PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi merealisasikan Akuisisi SGI INET 2026 pada tanggal 15 September 2026 dengan menyuntikkan modal sebesar Rp280,4 miliar. Aksi penyertaan modal ini menghasilkan penguasaan kepemilikan 60,00% atas PT Sarana Global Indonesia (SGI) guna memperluas operasi bisnis emiten ke sektor konstruksi dan jaringan kabel bawah laut.
Rincian Aksi Korporasi Akuisisi SGI INET 2026
PT Sarana Global Indonesia menerbitkan sebanyak 180.000 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp100.000 per lembar saham. Seluruh emisi saham baru tersebut diserap dan disetor secara penuh oleh PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.
Total nilai transaksi atas penyertaan modal tersebut tercatat mencapai nominal Rp280.403.820.000. Selisih antara nilai transaksi akuisisi dengan total nilai nominal saham sebesar Rp18.000.000.000 kemudian dicatatkan ke dalam pos agio saham.
Penyelesaian transaksi ini turut meningkatkan modal dasar SGI dari nominal awal Rp12 miliar menjadi Rp50 miliar. Struktur permodalan baru tersebut secara langsung mengubah komposisi kepemilikan PT Sarana Global Indonesia secara signifikan.
Sebelum aksi korporasi dilaksanakan, komposisi pemegang saham SGI didominasi oleh Chandra Arie Setiawan dengan rasio kepemilikan sebesar 99,99%. Setelah proses penerbitan saham baru selesai, porsi kepemilikan Chandra Arie Setiawan otomatis terdilusi menjadi tersisa 40,00%.
Pemegang saham lainnya yakni Bayu Erriano Affia saat ini hanya memiliki satu lembar saham dengan persentase 0,0003%. Kedua pemegang saham lama tersebut dipastikan telah melepaskan hak mereka untuk mengambil bagian atas emisi saham baru SGI.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Jadwal Lengkap
Proses perizinan dan legalitas terkait aksi korporasi ini telah tuntas dikerjakan pada pertengahan bulan September 2026. Berikut merupakan rincian jadwal pelaksanaan penyertaan modal tersebut secara berurutan:
- Pengumuman rencana akuisisi kepada publik: 8 Mei 2026.
- Tanggal Akta Keputusan Pemegang Saham SGI: 15 September 2026.
- Persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia: 16 September 2026.
- Pencatatan Sistem Administrasi Badan Hukum: 16 September 2026.
Dampak bagi Investor
Aksi korporasi ini tidak menimbulkan efek dilusi bagi pemegang saham publik INET karena transaksi dirancang sebagai penyuntikan modal langsung kepada entitas anak. Struktur permodalan emiten hanya akan menyesuaikan dengan masuknya aset konsolidasi dari SGI sebesar 60,00% ke dalam neraca keuangan.
Langkah ekspansi ini juga membuka potensi sumber pendapatan baru bagi grup emiten di masa mendatang. Fokus operasional entitas anak akan sangat membantu perusahaan karena mencakup area rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), serta pemeliharaan sistem kabel kelistrikan.
Kondisi Keuangan Terkait
Transaksi penyertaan modal senilai Rp280,4 miliar ini setara dengan rasio 7,35% dari total ekuitas emiten per tanggal 30 Juni 2026. Nilai ekuitas tercatat INET pada periode pengawasan tersebut berada di kisaran angka Rp3,80 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi, proporsi nilai aset SGI sebesar Rp403,2 miliar menyumbang rasio 6,60% terhadap total aset INET. Tingkat pendapatan SGI yang bernilai Rp52,4 miliar turut memberikan sumbangsih persentase sekitar 5,67% terhadap total pendapatan grup.
Dari kacamata profitabilitas, SGI diketahui masih mencatatkan rugi bersih periode berjalan dengan nominal mencapai Rp101 miliar. Angka kerugian tersebut menghasilkan rasio minus 295,47% apabila dikomparasikan dengan perolehan laba bersih INET sebesar Rp34,2 miliar.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia
FAQ
- Apa tujuan utama dari aksi korporasi ini? Tujuan utama akuisisi ini adalah memperluas ruang lingkup kegiatan usaha perusahaan menuju sektor EPC dan pemeliharaan kabel serat optik bawah laut.
- Apakah aksi penyertaan modal ini termasuk transaksi material? Transaksi ini bukan merupakan transaksi material karena nilai akuisisi hanya setara dengan 7,35% dari total ekuitas INET.
- Bagaimana status operasional SGI pasca penyelesaian transaksi? SGI secara resmi beroperasi sebagai Entitas Anak INET secara langsung dengan persentase kepemilikan saham mencapai 60,00%.
- Apakah terdapat penolakan dari pihak kreditur terkait transaksi permodalan ini? Tidak ada keberatan dari kreditur SGI dalam batas waktu empat belas hari sejak pengumuman dirilis, sehingga kreditur secara hukum dianggap menyetujui transaksi.
Poin Penting bagi Investor
- Total nilai penyertaan modal mencapai nominal Rp280.403.820.000.
- INET resmi menguasai 180.000 lembar saham baru SGI yang setara dengan porsi 60,00%.
- Kegiatan usaha entitas anak mencakup pemasangan jaringan transmisi listrik dan konstruksi sentral telekomunikasi.
- Aksi permodalan ini dipastikan bukan merupakan bagian dari transaksi afiliasi.
Profil Singkat Perusahaan
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk beroperasi di bidang aktivitas perusahaan holding dan penyedia layanan jaringan telekomunikasi. Emiten ini aktif mengelola jasa Internet Service Provider dan penyewaan infrastruktur fiber optic melalui dukungan entitas anak.
PT Sarana Global Indonesia memiliki cakupan kegiatan usaha di bidang konstruksi sentral telekomunikasi untuk area permukaan tanah hingga medium bawah air. Perusahaan ini juga tercatat aktif melayani konstruksi bangunan sipil khusus untuk industri minyak dan gas bumi.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin