Analisis saham TSPC menunjukkan pertumbuhan penjualan PT Tempo Scan Pacific Tbk sebesar 8,50% menjadi Rp11,00 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Namun, laba bersih konsolidasian turun 12,61% menjadi Rp1,05 triliun akibat peningkatan beban pokok penjualan dan beban operasional.
Dengan harga penutupan Rp2.490 per saham pada 29 Oktober 2026, valuasi TSPC mencerminkan rasio PER sekitar 8,02 kali dan PBV 1,12 kali. Kondisi tersebut perlu dicermati bersama penurunan margin keuntungan serta perkembangan arus kas operasional.
Kinerja Keuangan dan Analisis Saham TSPC Q3 2026
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Miliar IDR | Q3 2026 | FY 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 14.463,47 | 13.085,25 | +10,53% |
| Aset Lancar | 10.099,46 | 9.045,03 | +11,66% |
| Aset Tidak Lancar | 4.364,01 | 4.040,22 | +8,01% |
| Total Liabilitas | 4.000,11 | 3.425,12 | +16,79% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 3.426,58 | 2.874,35 | +19,21% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 573,53 | 550,77 | +4,13% |
| Total Ekuitas | 10.463,36 | 9.660,13 | +8,31% |
Catatan: Perubahan neraca membandingkan 30 September 2026 dengan 31 Desember 2025.
Total aset TSPC meningkat 10,53% menjadi Rp14,46 triliun, didukung pertumbuhan aset lancar dan aset tetap. Kas dan setara kas naik 5,19% menjadi Rp4,88 triliun, sementara persediaan meningkat 26,79% menjadi Rp2,86 triliun.
Peningkatan persediaan yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan penjualan menunjukkan kebutuhan modal kerja yang semakin besar. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi perputaran persediaan dan kemampuan menghasilkan kas.
Dari sisi pendanaan, total liabilitas meningkat 16,79%, lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekuitas sebesar 8,31%. Utang bank naik 25,31% menjadi Rp1,19 triliun, tetapi posisi kas masih lebih tinggi dibandingkan pinjaman bank sehingga struktur likuiditas relatif terjaga.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Miliar IDR | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 10.995,65 | 10.133,88 | +8,50% |
| Laba Kotor | 3.984,97 | 3.805,00 | +4,73% |
| Laba Usaha | 1.200,51 | 1.367,75 | −12,23% |
| Laba Bersih | 1.049,97 | 1.201,54 | −12,61% |
| EPS (Rp/saham) | 233 | 252 | −7,54% |
Catatan: Laba bersih merupakan laba konsolidasian, sedangkan EPS menggunakan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Perubahan EPS dihitung berdasarkan angka EPS yang dibulatkan dalam laporan.
Pendapatan TSPC tumbuh 8,50% secara tahunan, didorong peningkatan penjualan pada seluruh segmen usaha. Segmen produk konsumen dan kosmetik mencatat pertumbuhan 11,40%, sedangkan farmasi tumbuh 5,94% dan jasa distribusi meningkat 8,16%.
Namun, beban pokok penjualan naik 10,77%, melampaui pertumbuhan pendapatan. Akibatnya, margin laba kotor menyusut dari 37,55% menjadi 36,24%, menunjukkan tekanan terhadap kemampuan perusahaan mempertahankan keuntungan dari penjualan.
Beban penjualan juga meningkat 18,19% menjadi Rp2,37 triliun, termasuk kenaikan biaya iklan dan promosi sebesar 13,36% serta biaya pengangkutan sebesar 56,39%. Peningkatan biaya tersebut turut menekan laba usaha sebesar 12,23% dan laba bersih konsolidasian sebesar 12,61%.
Tekanan profitabilitas diikuti penurunan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar 48,26% menjadi Rp527,16 miliar. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum diikuti penguatan arus kas operasional dengan tingkat yang sebanding.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
|---|---|---|
| Current Ratio | 2,95 kali | Aset lancar memadai untuk menutup liabilitas jangka pendek. |
| Quick Ratio | 1,95 kali | Likuiditas tetap memadai tanpa memperhitungkan persediaan dan pembayaran di muka. |
| Margin Laba Kotor | 36,24% | Profitabilitas kotor mengalami penurunan. |
| Margin Laba Bersih | 9,55% | Keuntungan bersih terhadap pendapatan menyusut. |
| ROA | 10,16% | Pengembalian aset tetap positif berdasarkan angka yang disetahunkan. |
| ROE | 13,91% | Pengembalian ekuitas tetap positif berdasarkan angka yang disetahunkan. |
| DER | 0,38 kali | Total liabilitas relatif rendah dibandingkan ekuitas. |
Catatan: ROA dan ROE menggunakan laba sembilan bulan yang disetahunkan serta rata-rata aset dan ekuitas pada akhir 2025 dan September 2026. DER menggunakan total liabilitas, sedangkan Quick Ratio mengecualikan persediaan, pajak dibayar di muka, serta uang muka dan beban dibayar di muka.
Rasio likuiditas menunjukkan kondisi keuangan TSPC masih memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. DER sebesar 0,38 kali juga mengindikasikan bahwa pendanaan perusahaan masih lebih banyak ditopang ekuitas dibandingkan liabilitas.
Meskipun demikian, penurunan margin laba bersih dari 11,86% menjadi 9,55% menunjukkan melemahnya efisiensi dalam menghasilkan laba. Perkembangan biaya operasional dan arus kas menjadi faktor penting untuk mengevaluasi keberlanjutan profitabilitas.
D. Valuasi Saham TSPC
Dengan menggunakan harga penutupan Rp2.490 per saham pada 29 Oktober 2026 dan jumlah saham beredar sebanyak 4.509.864.300 lembar, indikator valuasi TSPC adalah sebagai berikut.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| PER | 8,02 kali | Relatif rendah secara nominal, berdasarkan EPS sembilan bulan yang disetahunkan. |
| PBV | 1,12 kali | Harga saham sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai buku per saham. |
Catatan: PER menggunakan EPS yang disetahunkan sekitar Rp310,58 per saham. PBV menggunakan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 30 September 2026.
PER sebesar 8,02 kali menunjukkan bahwa harga saham mencerminkan sekitar delapan kali estimasi laba tahunan berdasarkan kinerja sembilan bulan. Namun, penilaian apakah valuasi tersebut tergolong diskon terhadap sektor farmasi memerlukan perbandingan dengan perusahaan sejenis.
Sementara itu, PBV sebesar 1,12 kali menunjukkan harga saham diperdagangkan sedikit di atas nilai buku. Valuasi tersebut dapat dikategorikan relatif dekat dengan nilai buku, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa saham berada dalam kondisi murah atau mahal secara fundamental.
Kesimpulan
Kinerja TSPC hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang tetap positif, tetapi diikuti tekanan profitabilitas. Kenaikan beban pokok penjualan, biaya pemasaran, dan pengangkutan menyebabkan pertumbuhan penjualan belum mampu meningkatkan laba bersih.
Secara keuangan, perusahaan masih memiliki likuiditas memadai dan struktur permodalan yang didominasi ekuitas. Dengan PER sekitar 8,02 kali dan PBV 1,12 kali pada harga penutupan Rp2.490, evaluasi valuasi perlu mempertimbangkan kemampuan perusahaan memulihkan margin serta memperkuat arus kas operasional.
Profil Singkat Perusahaan
PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, produk konsumen, kosmetik, dan jasa distribusi. Perusahaan didirikan pada 20 Mei 1970 dengan nama PT Scanchemie dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1994.
Kegiatan usaha TSPC terbagi menjadi tiga segmen utama, yaitu farmasi, produk konsumen dan kosmetik, serta jasa distribusi. Perusahaan berkantor pusat di Tempo Scan Tower, Jakarta, dengan PT Bogamulia Nagadi sebagai pemegang saham pengendali.
Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .
Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami.
Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin