obat) masih impor kurang lebih Rp17 sampai Rp18 triliun itu adalah angka impor di mana angka impor terbesar hampir 60 persen dari China, 30 persen dari India dan 10 persen dari negara lain termasuk di dalamnya Korea Selatan

Tinggal kita tunggu ada pemain lokal Indonesia yang mau bangun pabrik bahan baku. Karena potensi industri subtitusi impor masih sangat besar. Bisa menekan impor dari 90% jadi 70% saja itu sudah bisa menjadi prestasi yang luar biasa.

Skydrugz Bot Radar

Project Akumulasi November 2021:

Project November 2021

Saham PBV PER PLAN Harga
TOWR 5,52 17,28 Bid 1145, 1135 1125 1145
KBLI 0,52 24,03 Bid 294, 292, 290, 288 294
PTBA 1,44 4,71 Bid 2600, 2580, 2560 2600
MIKA 5,66 25,56 Bid 2210, 2200, 2190 2210

Guidelines untuk menggunakan Radar cek di sini

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

 

Leave a Reply