Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisis Saham SMRA: Membedah Kinerja Keuangan Semester I 2026 dan Valuasinya

Analisis Saham SMRA: Membedah Kinerja Keuangan Semester I 2026 dan Valuasinya

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan kinerja keuangan pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 menunjukkan dinamika pada struktur aset dan profitabilitas.

Analisis Saham SMRA dari Sisi Kinerja Keuangan Semester I 2026

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Dalam Ribuan IDRSemester I 2026
(30 Juni 2026)
FY 2025 (31 Desember 2025)Perubahan YoY / Periode (%)
Total Aset41.303.951.90838.342.511.906+7,72%
Aset Lancar17.653.615.07516.140.140.534+9,38%
Aset Tidak Lancar23.650.336.83322.202.371.372+6,52%
Total Liabilitas24.913.125.05122.337.631.471+11,53%
Liabilitas Jangka Pendek16.220.044.95814.995.065.350+8,17%
Liabilitas Jangka Panjang8.693.080.0937.342.566.121+18,39%
Total Ekuitas16.390.826.85716.004.880.435+2,41%

Total aset perseroan mengalami kenaikan sebesar 7,72% yang didorong oleh perluasan aset tidak lancar serta lonjakan kas dan setara kas. Pertumbuhan aset lancar sebesar 9,38% memperkuat posisi likuiditas perseroan di pertengahan tahun 2026.

Di sisi kewajiban, total liabilitas tercatat naik 11,53% yang utamanya bersumber dari peningkatan utang bank jangka panjang dan penerbitan obligasi. Peningkatan kewajiban finansial tersebut menuntut pengelolaan arus kas yang lebih efisien guna menjaga beban bunga.

Sementara itu, total ekuitas perseroan tumbuh terbatas sebesar 2,41% menjadi Rp 16,39 triliun seiring dengan akumulasi laba bersih berjalan dan pembayaran dividen kas.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam Ribuan IDRSemester I 2026Semester I 2025Perubahan YoY (%)
Pendapatan4.251.121.5424.580.419.043-7,19%
Laba Kotor2.123.200.2452.299.638.976-7,67%
Laba Usaha1.262.012.1651.371.472.765-7,98%
Laba Bersih550.108.903698.337.547-21,23%
EPS (Rupiah penuh)20,1330,50-33,99%

Penurunan pendapatan neto sebesar 7,19% menjadi faktor utama yang menekan capaian laba kotor dan laba usaha perseroan. Selain itu, kenaikan biaya keuangan yang mencapai Rp 627,40 miliar turut menggerus perolehan laba bersih periode berjalan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada laba per saham dasar (earnings per share) bagi pemilik entitas induk yang terkoreksi dari Rp 30,50 menjadi Rp 20,13. Kontraksi ini dipengaruhi oleh penurunan penyerahan unit properti pada semester pertama.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio1,09xLikuiditas jangka pendek tergolong aman untuk memenuhi kewajiban segera.
Quick Ratio0,40xLikuiditas tanpa persediaan tergolong relatif rendah.
Margin Laba Kotor49,94%Efisiensi biaya produksi dan pengembangan properti masih sangat baik.
Margin Laba Bersih12,94%Konversi pendapatan menjadi laba bersih berada di tingkat moderat.
ROA1,33%Imbal hasil atas seluruh aset perseroan tercatat relatif terbatas.
ROE3,36%Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham belum optimal.
DER1,52xStruktur modal didominasi oleh pendanaan liabilitas dibanding ekuitas.

Nilai current ratio sebesar 1,09x menunjukkan aset lancar perseroan masih mencukupi untuk menutup liabilitas jangka pendek. Namun, quick ratio sebesar 0,40x mengindikasikan bahwa sebagian besar aset lancar masih berbentuk persediaan rumah dan tanah.

Rasio utang terhadap ekuitas (DER) di tingkat 1,52x mencerminkan struktur permodalan yang bergantung pada pinjaman untuk mendukung operasional. Meskipun demikian, margin laba kotor yang mendekati angka 50% membuktikan daya saing harga jual produk perseroan tetap kuat.

D. Valuasi Saham

IndikatorNilaiInterpretasi
PER8,10xValuasi berbasis laba disetahunkan tergolong relatif murah (discounted).
PBV0,45xHarga saham ditransaksikan di bawah nilai buku per lembar perseroan.

Berdasarkan harga closing Rp 326 per saham, valuasi relatif SMRA saat ini berada pada tingkat diskon. Angka PBV sebesar 0,45x mengindikasikan pasar memperdagangkan saham ini jauh di bawah nilai ekuitas riil per saham.

Meskipun valuasi saham tergolong murah, pemodal tetap perlu mempertimbangkan risiko tekanan beban bunga dan potensi pemulihan penjualan real estat.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Summarecon Agung Tbk pada Semester I 2026 menghadapi tantangan berupa penurunan laba bersih akibat tingginya beban keuangan. Valuasi saham yang berada di bawah nilai bukunya menawarkan tingkat diskon, namun memerlukan pengawasan pada sisi tingkat utang perseroan.

Profil Singkat Perusahaan

PT Summarecon Agung Tbk didirikan pada tahun 1975 dan bergerak di bidang pengembangan real estat, pengembang kawasan kota mandiri, serta pengelolaan properti komersial. Perseroan mengelola portofolio kota mandiri terpadu di kawasan strategis seperti Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Karawang, Bandung, Makassar, hingga Bogor.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here