PT Barito Pacific Tbk (BRPT) resmi mengumumkan pelaksanaan buyback saham BRPT 2026 dengan alokasi dana maksimal Rp1 triliun untuk menjaga stabilitas pasar modal. Aksi korporasi ini berlangsung sejak 19 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2026 melalui broker PT Sucor Sekuritas. Keputusan buyback diproyeksikan sedikit menaikkan laba per saham (EPS) dasar dari US$0,00203 menjadi US$0,00205 tanpa mengganggu operasional perusahaan.
Rincian Aksi Korporasi Buyback Saham BRPT 2026
PT Barito Pacific Tbk menyediakan anggaran hingga Rp1.000.000.000.000 untuk pembelian kembali saham perseroan. Dana jumbo tersebut murni berasal dari saldo kas internal perusahaan yang berlebih.
Biaya operasional mencakup biaya transaksi, biaya perantara perdagangan, dan komponen pengeluaran lain terkait aksi buyback. Perusahaan memastikan batasan maksimum porsi saham free float tetap mematuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Emiten: PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- Nilai Maksimal Dana: Rp1.000.000.000.000
- Sumber Dana: Kas internal perseroan
- Perantara Perdagangan: PT Sucor Sekuritas
- Metode Transaksi: Pembelian melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Jadwal Lengkap
Pelaksanaan transaksi berlangsung selama dua bulan penuh pada kuartal keempat tahun 2026. Perusahaan tidak membatasi besaran volume buyback saham dalam satu hari bursa.
| Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
| Pemberitahuan ke BEI dan OJK | 19 Oktober 2026 |
| Pengumuman Keterbukaan Informasi | 19 Oktober 2026 |
| Periode Pelaksanaan Buyback | 19 Oktober 2026 – 31 Desember 2026 |
Dampak bagi Investor
Aksi buyback memberikan sinyal positif terhadap komitmen manajemen dalam menjaga nilai fundamental perseroan. Langkah ini berpotensi meredam tekanan jual saat kondisi pasar saham mengalami fluktuasi secara signifikan.
Pemegang saham lama sama sekali tidak mengalami dilusi kepemilikan atas aksi korporasi ini. Saham hasil buyback berubah status menjadi treasury stock maksimal selama tiga tahun sebelum dialihkan kembali ke pasar.
Saham berstatus treasury stock secara otomatis kehilangan hak atas pembagian dividen tunai. Saham tersebut juga tidak memiliki hak suara dalam proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Pelaksanaan pembelian kembali saham secara proforma menurunkan total aset dan total ekuitas perusahaan. Namun, langkah pengurangan jumlah saham beredar ini justru meningkatkan rasio laba per saham dasar bagi investor.
Perusahaan menjamin kinerja operasional tetap berjalan normal berkat besarnya kapasitas modal kerja. Berikut rincian proforma keuangan berdasarkan laporan 30 Juni 2026 dalam ribuan dolar Amerika Serikat (USD):
- Total Aset (Sebelum): US$18.951.820 | (Sesudah): US$18.895.951
- Total Ekuitas (Sebelum): US$6.493.724 | (Sesudah): US$6.437.855
- Laba Neto Diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk: US$190.485 (Tetap)
- Laba per Saham Dasar (Sebelum): US$0,00203 | (Sesudah): US$0,00205
Poin Penting bagi Investor
- Alokasi kas internal senilai Rp1 triliun mencerminkan likuiditas perseroan yang sangat kuat menghadapi volatilitas pasar.
- Batas waktu pelaksanaan transaksi berakhir pada 31 Desember 2026 tanpa adanya pembatasan volume harian.
- Orang dalam perusahaan seperti komisaris, direktur, dan pegawai dilarang keras bertransaksi saham BRPT selama periode buyback.
- Perseroan wajib mengalihkan kembali treasury stock dalam kurun waktu tiga tahun sesuai aturan POJK 29/2023.
FAQ
Apa alasan utama BRPT melakukan buyback saham? Manajemen mengambil langkah buyback untuk menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Apakah aksi ini mengganggu pembayaran kewajiban atau operasional perusahaan? Tidak, perseroan menggunakan saldo dana kas internal berlebih yang sama sekali tidak mengganggu pendanaan operasional rutin.
Kapan batas akhir pelaksanaan buyback saham BRPT? Periode transaksi buyback berlangsung di Bursa Efek Indonesia hingga tanggal 31 Desember 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Barito Pacific Tbk merupakan perusahaan holding investasi yang berkedudukan di Banjarmasin dengan kantor pusat operasional di Jakarta. Emiten ini mengelola berbagai portofolio bisnis utama meliputi sektor energi terbarukan, petrokimia, properti, perdagangan, hingga perkebunan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin