ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Cara Mengukur Asset Keuangan: HRUM dan Gojek Tokopedia (GoTo)

Cara Mengukur Asset Keuangan: HRUM dan Gojek Tokopedia (GoTo)

Ada 3 cara untuk mengukur asset keuangan yang ada di laporan keuangan:

1. Amortized Cost

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai amortized cost bila memenuhi syarat SPPI (Solely Payment of Principal & Interest) dan secara model bisnis ditujukan untuk mendapatkan arus kas kontraktual.

2. FVOCI

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai fair value through other comprehensive income (FVOCI) bila memenuhi syarat SPPI dan secara model bisnis ditujukan untuk mendapatkan arus kas kontraktual dan juga untuk dijual.

3. FVTPL

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai fair value through profit or loss (FVTPL) bila tidak masuk dalam dua kategori sebelumnya.

Untuk lebih memahami pengklasifikasian diatas adalah dengan menggunakan contoh:

Debt instrument – obligasi (bond). Secara umum Obligasi memenuhi tes SPPI (memiliki pembayaran kupon/interest dan pokok/principal), namun secara bisnis model, intensi dari kepemilikan obligasi dapat berbeda-beda:

  • Entitas memilikinya dengan intensi untuk mendapatkan arus kas dari kupon dan pokok sampai obligasi tersebut jatuh tempo, maka diklasifikasikan sebagai amortized cost,
  • Entitas memilikinya dengan intensi untuk mendapatkan arus kas dan juga untuk menjualnya bila mendapat keuntungan; maka diklasifikasikan sebagai fair value through other comprehensive income (FVOCI) – (recycle),
  • Entitas memilikinya dengan intensi untuk semata mata diperjual belikan; maka diklasifikasikan sebagai fair value through profit or loss (FVTPL).

Equity instrument, intensi dari kepemilikan juga dapat berbeda-beda:

  • Entitas memilikinya dengan niat untuk diperdagangkan dengan pengambilan keuntungan jangka pendek, maka diklasifikasikan sebagai fair value through profit or loss (FVTPL),
  • Entitas memilikinya dengan niat bukan semata mata untuk diperdagangkan dengan keuntungan jangka pendek, dan dari awal pengakuan memilih untuk mengakui di penghasilan komprehensive lain fair value through other comprehensive income (FVOCI) – (no recycle).

Dari contoh di atas, meskipun secara instrumennya sama tetapi karena entitas memiliki niat secara bisnis model yang berbeda maka klasifikasinya pun menjadi berbeda.

Contoh Pencatatan Instrumen Keuangan Secara FVTPL di Laporan Keuangan HRUMFVTPL HRUM

HRUM membeli saham Nickel Mines Limited di Bursa Saham Australia (ASX) sebanyak 79.089.219 lembar saham dengan nilai mencapai 26.084.616 juta dollar. Karena niat manajemen HRUM hanya membeli saham untuk diperdagangkan dalam jangka pendek maka pengklasifikasian asset keuangan adalah lewat FVTPL. Sehingga ketika harga saham Nickel Mines meroket di ASX maka itu bisa langsung diakui sebagai laba meskipun saham tersebut belum dijual.

Nilai  wajar  dari  aset  keuangan  pada  FVPL pada saham Nickel Mines Limited di bursa efek Australia ditentukan pada Level 1 berdasarkan harga pasar kuotasiannya.

Apakah Semua Saham Yang Related Gojek Saat Ini Digoreng Agar FVTPL di Laporan Keuangan Gojek Kelihatan Cantik?

Kita tahu bersama bahwa akhir – akhir ini saham yang ada hubungannya dengan Gojek semuanya meroket. Mulai dari ARTO hingga MPPA. Saham yang berhubungan secara tidak langsung dengan Gojek pun meroket seperti MLPL. Hanya BIRD yang masih tertidur.

Di semua saham tersebut, Gojek bertindak bukan sebagai pengendali utama sehingga menurut saya proses pencatatan setiap instrumen keuangan mulai dari ARTO hingga MPPA bisa saja dicatatkan dalam bentuk FVTPL. Nilai wajar aset nantinya berdasarkan kuotasi harga saham ARTO dan MPPA di market.

Grup Gojek secara resmi melakukan transaksi pembelian saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) senilai Rp2,25 triliun pada Jumat (18/12/2020), dengan harga pelaksanaan Rp1.150 yang di bawah harga pasar. Sedangkan harga ARTO sekarang adalah 14.075 rupiah. Jadi kenaikan harga ARTO dapat dicatatkan sebagai laba di LK Gojek. Nilai investasi Gojek di ARTO sekarang sudah naik lebih dari 10x lipat. Dari 2,25 Triliun kini menjadi 22,5 Triliun.

Saya belum membaca LK Gojek tapi menurut saya semua hype mengenai naiknya harga saham ARTO dan MPPA tujuan utamanya adalah untuk memuluskan IPO Gojek.

Banyak investor besar yang mendukung Gojek dan Tokopedia seperti Alibaba Group Holding Ltd, Google, Temasek, Sequoia Capital India, serta Softbank Group, Facebook, KKR, Astra International, Warburg Pincus, dan Tencent Holdings. Beberapa dari mereka tentu ada yang ingin exit karena mereka sudah terlalu lama burning cash. Dan menurut saya IPO adalah the best exit strategy. Hanya saja agar IPO terlihat menarik maka LK GoTo harus kelihatan cantik.

Dan jika tidak bisa membuat Laporan Keuangan atau LK cantik via core operation maka kita bisa membuatnya kelihatan cantik lewat instrumen keuangan FVTPL.

Dan menurut saya kenaikan harga saham ARTO dan MPPA akan membuat LK GoTo kelihatan sangat cantik. Tapi apakah itu cantik sejati atau cantik semu? Time will tell

Kita tunggu saja prospektus IPO GoTo untuk memastikannya.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading

11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
  • I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
  • All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
  • I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
  • Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
  • No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
  • From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print.

Leave a Reply