Analisis saham CDIA menunjukkan pertumbuhan pendapatan PT Chandra Daya Investasi Tbk sebesar 16,39% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$122,01 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Namun, laba bersih perusahaan turun 61,51% menjadi US$32,15 juta, dipengaruhi peningkatan beban serta penurunan keuntungan nonoperasional.
Analisis Saham CDIA Berdasarkan Kinerja Keuangan 9M 2026
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Juta US$ | Sep 2026 | FY 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 2.065,96 | 1.743,83 | +18,47% |
| Aset Lancar | 762,05 | 945,15 | −19,37% |
| Aset Tidak Lancar | 1.303,91 | 798,69 | +63,26% |
| Total Liabilitas | 954,48 | 607,90 | +57,01% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 85,38 | 44,21 | +93,11% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 869,10 | 563,68 | +54,18% |
| Total Ekuitas | 1.111,48 | 1.135,94 | −2,15% |
Catatan: Perubahan dibandingkan posisi 31 Desember 2025, bukan pertumbuhan YoY. Nilai dalam juta US$ dibulatkan dua desimal.
Total aset CDIA meningkat 18,47% menjadi US$2,07 miliar, terutama didorong kenaikan aset tidak lancar sebesar 63,26%. Pertumbuhan tersebut antara lain berasal dari peningkatan aset tetap, investasi pada aset keuangan, serta piutang pinjaman kepada pihak berelasi.
Di sisi lain, total liabilitas meningkat 57,01% menjadi US$954,48 juta, dengan utang bank jangka panjang mencapai US$857,92 juta. Kenaikan kewajiban yang lebih cepat dibandingkan aset menunjukkan peningkatan penggunaan pendanaan berbasis utang.
Total ekuitas turun 2,15% menjadi US$1,11 miliar, antara lain dipengaruhi pembagian dividen dan pembelian kembali saham. Kondisi tersebut menunjukkan ekspansi aset berlangsung bersamaan dengan meningkatnya tekanan terhadap struktur permodalan.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Juta US$ | 9M 2026 | 9M 2025 | YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 122,01 | 104,82 | +16,39% |
| Laba Kotor | 25,60 | 24,04 | +6,48% |
| Laba Usaha* | 11,16 | 15,21 | −26,59% |
| Laba Bersih | 32,15 | 83,54 | −61,51% |
| EPS (US$/saham) | 0,0002 | 0,0007 | −65,59%** |
Laba usaha merupakan hasil perhitungan dari laba kotor setelah beban penjualan serta beban umum dan administrasi.
Perubahan EPS dihitung berdasarkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan rata-rata tertimbang saham sebelum pembulatan EPS dalam laporan keuangan.
Pendapatan meningkat terutama berkat pertumbuhan jasa sewa kapal sebesar 62,03% menjadi US$39,97 juta. Sementara itu, pendapatan penjualan listrik dan jasa kelistrikan lainnya sedikit menurun menjadi US$67,14 juta.
Walaupun pendapatan meningkat, laba usaha turun 26,59% akibat pertumbuhan beban operasional yang lebih cepat. Beban umum dan administrasi naik menjadi US$13,37 juta, sedangkan beban keuangan meningkat menjadi US$40,23 juta.
Penurunan laba bersih juga dipengaruhi tingginya keuntungan perubahan nilai wajar instrumen keuangan pada periode pembanding 2025 sebesar US$46,08 juta, yang tidak kembali dicatat pada 2026. Selain itu, beban pajak penghasilan meningkat menjadi US$12,38 juta.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
|---|---|---|
| Current Ratio | 8,93x | Likuiditas jangka pendek tinggi |
| Quick Ratio | 8,89x | Aset lancar selain persediaan jauh melampaui kewajiban lancar |
| Margin Laba Kotor | 20,98% | Profitabilitas kotor relatif terbatas |
| Margin Laba Bersih | 26,35% | Dipengaruhi pendapatan dan keuntungan nonoperasional |
| ROA | 1,56% | Pengembalian terhadap aset masih rendah |
| ROE | 2,92% | Pengembalian ekuitas pemilik induk masih terbatas |
| DER | 0,86x | Liabilitas setara 86% dari ekuitas |
Catatan: ROA dan ROE menggunakan hasil sembilan bulan tanpa disetahunkan. DER menggunakan total liabilitas. Quick Ratio mengecualikan persediaan.
Rasio likuiditas CDIA menunjukkan kemampuan yang besar untuk menutup kewajiban jangka pendek. Namun, sebagian aset lancar berupa investasi saham yang nilainya dapat berfluktuasi, sehingga kualitas dan likuiditas aktual aset tetap perlu diperhatikan.
Dari sisi profitabilitas, ROA dan ROE masih relatif rendah dibandingkan besarnya aset dan ekuitas. Arus kas operasi juga tercatat negatif US$6,27 juta, dibandingkan positif US$7,71 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
D. Valuasi Saham CDIA
Perhitungan valuasi menggunakan harga saham Rp376, kurs tengah transaksi Bank Indonesia sebesar Rp18.139 per US$ pada 28 Oktober 2026, serta data keuangan September 2026.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| PER | 64,10x | Relatif tinggi berdasarkan laba 9M 2026 yang disetahunkan |
| PBV | 2,49x | Harga saham berada di atas nilai buku ekuitas |
PER menggunakan laba pemilik entitas induk sembilan bulan yang disetahunkan, bukan laba aktual 12 bulan terakhir. PBV menggunakan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setelah memperhitungkan saham treasuri.
PER sebesar 64,10x menunjukkan valuasi relatif premium berdasarkan pendekatan umum, terutama ketika pertumbuhan laba bersih masih mengalami tekanan. Sementara itu, PBV 2,49x menunjukkan harga pasar diperdagangkan lebih tinggi daripada nilai buku perusahaan.
Namun, penilaian premium atau diskon terhadap sektor belum dapat dipastikan tanpa data pembanding perusahaan sejenis. Keberlanjutan pertumbuhan laba, kontribusi aset baru, dan kemampuan menghasilkan arus kas menjadi faktor penting dalam menilai kewajaran valuasi tersebut.
Kesimpulan
Kinerja CDIA hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang didukung ekspansi bisnis pelayaran dan investasi infrastruktur. Namun, kenaikan beban keuangan, penurunan keuntungan nonoperasional, serta arus kas operasi negatif masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Secara keseluruhan, peningkatan aset dan pendapatan belum sepenuhnya tercermin dalam pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Efektivitas ekspansi, pengelolaan utang, dan perbaikan arus kas menjadi indikator utama untuk mengevaluasi kinerja berikutnya.
Profil Singkat Perusahaan
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) merupakan perusahaan investasi infrastruktur yang tergabung dalam Grup Chandra Asri dan Barito Pacific. Kegiatan usahanya melalui entitas anak mencakup penyediaan listrik, transportasi laut, jasa kepelabuhanan, penyewaan tangki dan dermaga, pergudangan, serta pengelolaan air.
Perusahaan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025.
Disclaimer: Informasi yang disajikan PintarSaham.id ditujukan untuk keperluan edukasi dan informasi, bukan rekomendasi atau ajakan jual/beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya adalah tanggung jawab individu .
Ribuan informasi saham bertebaran setiap hari, namun tanpa strategi dan kerangka berpikir yang terstruktur, portofolio yang menjadi taruhannya. Di Membership PintarSaham, kami tidak sekadar memberikan informasi mentah, tetapi menyajikannya dengan analisis fundamental dan teknikal yang terstruktur dan mudah dipahami.
Akses riset mendalam, valuasi, dan komunitas eksklusif kami sekarang juga!
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin