Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisis Saham TPIA: Pendapatan Naik 60,50% hingga September 2026, tetapi Laba Bersih...

Analisis Saham TPIA: Pendapatan Naik 60,50% hingga September 2026, tetapi Laba Bersih Turun

Analisis saham TPIA menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meskipun laba bersih mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan pendapatan US$8,19 miliar atau meningkat 60,50% secara tahunan, sementara laba bersih turun 76,12% menjadi US$394,93 juta.

Perbedaan arah pertumbuhan tersebut terutama dipengaruhi oleh keuntungan nonberulang yang meningkatkan laba pada 2025. Dengan harga acuan Rp1.275 per saham, kondisi fundamental dan valuasi TPIA menjadi perhatian dalam menilai kinerja perusahaan.

Kinerja Keuangan dalam Analisis Saham TPIA 9M 2026

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Berikut perbandingan posisi keuangan TPIA per 30 September 2026 dengan akhir 2025.

Dalam Ribuan USDSep 2026FY 2025Perubahan
Total Aset14.220.36712.322.724+15,40%
Aset Lancar6.618.4235.433.745+21,80%
Aset Tidak Lancar7.601.9446.888.979+10,35%
Total Liabilitas9.218.7467.665.809+20,26%
Liabilitas Jangka Pendek3.448.8162.184.847+57,85%
Liabilitas Jangka Panjang5.769.9305.480.962+5,27%
Total Ekuitas5.001.6214.656.915+7,40%

Perubahan dihitung terhadap posisi 31 Desember 2025, bukan pertumbuhan tahunan.

Total aset TPIA meningkat 15,40% menjadi US$14,22 miliar, didukung pertumbuhan aset lancar dan aset tetap. Kas dan setara kas meningkat menjadi US$2,96 miliar, sedangkan persediaan naik menjadi US$1,76 miliar.

Di sisi liabilitas, kenaikan sebesar 20,26% melampaui pertumbuhan ekuitas yang mencapai 7,40%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada liabilitas jangka pendek, terutama utang usaha pihak ketiga yang naik dari US$908,98 juta menjadi US$1,68 miliar.

Perubahan tersebut menunjukkan peningkatan kebutuhan pendanaan dan kewajiban operasional seiring ekspansi bisnis. Meskipun aset lancar masih melampaui liabilitas jangka pendek, kenaikan kewajiban perlu diperhatikan dalam penilaian likuiditas perusahaan.

B. Laporan Laba Rugi

Berikut perbandingan kinerja keuangan TPIA untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan 2025.

Dalam Ribuan USD9M 20269M 2025Perubahan YoY
Pendapatan8.189.1595.102.374+60,50%
Laba Kotor*710.215(185.227)Berbalik positif
Laba Usaha**505.979(338.027)Berbalik positif
Laba Bersih394.9261.653.521-76,12%
EPS (USD penuh)0,00320,0183-82,51%

Laba kotor dihitung dari pendapatan setelah dikurangi bahan baku, beban produksi dan manufaktur, serta penyusutan; nilainya sesuai dengan hasil segmen konsolidasian.

*Laba usaha merupakan perhitungan indikatif setelah mengurangi beban penjualan serta beban umum dan administrasi dari laba kotor. Laporan perusahaan tidak menyajikan laba usaha sebagai subtotal tersendiri.

Pendapatan TPIA meningkat 60,50%, terutama didorong kontribusi akuisisi Aster Chemicals and Energy (ACE) serta kenaikan harga jual di tengah perkembangan geopolitik Timur Tengah. Pendapatan segmen energi dan kimia menjadi penyumbang utama pertumbuhan tersebut.

Perbaikan juga terlihat pada laba kotor yang berbalik positif menjadi US$710,22 juta setelah mencatatkan rugi kotor pada periode sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan pemulihan selisih antara pendapatan dan beban produksi.

Namun, laba bersih konsolidasian turun 76,12% menjadi US$394,93 juta, terutama karena pada 9M 2025 terdapat keuntungan pembelian dengan diskon sebesar US$1,81 miliar yang tidak berulang pada 2026. Beban keuangan juga meningkat dari US$178,68 juta menjadi US$306,25 juta.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$279,81 juta, turun dari US$1,30 miliar pada periode sebelumnya. Perbedaan antara pertumbuhan pendapatan dan penurunan laba bersih menegaskan pentingnya memisahkan kinerja operasional dari keuntungan nonberulang.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio1,92xAset lancar masih melebihi kewajiban jangka pendek
Quick Ratio1,27xLikuiditas tetap memadai tanpa mengandalkan persediaan
Margin Laba Kotor8,67%Margin operasional dasar telah berbalik positif
Margin Laba Bersih4,82%Profitabilitas bersih relatif terbatas
ROA2,98%Pengembalian aset selama sembilan bulan masih moderat
ROE7,27%Pengembalian ekuitas pemilik induk selama sembilan bulan
DER1,84xLiabilitas lebih besar daripada ekuitas konsolidasian

Rasio menggunakan posisi September 2026 dan laba periode 9M 2026. ROA dan ROE menggunakan rata-rata saldo aset serta ekuitas terkait dan tidak disetahunkan; Quick Ratio menggunakan kas, piutang, dan aset keuangan lancar; DER menggunakan total liabilitas terhadap total ekuitas.

Likuiditas TPIA masih berada di atas batas satu kali, tetapi Current Ratio menurun dari sekitar 2,49x pada akhir 2025 menjadi 1,92x. Kondisi tersebut menunjukkan ruang likuiditas jangka pendek yang lebih terbatas dibandingkan posisi sebelumnya.

Sementara itu, margin laba bersih sebesar 4,82% menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan terserap oleh biaya operasional, pendanaan, dan komponen lainnya. DER sebesar 1,84x juga mencerminkan penggunaan liabilitas yang relatif besar dalam struktur permodalan.

D. Valuasi Saham TPIA

Valuasi dihitung menggunakan harga acuan Rp1.275 per saham dengan data keuangan September 2026. Konversi mata uang menggunakan JISDOR Bank Indonesia tanggal 29 Oktober 2026 sebesar Rp18.128 per USD.

IndikatorNilaiInterpretasi
PER16,30xBerdasarkan laba 9M 2026 yang disetahunkan
PBV1,53xDiperdagangkan di atas nilai buku ekuitas pemilik induk

PER merupakan estimasi dengan menggunakan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham. PBV menggunakan ekuitas pemilik entitas induk serta jumlah saham beredar setelah dikurangi saham treasuri.

PER sekitar 16,30x menunjukkan bahwa valuasi TPIA masih mencerminkan ekspektasi terhadap kemampuan menghasilkan laba secara berkelanjutan. Namun, penggunaan laba sembilan bulan yang disetahunkan memiliki keterbatasan karena belum memperhitungkan perubahan kinerja kuartal terakhir.

PBV sebesar 1,53x menunjukkan harga saham berada pada premi terhadap nilai buku. Tanpa pembanding valuasi perusahaan sejenis, belum dapat dipastikan apakah saham TPIA relatif premium, wajar, atau diskon terhadap sektor.

Kesimpulan

Kinerja TPIA sepanjang sembilan bulan pertama 2026 memperlihatkan perbaikan pendapatan dan hasil usaha, meskipun laba bersih mengalami penurunan akibat tingginya basis keuntungan nonberulang pada 2025.

Dari sisi neraca, pertumbuhan aset diikuti peningkatan liabilitas yang lebih cepat dibandingkan ekuitas. Keberlanjutan pemulihan margin, pengendalian beban keuangan, dan kemampuan menghasilkan arus kas operasional menjadi faktor penting dalam menilai perkembangan fundamental perusahaan.

Profil Singkat Perusahaan

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri energi, kimia, petrokimia, solusi mobilitas, dan infrastruktur terintegrasi.

Perusahaan merupakan bagian dari Grup Barito Pacific dengan kegiatan usaha di Indonesia dan Singapura. Operasional grup mencakup produksi dan perdagangan produk kimia, produk kilang, bahan bakar, serta layanan infrastruktur industri.

Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .

Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami. 

Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang 

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here