Analisis saham ISAT menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih PT Indosat Tbk sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Dengan harga penutupan Rp1.465 pada 28 Oktober 2026, kondisi keuangan, kualitas laba, dan valuasi menjadi aspek penting untuk dicermati.
Kinerja Keuangan ISAT 9M 2026
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Jutaan Rupiah | 9M 2026 | FY 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 147.640.707 | 118.629.871 | +24,45% |
| Aset Lancar | 19.011.823 | 19.003.874 | +0,04% |
| Aset Tidak Lancar | 128.628.884 | 99.625.997 | +29,11% |
| Total Liabilitas | 106.849.418 | 79.120.763 | +35,05% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 50.891.173 | 30.499.266 | +66,86% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 55.958.245 | 48.621.497 | +15,09% |
| Total Ekuitas | 40.791.289 | 39.509.108 | +3,25% |
Total aset ISAT meningkat 24,45% menjadi Rp147,64 triliun, terutama didorong pertumbuhan aset tidak lancar. Aset tetap meningkat dari Rp75,10 triliun menjadi Rp99,18 triliun, mencerminkan perubahan signifikan pada basis aset perusahaan.
Di sisi kewajiban, total liabilitas meningkat 35,05%, lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekuitas sebesar 3,25%. Liabilitas jangka pendek naik signifikan, antara lain dipengaruhi peningkatan utang pengadaan dan munculnya pinjaman jangka pendek sebesar Rp7,55 triliun.
Sementara itu, kas dan setara kas meningkat menjadi Rp8,21 triliun dari Rp5,08 triliun. Meskipun posisi kas bertambah, selisih antara aset lancar dan liabilitas jangka pendek menunjukkan tekanan likuiditas yang perlu diperhatikan.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Jutaan Rupiah | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 45.750.151 | 41.161.575 | +11,15% |
| Laba Kotor* | 26.298.059 | 23.559.533 | +11,62% |
| Laba Usaha** | 9.837.562 | 7.841.605 | +25,45% |
| Laba Bersih | 5.115.178 | 3.843.941 | +33,07% |
| EPS (Rp) | 152,61 | 111,23 | +37,20% |
Laba kotor merupakan perhitungan indikatif setelah mengurangi beban penyelenggaraan jasa, belum termasuk penyusutan dan beban lain yang disajikan terpisah.
*Laba usaha merupakan proksi berdasarkan selisih pendapatan dan jumlah beban dalam laporan, termasuk keuntungan serta beban nonrutin sebelum pos keuangan.
Pendapatan ISAT tumbuh 11,15% menjadi Rp45,75 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari layanan seluler sebesar Rp37,85 triliun. Segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) turut meningkat menjadi Rp7,24 triliun.
Laba bersih konsolidasian tumbuh 33,07% menjadi Rp5,12 triliun, sedangkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,92 triliun. Pertumbuhan ini turut tercermin pada peningkatan EPS menjadi Rp152,61.
Namun, laba periode berjalan juga ditopang keuntungan bersih nonrutin sebesar Rp1,51 triliun dari pelepasan pengendalian entitas anak dan transaksi jual serta sewa balik aset serat optik. Oleh karena itu, pertumbuhan laba bersih perlu dibedakan dari pertumbuhan keuntungan operasional yang berulang.
Arus kas operasi justru turun 9,72% menjadi Rp14,19 triliun, sementara biaya keuangan meningkat menjadi Rp3,75 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan konversi laba menjadi kas dan beban pendanaan perusahaan.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
|---|---|---|
| Current Ratio | 0,37x | Aset lancar lebih rendah daripada kewajiban lancar |
| Quick Ratio | 0,24x | Likuiditas cepat relatif terbatas |
| Margin Laba Kotor* | 57,48% | Margin indikatif sebelum penyusutan dan beban lainnya |
| Margin Laba Bersih | 11,18% | Sebagian pendapatan berhasil dikonversi menjadi laba |
| ROA | 3,84% | Imbal hasil aset selama sembilan bulan |
| ROE | 13,31% | Imbal hasil ekuitas pemilik induk selama sembilan bulan |
| DER | 2,62x | Liabilitas relatif tinggi dibandingkan ekuitas |
Catatan: Rasio dihitung menggunakan laporan 9M 2026. ROA dan ROE menggunakan rata-rata saldo awal dan akhir periode, tanpa disetahunkan. Quick Ratio hanya memasukkan kas, setara kas, piutang usaha, dan piutang lain-lain. DER mencakup seluruh liabilitas, termasuk liabilitas sewa.
Rasio likuiditas yang berada di bawah 1 kali mencerminkan tingginya kewajiban jangka pendek dibandingkan aset yang tersedia. Struktur tersebut memerlukan pengelolaan arus kas dan pendanaan yang konsisten.
ROE sebesar 13,31% menunjukkan kemampuan menghasilkan laba terhadap ekuitas selama sembilan bulan. Namun, DER sebesar 2,62 kali mengindikasikan tingkat penggunaan liabilitas yang cukup besar, sejalan dengan karakter bisnis telekomunikasi yang membutuhkan investasi infrastruktur.
D. Valuasi Saham ISAT
Harga penutupan saham ISAT pada 28 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp1.465 per saham.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| PER Indikatif | 7,20x | Menggunakan EPS 9M 2026 yang disetahunkan |
| PBV | 1,25x | Harga pasar sekitar 1,25 kali nilai buku per saham |
PER indikatif sebesar 7,20 kali mencerminkan valuasi terhadap laba yang disetahunkan secara sederhana. Angka tersebut belum menggunakan laba 12 bulan terakhir (trailing twelve months) dan dipengaruhi keuntungan nonrutin, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan valuasi berdasarkan laba berulang.
Sementara itu, PBV sebesar 1,25 kali menunjukkan harga pasar berada di atas nilai buku ekuitas pemilik entitas induk. Tanpa pembanding valuasi emiten telekomunikasi lainnya, kategori premium, wajar, atau diskon terhadap sektor belum dapat ditentukan secara pasti.
Kesimpulan
Kinerja ISAT sepanjang sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif. Namun, kontribusi keuntungan nonrutin, peningkatan liabilitas, dan penurunan arus kas operasi menjadi faktor penting dalam menilai kualitas pertumbuhan tersebut.
Ke depan, perkembangan pendapatan layanan seluler dan MIDI, kemampuan menghasilkan kas, serta pengelolaan kewajiban dan investasi jaringan menjadi aspek utama yang perlu dipantau. Valuasi saham juga perlu mempertimbangkan laba berulang agar tidak hanya bergantung pada pertumbuhan laba yang bersifat sementara.
Profil Singkat Perusahaan
PT Indosat Tbk (ISAT), dikenal melalui merek Indosat Ooredoo Hutchison, merupakan perusahaan telekomunikasi yang menjalankan layanan seluler, komunikasi data, internet, dan telekomunikasi tetap. Perusahaan juga mengembangkan layanan teknologi informasi dan solusi digital melalui entitas anak.
Perusahaan didirikan pada 10 November 1967 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak 1994. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Jakarta.
Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu.
Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami.
Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin