Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisis Saham AVIA: Laba Naik 16,51% hingga September 2026, Bagaimana Valuasinya?

Analisis Saham AVIA: Laba Naik 16,51% hingga September 2026, Bagaimana Valuasinya?

Analisis saham AVIA menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan PT Avia Avian Tbk sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan meningkat 16,70% menjadi Rp6,92 triliun, sementara laba bersih tumbuh 16,51% menjadi Rp1,38 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan harga penutupan saham AVIA sebesar Rp294 pada 28 Oktober 2026, perkembangan profitabilitas, struktur keuangan, dan valuasi menjadi aspek penting dalam menilai kondisi fundamental perusahaan.

Analisis Saham AVIA: Kinerja Keuangan 9M 2026

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Dalam Jutaan RupiahSep 2026Des 2025Perubahan
Total Aset12.058.67311.084.379+8,79%
Aset Lancar8.595.2537.821.844+9,89%
Aset Tidak Lancar3.463.4203.262.535+6,16%
Total Liabilitas1.980.2401.544.155+28,24%
Liabilitas Jangka Pendek1.890.3561.457.408+29,71%
Liabilitas Jangka Panjang89.88486.747+3,62%
Total Ekuitas10.078.4339.540.224+5,64%

Perubahan neraca dihitung terhadap posisi 31 Desember 2025, bukan secara tahunan (YoY).

Total aset AVIA meningkat 8,79% menjadi Rp12,06 triliun, terutama didukung kenaikan aset lancar dan aset tetap. Kas dan setara kas meningkat 122,28% menjadi Rp3,68 triliun, sedangkan investasi jangka pendek turun 62,90% menjadi Rp953,62 miliar.

Perubahan tersebut antara lain berkaitan dengan penerimaan Rp1,52 triliun dari penjualan surat utang negara selama periode berjalan. Di sisi operasional, persediaan meningkat 32,99% menjadi Rp2,23 triliun sehingga perputaran persediaan perlu diperhatikan untuk menilai efisiensi modal kerja.

Total liabilitas naik 28,24%, terutama berasal dari kenaikan utang usaha dan beban akrual, termasuk pemasaran serta promosi. Meski pertumbuhan liabilitas melampaui ekuitas, struktur permodalan masih didominasi ekuitas sebesar Rp10,08 triliun, dengan pinjaman bank jangka pendek tercatat nihil pada akhir September 2026.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam Jutaan Rupiah9M 20269M 2025YoY
Pendapatan6.917.5545.927.746+16,70%
Laba Kotor3.059.8072.544.266+20,26%
Laba Usaha1.648.2361.283.064+28,46%
Laba Bersih1.384.3961.188.276+16,51%
EPS (Rp/Saham)23,4219,75+18,58%

EPS merupakan laba per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Pendapatan AVIA tumbuh 16,70%, dengan kontribusi utama berasal dari segmen solusi arsitektur sebesar Rp5,37 triliun, meningkat 16,41% secara tahunan. Sementara itu, segmen barang dagangan mencatat pendapatan Rp1,55 triliun, tumbuh 17,69%.

Pertumbuhan laba kotor sebesar 20,26% melampaui kenaikan pendapatan, seiring beban pokok penjualan yang hanya meningkat 14,02%. Beban usaha juga tumbuh lebih terkendali sebesar 11,92%, sehingga laba usaha meningkat 28,46% menjadi Rp1,65 triliun.

Namun, pertumbuhan laba bersih lebih rendah dibandingkan laba usaha akibat penurunan pendapatan keuangan, perubahan penghasilan lain-lain menjadi beban neto, serta kenaikan beban pajak penghasilan sebesar 34,39%. Dari sisi arus kas, kas bersih dari aktivitas operasi meningkat 41,72% menjadi Rp1,69 triliun, menunjukkan kemampuan menghasilkan kas dari kegiatan usaha tetap positif.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio4,55xLikuiditas jangka pendek kuat
Quick Ratio3,37xAset likuid memadai tanpa persediaan
Margin Laba Kotor44,23%Profitabilitas produk relatif tinggi
Margin Laba Bersih20,01%Sekitar 20% pendapatan menjadi laba
ROA15,95%Pengembalian aset positif
ROE18,83%Pengembalian ekuitas relatif tinggi
DER0,20xLiabilitas relatif rendah terhadap ekuitas

ROA dan ROE dihitung menggunakan rata-rata saldo awal dan akhir periode serta disetahunkan dari kinerja 9M 2026. Keduanya merupakan rasio analitis, bukan proyeksi laba tahunan.

Rasio likuiditas menunjukkan aset lancar AVIA jauh melampaui kewajiban jangka pendek. Margin laba kotor juga meningkat dari 42,92% pada 9M 2025 menjadi 44,23% pada 9M 2026, mencerminkan perbaikan profitabilitas pada tingkat produksi dan penjualan.

Sementara itu, DER sebesar 0,20 kali menunjukkan ketergantungan terhadap liabilitas relatif terbatas. Meski demikian, kenaikan persediaan serta beban akrual pemasaran dan promosi tetap perlu dipantau karena dapat memengaruhi kebutuhan modal kerja.

D. Valuasi Saham AVIA

Harga penutupan 28 Oktober 2026: Rp294 per saham.

IndikatorNilaiInterpretasi
PER9,42xBerdasarkan EPS 9M 2026 yang disetahunkan
PBV1,72xHarga berada di atas nilai buku saham

PER menggunakan EPS 9M 2026 yang disetahunkan, bukan laba 12 bulan terakhir (TTM). PBV menggunakan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan 59.103.555.600 saham beredar pada 30 September 2026, setelah memperhitungkan saham treasuri.

Pada harga Rp294, PER indikatif AVIA sebesar 9,42 kali menunjukkan harga saham setara sekitar sembilan kali laba tahunan yang disetahunkan. Sementara itu, PBV sebesar 1,72 kali mencerminkan harga pasar yang lebih tinggi dibandingkan nilai buku per saham sekitar Rp170,52.

Secara umum, PER berada pada tingkat satu digit, sedangkan PBV menunjukkan premi terhadap nilai buku perusahaan. Namun, penilaian apakah saham diperdagangkan pada valuasi diskon, wajar, atau premium terhadap sektor memerlukan pembanding perusahaan sejenis serta pertimbangan prospek pertumbuhan laba.

Kesimpulan

Kinerja AVIA sepanjang sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba usaha, dan penguatan arus kas operasi. Struktur keuangan juga relatif konservatif dengan likuiditas kuat dan tingkat liabilitas yang rendah dibandingkan ekuitas.

Meski demikian, peningkatan persediaan, kewajiban operasional, serta perkembangan margin laba bersih menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Valuasi PER 9,42 kali dan PBV 1,72 kali memberikan gambaran awal harga saham terhadap fundamental, tetapi belum cukup untuk menentukan kewajaran harga tanpa analisis pembanding.

Profil Singkat Perusahaan

PT Avia Avian Tbk (AVIA) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan dan perdagangan cat serta bahan bangunan. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada 1983, berkantor pusat di Sidoarjo, dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 8 Desember 2021.

Kegiatan usahanya mencakup segmen solusi arsitektur dan barang dagangan, dengan penjualan melalui jaringan distributor sendiri serta distributor pihak ketiga. Perusahaan memiliki fasilitas produksi di sejumlah lokasi, termasuk Sidoarjo dan Serang.

Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .

Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami. 

Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang 

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here