ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Menjelang bulan akhir kuartal atau akhir tahun nanti biasanya akan muncul fenomena window dressing. Nah apa itu window dressing ? Dalam artikel ini, Pintarsaham akan coba jelaskan.

Apa Itu Windows Dressing
Penjelasan mengenai definisi dan ciri-ciri window dressing

Apa Itu Window Dressing?

Strategi WD merupakan strategi yang digunakan oleh manajer portfolio seperti manajer reksa dana dan manajer portfolio lain menjelang akhir tahun atau kuartal untuk meningkatkan penampilan kinerja reksa dana sebelum menunjukkan hasilnya kepada klien atau para pemegang saham.

Untuk fenomena WD ini, para manajer investasi menjual saham dengan kerugian yang besar dan membeli saham yang harganya naik tinggi menjelang akhir kuartal.

Saham-saham yang harganya naik tinggi akan dilaporkan sebagai bagian dari portfolio sang manajer investasi. Jika kamu ingin mempelajari lebih dalam mengenai portfolio, silakan klik link ini.

Poin Penting yang Perlu Diperhatikan Seputar WD Ini:

  • Window dressing adalah strategi yang dipakai oleh manajer reksa dana dan manajer investasi lainnya untuk meningkatkan penampilan kinerja portfolio mereka sebelum dipresentasikan kepada para klien atau pemegang saham.
  • Untuk investor, fenomena window dressing ini merupakan alasan yang bagus untuk memantau kinerja manajer investasi kamu dengan cermat.

Bagaimana Cara Kerja Window Dressing

Laporan kinerja dan daftar kepemilikan dalam reksa dana biasanya diberikan kepada klien tiap kuartal dan klien menggunakan laporan ini untuk memonitor return yang dihasilkan oleh manajer investasi.

Ketika kinerja portfolio dari manajer investasi menurun, maka para manajer investasi bisa menggunakan taktik window dressing untuk menjual saham-saham yang mengalami kerugian besar kemudian menggantinya dengan saham yang diharapkan dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi dalam jangka pendek.

Hal ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kinerja reksa dana secara keseluruhan sebelum dilaporkan kepada klien.

Contoh dari Window Dressing
Misal dana yang dikelola manajer investasi memiliki kinerja yang lebih buruk dibanding acuannya indeks IHSG. Saham A dan B mengungguli total indeks namun secara alokasi dana kurang.

Saham C dan D secara alokasi dana sudah berlebih namun kinerjanya di bawah indeks acuan.

Agar terlihat dananya diinvestasikan fokus pada A dan B, maka manajer investasi menjual saham C dan D kemudian menggantinya dan menaruh porsi dananya ke saham A dan B.

Tips bagi Investor

Untuk investor, fenomena window dressing memberikan alasan yang bagus untuk memantau kinerja para manajer investasi dengan lebih dekat.

Beberapa manajer investasi mungkin mencoba meningkatkan return portfolio mereka melalui strategi window dressing yang artinya investor harus berhati-hati terhadap portfolio yang nampaknya tidak sejalan dengan strategi keseluruhan yang ditempuh manajer investasi.

Strategi window dressing berada dalam pengawasan yang sangat ketat dari para peneliti investasi dan regulator.

Walau dalam jangka pendek strategi window dressing dapat membantu menaikkan performa portfolio manajer investasi, namun dalam jangka panjang biasanya efek window dressing ini akan negatif.

Investor harus memperhatikan saham-saham yang dipegang yang terlihat tidak biasa seperti strategi pemilihan saham yang selama ini manajer investasi tempuh.

Walau saham yang dipegang terlihat memiliki kinerja yang tinggi namun dalam jangka panjang saham-saham ini akan menurunkan kinerja portfolio dan para manajer investasi biasanya tidak dapat menyembunyikan performa portfolionya yang buruk dalam jangka panjang.

Investor pasti akan memeriksa jenis investasi ini dan membuat rasa percaya terhadap manajer investasi menurun dan membuat para investor menarik dana mereka.

Window dressing juga terjadi di aneka industri yang lain untuk meningkatkan imbal hasil perusahaan.

Perusahaan dapat menawarkan produk dengan harga diskon atau promosi spesial untuk meningkatkan penjualan sebelum akhir periode.

Tipe promosi ini berusaha untuk meningkatkan laba para hari-hari terakhir periode pelaporan.

Siapa Saja Pihak yang Terlibat dalam Window Dressing

Meskipun aturan pengungkapan dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi bagi investor, ternyata praktek window dressing masih dapat mengaburkan praktik pengelolaan dana.

Penelitian yang dilakukan Iwan Meier dan Ernst Schaumburg dari Northwestern University menyipulkan bahwa karakteristik tertentu dari dana yang ada dapat memberikan sinyal bahwasanya manajer investasi mungkin sedang menerapkan window dressing.

Secara spesifik manajer investasi yang menampilkan return mereka yang buruk cenderung melakukan praktek ini.

Sumber: Investopedia

Jika anda menyukai artikel apa itu window dressing ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply