Jakarta, 7 September 2026 – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), perusahaan industri terkemuka di Asia Tenggara, terus memperkuat kesiapsiagaan dan langkah mitigasi seiring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau terutama untuk operasionalnya di wilayah Cilegon, Banten. Hingga saat ini, kegiatan operasional Perusahaan, termasuk produksi, pengelolaan fasilitas dan infrastruktur, serta aktivitas logistik dan distribusi tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan.
Chandra Asri Group secara aktif memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan terus menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan, baik di wilayah Banten maupun tingkat nasional. Bersama Pemerintah Kota Cilegon, Perusahaan juga telah mengikuti rapat koordinasi untuk membahas perkembangan situasi dan langkah kesiapsiagaan yang diperlukan.
Pemantauan dilakukan secara berkala dengan mengacu pada informasi dan arahan dari pihak yang berwenang, sebagai bagian dari langkah Perusahaan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi kondisi yang mungkin terjadi. Chandra Asri Group juga secara rutin memonitor pembaruan laporan harian dari BMKG terkait aktivitas gunung dan potensi sebaran abu vulkanik, serta ketinggian air laut di area jetty sebagai bagian dari kewaspadaan.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, mengatakan, “Keselamatan karyawan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional merupakan prioritas kami. Sejalan dengan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kami terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan. Hingga saat ini, kegiatan operasional kami tetap berjalan aman dengan berbagai langkah pencegahan dan prosedur tanggap darurat yang telah disiapkan.”
Untuk memperkuat kesiapan dalam berbagai kemungkinan kondisi, Perusahaan juga melakukan pemeriksaan terhadap kecukupan dan kesiapan peralatan tanggap darurat, serta melakukan simulasi untuk berbagai skenario dan prosedur penghentian operasional fasilitas dalam waktu yang cepat apabila dibutuhkan.
Di area operasional, Perusahaan meningkatkan pemantauan kondisi debu atau abu vulkanik melalui pemeriksaan rutin dan patroli lapangan. Perusahaan juga mengimbau kepada karyawan terkait potensi paparan abu vulkanik termasuk penggunaan masker sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, prosedur kesiapsiagaan kembali disosialisasikan kepada tim terkait di lapangan untuk memastikan setiap personel memahami langkah yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat.
Perusahaan juga memastikan kegiatan pembersihan filter berjalan rutin serta menjaga ketersediaan filter dan suku cadang kritis yang diperlukan untuk mendukung kesiapan fasilitas.
Chandra Asri Group terus melakukan koordinasi internal dengan pihak terkait, termasuk mengikuti perkembangan informasi serta arahan dari otoritas yang berwenang. Perusahaan akan terus memantau kondisi dan menyesuaikan langkah kesiapsiagaan sesuai dengan perkembangan situasi, dengan tetap memprioritaskan keselamatan karyawan, masyarakat, dan keberlangsungan operasional sebagai prioritas utama.
Tentang Chandra Asri Group Chandra Asri Group adalah perusahaan industri terkemuka di Asia Tenggara yang menjalankan bisnisnya melalui tiga pilar strategis, yaitu Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, dan Solusi Mobilitas. Didirikan di Indonesia pada 1992, Chandra Asri Group telah membangun rekam jejak yang kuat sebagai Mitra Pertumbuhan yang andal bagi pelanggan dan pemangku kepentingan, dengan bisnis dan aset strategis di Indonesia dan Singapura, serta membangun kehadiran ke Malaysia.
Portofolio aset Grup mencakup operasional Energi & Kimia terintegrasi, termasuk naphtha cracker di Cilegon dengan kapasitas produksi ethylene sebesar 0,9 juta metrik ton per tahun, kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari dan naphtha cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta sekitar 2,5 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong. Chandra Asri Group juga memperluas portofolio kimianya dengan mengembangkan fasilitas chlor-alkali dan ethylene dichloride berskala dunia di Cilegon.
Pilar Infrastruktur Terintegrasi mencakup empat bidang utama, yaitu Daya, Air, Kepelabuhanan dan Penyimpanan, serta Logistik, yang menyediakan layanan penting untuk mendukung kegiatan industri dan konektivitas regional. Sejalan dengan perkembangan portofolionya, Solusi Mobilitas memperluas jangkauan Grup lebih dekat dengan konsumen melalui ~60 SPBU ritel Esso. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.chandra-asri.com.