ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Investor Institusi vs. Investor Ritel, Apa sih perbedaannya?

Semua jenis investor tidak sama, ada sejumlah perbedaan antara mereka yang dianggap investor institusi dan mereka yang dianggap investor non-institusi, atau investor ritel.

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi pada saham atau reksa dana tertentu yang Anda lihat dipublikasikan di media keuangan, ada kemungkinan besar Anda tidak memenuhi syarat sebagai investor institusi.

Perbedaan Investor Institusi dan Ritel
Perbedaan Investor Institusi dan Ritel
  • Investor Institusi

Mereka yang memperdagangkan efek dalam jumlah dana yang besar seperti; dana pensiun, reksa dana, pengelola keuangan, perusahaan asuransi, investment banker, trust komersial, dana abadi, dana lindung nilai (hedge fund), dan juga beberapa investor ekuitas swasta adalah investor institusi.

Mereka dianggap sebagai investor yang canggih karena mereka memiliki pengetahuan yang luas, dan cenderung melakukan investasi dengan analisa yang jelas.

Dana yang digunakan investor institusi sebenarnya bukanlah uang yang dimiliki institusi itu sendiri. Investor institusi umumnya berinvestasi untuk orang lain.

Jika Anda memiliki program pensiun di tempat kerja, reksadana, atau asuransi apa pun, Anda sebenarnya mendapatkan keuntungan dari keahlian mereka.

Karena ukurannya, investor institusi sering kali dapat menegosiasikan biaya yang lebih baik untuk investasi mereka.

Mereka juga memiliki kemampuan untuk mendapatkan akses ke investasi yang tidak dimiliki investor ritel, seperti peluang investasi dengan pembelian minimum yang besar.

  • Investor Ritel

Investor ritel adalah orang yang membeli dan menjual efek melalui broker, bank, agen real estate, dan sebagainya.

Investor ritel ini tidak berinvestasi atas nama orang lain, mereka mengelola uang mereka sendiri, biasanya didorong oleh tujuan pribadi, seperti; merencanakan pensiun, menabung untuk pendidikan anak-anak mereka, atau trading.

Kesimpulan

  • Investor institusi adalah orang atau organisasi yang memperdagangkan efek dalam jumlah yang cukup besar sehingga memenuhi syarat untuk perlakuan istimewa dan biaya yang lebih rendah.
  • Investor ritel adalah investor individu atau non-profesional yang membeli dan menjual efek melalui perusahaan sekuritas.
  • Investor institusi tidak menggunakan uang mereka sendiri, melainkan menginvestasikan uang orang lain atas nama mereka. 
  • Sedangkan investor ritel berinvestasi untuk diri mereka sendiri.

Jika anda menyukai artikel Perbedaan antara Investor Institusi dengan Investor Ritel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply