Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan AMRT 2026: Laba Naik 5,70% hingga September, Simak Valuasi Sahamnya

Kinerja Keuangan AMRT 2026: Laba Naik 5,70% hingga September, Simak Valuasi Sahamnya

Kinerja keuangan AMRT 2026 mencatat pertumbuhan positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan pendapatan neto sebesar Rp101,29 triliun, meningkat 7,21% secara tahunan, dengan laba bersih naik 5,70% menjadi Rp2,56 triliun.

Di tengah pertumbuhan tersebut, posisi kas perusahaan mengalami penurunan, sementara struktur liabilitas membaik. Dengan harga penutupan saham Rp915 pada 30 Oktober 2026, valuasi AMRT menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati bersama kinerja operasionalnya.

Kinerja Keuangan AMRT 2026

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Dalam jutaan rupiah.

KeteranganSep 2026Des 2025Perubahan YTD
Total Aset42.288.05942.579.101-0,68%
Aset Lancar20.747.35121.915.107-5,33%
Aset Tidak Lancar21.540.70820.663.994+4,24%
Total Liabilitas22.707.06923.196.204-2,11%
Liabilitas Jangka Pendek20.555.61220.552.989+0,01%
Liabilitas Jangka Panjang2.151.4572.643.215-18,60%
Total Ekuitas19.580.99019.382.897+1,02%

Total aset AMRT turun 0,68% dibandingkan akhir 2025, terutama dipengaruhi penurunan aset lancar sebesar 5,33%. Kas dan setara kas berkurang dari Rp4,68 triliun menjadi Rp3,57 triliun, sementara persediaan meningkat menjadi Rp13,61 triliun.

Sebaliknya, aset tidak lancar meningkat 4,24%, didukung kenaikan aset tetap dan aset hak guna. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tetap memiliki investasi pada aset operasional meskipun total aset mengalami penurunan.

Dari sisi pendanaan, total liabilitas menurun 2,11%, terutama karena berkurangnya liabilitas jangka panjang sebesar 18,60%. Ekuitas meningkat 1,02% menjadi Rp19,58 triliun, sehingga komposisi pendanaan perusahaan sedikit membaik dibandingkan akhir 2025.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam jutaan rupiah, kecuali EPS.

Keterangan9M 20269M 2025Perubahan YoY
Pendapatan101.288.16694.475.921+7,21%
Laba Kotor22.202.73220.303.813+9,35%
Laba Usaha3.191.7382.958.391+7,89%
Laba Bersih2.558.8852.420.885+5,70%
EPSRp58,43Rp55,75+4,81%

Pendapatan AMRT meningkat 7,21% menjadi Rp101,29 triliun, sedangkan laba kotor tumbuh lebih cepat sebesar 9,35%. Pertumbuhan ini mencerminkan perbaikan margin laba kotor, dari 21,49% menjadi 21,92%.

Namun, peningkatan beban operasional turut membatasi pertumbuhan laba. Beban penjualan dan distribusi naik 9,53% menjadi Rp18,13 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi bertambah 7,33% menjadi Rp1,83 triliun.

Laba bersih konsolidasian mencapai Rp2,56 triliun, meningkat 5,70% secara tahunan. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 3,80% menjadi Rp2,40 triliun, dengan laba per saham sebesar Rp58,43.

Arus kas operasi juga meningkat 30,03% menjadi Rp6,21 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas operasional tetap menghasilkan kas yang positif meskipun saldo kas akhir periode menurun akibat aktivitas investasi dan pendanaan.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio1,01xAset lancar sedikit melebihi kewajiban jangka pendek.
Quick Ratio0,35xLikuiditas tanpa persediaan relatif terbatas.
Margin Laba Kotor21,92%Kemampuan menghasilkan laba kotor meningkat.
Margin Laba Bersih2,53%Keuntungan bersih relatif tipis terhadap penjualan.
ROA6,03%Aset menghasilkan laba positif selama sembilan bulan.
ROE13,28%Pengembalian terhadap ekuitas induk cukup positif.
DER1,16xTotal liabilitas melampaui ekuitas.

Catatan: ROA dan ROE dihitung menggunakan rata-rata aset serta ekuitas awal dan akhir periode, tanpa annualisasi. ROE menggunakan laba dan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. DER menggunakan total liabilitas terhadap total ekuitas.

Rasio lancar sebesar 1,01 kali menunjukkan bahwa aset lancar masih mampu menutupi liabilitas jangka pendek, tetapi ruang likuiditas relatif terbatas. Rasio cepat sebesar 0,35 kali juga memperlihatkan ketergantungan terhadap persediaan dalam struktur aset lancar.

Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor meningkat, tetapi margin laba bersih sedikit menurun dibandingkan 9M 2025. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan biaya operasional dan beban lainnya, meskipun pendapatan perusahaan terus bertumbuh.

D. Valuasi Saham AMRT

Dengan harga penutupan Rp915 per saham pada 30 Oktober 2026, berikut gambaran valuasi berdasarkan kinerja keuangan terbaru.

IndikatorNilaiInterpretasi
PER11,74xBerdasarkan EPS 9M 2026 yang disetahunkan secara sederhana.
PBV2,07xHarga saham sekitar dua kali nilai buku ekuitas induk per saham.

Catatan: PER menggunakan annualisasi sederhana laba per saham sembilan bulan, bukan laba aktual 12 bulan terakhir. PBV menggunakan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan 41.091.832.700 saham beredar setelah memperhitungkan saham treasuri per 30 September 2026.

PER sebesar 11,74 kali menunjukkan bahwa harga saham mencerminkan sekitar 11,74 kali estimasi laba tahunan sederhana. Nilai tersebut belum dapat dikategorikan murah atau mahal terhadap sektor tanpa data pembanding emiten sejenis.

Sementara itu, PBV sebesar 2,07 kali mencerminkan harga saham yang diperdagangkan dengan premi terhadap nilai buku perusahaan. Premi tersebut perlu dinilai bersama kemampuan menghasilkan laba, pertumbuhan bisnis, serta keberlanjutan tingkat pengembalian ekuitas.

Kesimpulan

Kinerja AMRT hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif, disertai peningkatan arus kas operasi. Penurunan total liabilitas juga menjadi perkembangan yang mendukung struktur keuangan perusahaan.

Namun, penurunan saldo kas, keterbatasan rasio likuiditas, dan kenaikan beban operasional tetap perlu dicermati. Pada harga Rp915, penilaian valuasi perlu mempertimbangkan keberlanjutan pertumbuhan laba dan perbandingan dengan perusahaan ritel sejenis.

Profil Singkat Perusahaan

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) merupakan perusahaan perdagangan ritel dan distribusi produk konsumen yang dikenal melalui jaringan minimarket Alfamart. Perusahaan memulai kegiatan usaha pada 1989 dan mengembangkan jaringan minimarket serta waralaba sejak 2002.

Per 30 September 2026, jaringan Alfamart mencakup 21.613 gerai, terdiri atas 15.668 gerai milik sendiri dan 5.945 gerai waralaba.

Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .

Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami. 

Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang 

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here