Analisis saham ESSA menunjukkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. PT ESSA Industries Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar US$70,99 juta, tumbuh 150,77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan pendapatan, terutama dari bisnis amonia, serta perbaikan margin keuntungan. Dengan harga penutupan saham Rp500 pada 30 Oktober 2026, valuasi ESSA juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
Kinerja Keuangan dalam Analisis Saham ESSA 9M 2026
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Berikut perbandingan posisi keuangan ESSA per 30 September 2026 dengan 31 Desember 2025.
| Dalam Juta USD | Sep 2026 | Des 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 672,77 | 646,56 | +4,05% |
| Aset Lancar | 271,86 | 203,93 | +33,31% |
| Aset Tidak Lancar | 400,91 | 442,63 | -9,43% |
| Total Liabilitas | 89,59 | 62,91 | +42,41% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 26,44 | 19,34 | +36,74% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 63,15 | 43,57 | +44,92% |
| Total Ekuitas | 583,18 | 583,65 | -0,08% |
Catatan: Angka dalam juta USD dibulatkan dua desimal. Perubahan merupakan perbandingan dengan akhir 2025, bukan pertumbuhan tahunan.
Total aset ESSA meningkat 4,05% menjadi US$672,77 juta, terutama didukung pertumbuhan aset lancar. Kas dan setara kas meningkat dari US$125,76 juta menjadi US$181,43 juta, sedangkan persediaan turun dari US$37,12 juta menjadi US$24,43 juta.
Sebaliknya, aset tidak lancar turun 9,43%, terutama karena penurunan nilai tercatat aset tetap akibat penyusutan. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran komposisi aset menuju aset lancar, khususnya kas.
Total liabilitas meningkat 42,41% menjadi US$89,59 juta, terutama dipengaruhi kenaikan liabilitas pajak tangguhan dari US$39,42 juta menjadi US$58,99 juta. Meskipun demikian, ESSA tidak memiliki saldo pinjaman bank per akhir September 2026, sementara ekuitas konsolidasian relatif stabil.
B. Laporan Laba Rugi
Berikut perbandingan kinerja ESSA selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan 2025.
| Dalam Juta USD | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 310,89 | 200,36 | +55,17% |
| Laba Kotor | 118,35 | 55,58 | +112,95% |
| Laba Usaha | 93,79 | 37,29 | +151,53% |
| Laba Bersih Konsolidasian | 70,99 | 28,31 | +150,77% |
| Laba Bersih Pemilik Induk | 51,11 | 21,30 | +139,89% |
| EPS (USD/saham) | 0,002967 | 0,001237 | +139,85% |
Catatan: Laba usaha dihitung dari laba kotor setelah dikurangi beban penjualan serta beban umum dan administrasi. EPS merupakan laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemegang saham entitas induk.
Pendapatan ESSA meningkat 55,17% menjadi US$310,89 juta, terutama didukung penjualan amonia yang naik dari US$169,97 juta menjadi US$282,11 juta. Bisnis amonia menyumbang sekitar 90,74% dari total pendapatan, sedangkan penjualan elpiji turun 5,14% menjadi US$26,42 juta.
Laba kotor tumbuh 112,95%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Margin laba kotor meningkat dari 27,74% menjadi 38,07%, menunjukkan perbaikan profitabilitas produksi meskipun beban pokok pendapatan meningkat.
Beban umum dan administrasi naik dari US$18,04 juta menjadi US$24,24 juta, sementara beban keuangan menurun dari US$3,63 juta menjadi US$0,68 juta. Penurunan beban keuangan berkaitan dengan pelunasan pinjaman bank pada Juli 2025.
Di sisi lain, ESSA mencatat kerugian lain-lain neto sebesar US$5,09 juta, dibandingkan US$0,19 juta pada periode sebelumnya. Perusahaan juga menunda sementara proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF) sejak 27 Juli 2026 dan membebankan saldo aset dalam penyelesaian yang berkaitan dengan proyek tersebut.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$51,11 juta, meningkat 139,89% secara tahunan. Arus kas operasi juga menguat menjadi US$138,50 juta dari US$60,10 juta, mendukung peningkatan posisi kas perusahaan.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
|---|---|---|
| Current Ratio | 10,28 kali | Likuiditas sangat tinggi |
| Quick Ratio | 8,87 kali | Aset likuid jauh melampaui kewajiban lancar |
| Margin Laba Kotor | 38,07% | Profitabilitas produksi meningkat |
| Margin Laba Bersih | 22,83% | Margin bersih relatif tinggi |
| ROA | 14,35% | Pengembalian aset positif |
| ROE | 15,25% | Pengembalian ekuitas pemilik induk positif |
| DER | 0,15 kali | Liabilitas relatif rendah dibandingkan ekuitas |
Catatan: ROA dan ROE disetahunkan berdasarkan kinerja sembilan bulan serta menggunakan rata-rata saldo awal dan akhir periode. ROE menggunakan laba dan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik induk, sedangkan DER menggunakan total liabilitas terhadap total ekuitas konsolidasian.
Rasio lancar sebesar 10,28 kali menunjukkan kemampuan ESSA memenuhi kewajiban jangka pendek yang sangat kuat. Posisi kas yang besar dan tidak adanya saldo pinjaman bank memberikan fleksibilitas keuangan bagi perusahaan.
Dari sisi profitabilitas, margin laba bersih mencapai 22,83%, meningkat dari 14,13% pada periode sebelumnya. Meski demikian, ketergantungan pendapatan terhadap bisnis amonia membuat kinerja tetap memiliki sensitivitas terhadap perubahan harga komoditas, biaya produksi, dan kondisi permintaan.
D. Valuasi Saham ESSA
Dengan harga penutupan Rp500 per saham pada 30 Oktober 2026, berikut estimasi valuasi berdasarkan laporan keuangan terbaru.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| PER | 6,77 kali | Relatif rendah secara umum |
| PBV | 1,06 kali | Diperdagangkan sedikit di atas nilai buku |
Perhitungan PER menggunakan laba bersih pemilik induk selama 12 bulan terakhir sebesar US$70,09 juta, sedangkan PBV menggunakan ekuitas pemilik induk sebesar US$447,25 juta. Konversi untuk keperluan valuasi memakai kurs JISDOR Bank Indonesia pada 30 Oktober 2026 sebesar Rp18.138 per USD dan jumlah saham beredar sebanyak 17.226.975.700 lembar.
PER sebesar 6,77 kali menunjukkan valuasi yang relatif rendah berdasarkan laba historis, sementara PBV sebesar 1,06 kali mencerminkan harga saham yang mendekati nilai buku. Namun, tanpa data pembanding perusahaan sejenis, valuasi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai diskon terhadap sektor.
Selain itu, keberlanjutan laba menjadi faktor penting mengingat besarnya kontribusi bisnis amonia dan karakteristik industri komoditas yang dipengaruhi siklus harga.
Kesimpulan
ESSA mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama 2026, disertai peningkatan kas serta struktur permodalan dengan kewajiban relatif rendah. Perbaikan margin keuntungan juga menunjukkan peningkatan profitabilitas dibandingkan periode sebelumnya.
Pada harga Rp500, valuasi historis ESSA terlihat relatif rendah berdasarkan PER dan mendekati nilai buku berdasarkan PBV. Namun, konsentrasi pendapatan pada bisnis amonia, kesinambungan laba, serta penundaan proyek SAF tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai prospek perusahaan.
Profil Singkat Perusahaan
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), sebelumnya bernama PT Surya Esa Perkasa Tbk, merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan gas dan kimia. Kegiatan utamanya mencakup produksi elpiji, kondensat, dan amonia melalui kegiatan usaha sendiri serta entitas anak, termasuk PT Panca Amara Utama yang mengoperasikan pabrik amonia di Sulawesi Tengah.
Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .
Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami.
Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin