Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisis Saham PTBA: Laba Bersih Sembilan Bulan 2026 Naik 215,55%

Analisis Saham PTBA: Laba Bersih Sembilan Bulan 2026 Naik 215,55%

Analisis saham PTBA menunjukkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. PT Bukit Asam (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,36% dan laba bersih sebesar 215,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada perdagangan 28 Oktober 2026, saham PTBA ditutup pada harga Rp3.170 per saham. Pertumbuhan profitabilitas, kondisi neraca, dan valuasi menjadi aspek utama dalam menilai perkembangan fundamental perusahaan.

Kinerja Keuangan dalam Analisis Saham PTBA

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Dalam Jutaan Rupiah9M 2026FY 2025Perubahan YTD
Total Aset51.550.90743.917.063+17,38%
Aset Lancar18.672.97314.241.193+31,12%
Aset Tidak Lancar32.877.93429.675.870+10,79%
Total Liabilitas24.310.47321.300.262+14,13%
Liabilitas Jangka Pendek14.970.24512.727.127+17,62%
Liabilitas Jangka Panjang9.340.2288.573.135+8,95%
Total Ekuitas27.240.43422.616.801+20,44%

Total aset PTBA meningkat menjadi Rp51,55 triliun, terutama didukung pertumbuhan aset lancar. Piutang usaha naik 47,94% menjadi Rp5,82 triliun, sementara persediaan meningkat menjadi Rp5,52 triliun.

Kas dan setara kas bertambah menjadi Rp4,89 triliun dari Rp4,52 triliun pada akhir 2025. Deposito berjangka juga meningkat signifikan menjadi Rp1,82 triliun, sehingga memperbesar komponen aset keuangan jangka pendek.

Di sisi pendanaan, total ekuitas tumbuh 20,44%, melampaui pertumbuhan liabilitas sebesar 14,13%. Namun, kenaikan utang usaha, biaya yang masih harus dibayar, dan pinjaman bank jangka panjang tetap perlu diperhatikan dalam menilai struktur keuangan perusahaan.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam Jutaan Rupiah9M 20269M 2025Perubahan YoY
Pendapatan35.201.38531.330.296+12,36%
Laba Kotor7.266.2183.565.941+103,77%
Laba Usaha5.113.7431.595.842+220,44%
Laba Bersih4.418.1561.400.143+215,55%
EPS (Rp)383121+216,53%

Pendapatan PTBA mencapai Rp35,20 triliun, dengan kontribusi utama berasal dari penjualan batu bara sebesar Rp34,67 triliun. Pendapatan batu bara meningkat dari Rp30,75 triliun pada periode sebelumnya, terutama melalui pertumbuhan penjualan kepada pihak ketiga.

Peningkatan profitabilitas terlihat dari beban pokok pendapatan yang hanya naik 0,62% ketika pendapatan tumbuh 12,36%. Kondisi tersebut mendorong laba kotor meningkat lebih dari dua kali lipat dan memperbaiki margin usaha.

Berdasarkan rincian biaya, jasa angkutan batu bara menurun dari Rp7,29 triliun menjadi Rp5,89 triliun. Sebaliknya, biaya jasa penambangan, bahan bakar, dan royalti kepada pemerintah mengalami peningkatan.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,41 triliun, dibandingkan Rp1,39 triliun pada 9M 2025. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba per saham atau earnings per share (EPS) meningkat dari Rp121 menjadi Rp383.

Arus kas operasi tetap positif sebesar Rp4,44 triliun, meningkat 5,54% dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan arus kas yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan laba serta kenaikan piutang menjadi aspek penting dalam mengevaluasi kualitas laba.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio1,25xAset lancar melampaui kewajiban jangka pendek.
Quick Ratio0,88xLikuiditas di luar persediaan belum menutup seluruh kewajiban lancar.
Margin Laba Kotor20,64%Profitabilitas penjualan meningkat.
Margin Laba Bersih12,55%Laba bersih setara sekitar 12,55% pendapatan.
ROA9,26%Menggambarkan pengembalian atas rata-rata aset selama sembilan bulan.
ROE17,79%Menunjukkan pengembalian terhadap rata-rata ekuitas pemilik entitas induk selama sembilan bulan.
DER0,89xTotal liabilitas berada di bawah total ekuitas.

Catatan: ROA dan ROE menggunakan rata-rata saldo awal dan akhir periode, serta laba sembilan bulan tanpa annualisasi. DER menggunakan total liabilitas.

Rasio likuiditas memperlihatkan kemampuan aset lancar dalam menutup kewajiban jangka pendek, meskipun sebagian aset tersebut berbentuk persediaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengelolaan piutang dan persediaan untuk menjaga fleksibilitas keuangan.

Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor meningkat dibandingkan 11,38% pada 9M 2025. Sementara itu, DER sebesar 0,89 kali menunjukkan bahwa pendanaan perusahaan masih lebih banyak ditopang oleh ekuitas dibandingkan total liabilitas.

D. Valuasi Saham PTBA

Dengan menggunakan harga penutupan Rp3.170 pada 28 Oktober 2026, diperoleh estimasi valuasi berikut.

IndikatorNilaiInterpretasi
Price to Earnings Ratio (PER)6,21xRelatif rendah secara umum, berdasarkan EPS sembilan bulan yang disetahunkan.
Price to Book Value (PBV)1,35xHarga saham diperdagangkan di atas nilai buku per saham.

Catatan: PER menggunakan annualisasi EPS 9M 2026 sebesar Rp383, bukan laba dua belas bulan terakhir atau TTM. PBV menggunakan ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan jumlah saham beredar.

PER sebesar 6,21 kali menunjukkan valuasi yang relatif rendah secara nominal apabila tingkat laba dapat dipertahankan. Namun, karakteristik industri batu bara yang sensitif terhadap harga komoditas menyebabkan keberlanjutan laba menjadi faktor penting dalam interpretasi rasio tersebut.

PBV sebesar 1,35 kali menunjukkan harga pasar berada sekitar 35% di atas nilai buku per saham. Tanpa data pembanding sektor dan rata-rata valuasi historis, penilaian apakah PTBA berada pada kondisi premium atau diskon terhadap perusahaan sejenis belum dapat ditentukan secara pasti.

Kesimpulan

Kinerja PTBA sepanjang sembilan bulan pertama 2026 memperlihatkan pemulihan profitabilitas yang signifikan, dengan pertumbuhan laba bersih melampaui pertumbuhan pendapatan. Peningkatan margin, pertumbuhan ekuitas, dan arus kas operasi yang tetap positif menjadi perkembangan penting dalam laporan keuangan.

Meski demikian, kenaikan piutang usaha, peningkatan beberapa komponen biaya produksi, dan sensitivitas terhadap harga batu bara tetap menjadi faktor risiko. Perkembangan laba pada periode berikutnya akan menentukan keberlanjutan tingkat profitabilitas yang telah dicapai.

Dari sisi valuasi, PER yang relatif rendah perlu dibaca bersama PBV, siklus harga komoditas, dan kemampuan mempertahankan laba. Penilaian saham PTBA memerlukan pemantauan lebih lanjut terhadap kinerja operasional serta kualitas arus kas perusahaan.

Profil Singkat Perusahaan

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang berdiri pada 2 Maret 1981 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 23 Desember 2002. Perusahaan berkantor pusat di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID sebagai entitas induk langsung.

Kegiatan usaha PTBA meliputi pertambangan, pengolahan, pengangkutan, dan perdagangan batu bara. Melalui entitas anak dan ventura bersama, grup juga menjalankan bisnis pembangkit listrik, jasa pertambangan, perkebunan, dan layanan kesehatan.

Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .

Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami. 

Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang 

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here