Analisis saham OKAS pada penutupan perdagangan 24 Juli 2026 berada di level harga Rp101 per lembar. Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika fundamental perusahaan yang tengah mengalami pemulihan pendapatan operasional, namun tertekan peningkatan beban pokok dan beban usaha sepanjang Semester 1 2026.
Kinerja Keuangan Saham OKAS Semester 1 2026
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam USD | H1 2026 | FY 2025 | Perubahan YoY/YoTD |
| Total Aset | $157.633.618 | $154.883.892 | +1,78% |
| Aset Lancar | $79.496.508 | $75.070.697 | +5,89% |
| Aset Tidak Lancar | $78.137.110 | $79.813.195 | -2,10% |
| Total Liabilitas | $100.796.781 | $92.689.345 | +8,75% |
| Liabilitas Jangka Pendek | $61.787.511 | $51.122.029 | +20,86% |
| Liabilitas Jangka Panjang | $39.009.270 | $41.567.316 | -6,15% |
| Total Ekuitas | $56.836.837 | $62.194.547 | -8,61% |
Total aset perusahaan mengalami pertumbuhan tipis yang didorong oleh kenaikan kas dan persediaan pada aset lancar. Peningkatan aset ini sejalan dengan meningkatnya kewajiban jangka pendek perusahaan.
Kenaikan signifikan pada liabilitas jangka pendek disebabkan oleh lonjakan uang muka penjualan dan utang dividen. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan total ekuitas perusahaan pada akhir periode Semester 1 2026.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam USD | H1 2026 | H1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | $76.327.550 | $76.083.973 | +0,32% |
| Laba Kotor | $18.944.749 | $22.631.494 | -16,29% |
| Laba Usaha | $3.880.697 | $10.390.232 | -62,65% |
| Laba Bersih | $1.055.398 | $5.863.039 | -82,00% |
| EPS (Laba Bersih Entitas Induk) | $(0,0005) | $0,0005 | -200,00% |
Pendapatan perusahaan relatif stabil secara tahunan dengan kenaikan tipis. Kenaikan beban pokok penjualan menekan margin laba kotor pada periode berjalan.
Peningkatan beban penjualan serta umum dan administrasi memperdalam penurunan laba usaha. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencatatkan nilai negatif akibat porsi dividen dan laba kepentingan non-pengendali.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,29x | Aset lancar cukup untuk menutup kewajiban jangka pendek. |
| Quick Ratio | 0,84x | Likuiditas sangat ketat jika persediaan dikeluarkan dari aset lancar. |
| Margin Laba Kotor | 24,82% | Profitabilitas kotor tergolong sedang di industri pendukung tambang. |
| Margin Laba Bersih | 1,38% | Profitabilitas konversi pendapatan menjadi laba bersih sangat tipis. |
| ROA | 0,67% | Efisiensi penggunaan total aset untuk mencetak laba tergolong rendah. |
| ROE | 1,86% | Tingkat pengembalian modal ekuitas konsolidasian berada pada level minimum. |
| DER | 1,77x | Tingkat leverage keuangan tergolong tinggi. |
Struktur keuangan konsolidasian menunjukkan ketergantungan yang cukup besar pada utang pinjaman luar. Kemampuan menghasilkan laba bersih berada pada kisaran rendah akibat tergerus beban operasional.
Tingkat likuiditas jangka pendek memerlukan pemantauan ketat agar tidak mengganggu arus kas operasional. Pengelolaan rasio utang terhadap ekuitas menjadi perhatian mendasar bagi kestabilan struktur modal.
D. Valuasi Saham
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | N/A (Negatif) | Perusahaan mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan ke induk. |
| PBV | 0,91x | Harga saham berada sedikit di bawah nilai buku ekuitasnya. |
Valuasi rasio Price to Book Value (PBV) menunjukkan posisi diskon terhadap nilai buku konsolidasian. Ketiadaan PER akibat rugi bersih entitas induk menjadi indikator penting penilaian valuasi saham ini.
Kesimpulan
Kinerja saham OKAS pada Semester 1 2026 menunjukkan pendapatan yang stagnan dengan tekanan profitabilitas yang signifikan. Penurunan laba bersih serta struktur utang yang cukup tinggi menjadi tantangan utama stabilitas keuangan perusahaan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) adalah perusahaan induk (Holding) yang berfokus pada sektor penyedia jasa pertambangan, minyak dan gas bumi, serta bahan peledak. Melalui entitas anaknya seperti PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) dan PT Bormindo Nusantara (BN), OKAS menyediakan jasa pendukung operasional energi dan pertambangan di Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin