PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengumumkan Transaksi Afiliasi DSSA 2026 berupa akuisisi 100% saham PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) senilai Rp4.000.000.000.500. Aksi korporasi ini dilakukan oleh anak usaha DSSA untuk memperkuat struktur bisnis dan mempercepat integrasi ekosistem infrastruktur digital perusahaan.
Rincian Transaksi Afiliasi DSSA 2026
Transaksi ini melibatkan pembelian 11.193.772.120 lembar saham BMT secara tunai. Pihak pembeli adalah PT DSST Mas Gemilang (DSST) dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS), sementara pihak penjual terdiri dari PT Infinity Investama (IFI) dan PT Prima Mas Abadi (PMA).
Sebelum pelaksanaan transaksi, IFI memegang kepemilikan mayoritas sebanyak 11.193.772.119 saham BMT. PMA tercatat sebagai pihak penjual yang memegang 1 lembar saham BMT.
Nilai transaksi mencapai Rp4.000.000.000.500, di luar pajak dan biaya transaksi lainnya yang ditanggung masing-masing pihak. Rasio nilai transaksi ini setara dengan 10,54% dari total ekuitas perusahaan berdasarkan laporan keuangan tahun 2025.
Aksi ini tergolong transaksi afiliasi karena entitas yang bertransaksi dimiliki atau dikendalikan secara langsung maupun tidak langsung oleh Franky Oesman Widjaja. Ekspansi ini dirancang guna meningkatkan kemampuan DSSA dalam menyediakan solusi teknologi business-to-business berbasis internet-of-things.
Jadwal Lengkap
- Penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) antar pihak terkait: 29 Juni 2026.
- Penerbitan dokumen Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham: 1 Juli 2026.
- Tanggal penerbitan laporan penilai independen atas nilai pasar BMT: 26 Juni 2026.
- Tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran transaksi independen: 29 Juni 2026.
Dampak bagi Investor
Transaksi ini tidak diklasifikasikan sebagai transaksi material karena nilainya tidak menembus batas 20% dari nilai ekuitas perusahaan. Aksi ini juga dipastikan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan.
Tidak ditemukan adanya perbedaan kepentingan ekonomi antara perusahaan dengan anggota dewan direksi, komisaris, maupun pemegang saham utama yang berpotensi merugikan. Penggunaan dana internal untuk akuisisi ini dinilai tidak memberikan efek dilusi kepemilikan bagi pemegang saham publik DSSA. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham Untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi proforma, total aset DSSA pasca-transaksi diproyeksikan berada pada angka 4.415,0 dalam ribuan USD. Total ekuitas perusahaan juga tercatat tetap stabil pada nilai 2.261,2 dalam ribuan USD.
Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan selaku penilai independen menyimpulkan nilai pasar wajar 100% saham BMT berada di level Rp4.153,49 miliar. Penilai independen menegaskan bahwa nilai transaksi senilai Rp4 Triliun yang dieksekusi perusahaan tergolong wajar. Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi IDX
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah transaksi ini memerlukan persetujuan RUPS Independen? Tidak, transaksi ini merupakan transaksi afiliasi yang tidak mengandung benturan kepentingan serta nilainya berada di bawah 20% dari ekuitas perusahaan.
Apa tujuan operasional dari akuisisi ini? Tujuan utama aksi ini adalah untuk memperluas lingkup layanan solusi digital terintegrasi, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan memperkuat daya saing ekosistem teknologi perusahaan.
Siapa penilai independen yang mengesahkan nilai transaksi? Perusahaan menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto dan Rekan untuk menyusun laporan penilaian objek dan opini kewajaran transaksi.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai transaksi akuisisi ditetapkan sebesar Rp4.000.000.000.500.
- Objek transaksi mencakup 100% saham beredar PT Bali Media Telekomunikasi.
- Rasio materialitas transaksi berada pada tingkat 10,54% dari total ekuitas perusahaan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk merupakan perusahaan publik yang beroperasi pada bisnis infrastruktur digital dan teknologi. Layanan utama perusahaan mencakup penyediaan layanan internet, pengelolaan pusat data, serta penyusunan solusi digital.
Objek transaksi, yakni PT Bali Media Telekomunikasi, adalah perseroan terbatas yang bergerak dalam sektor perdagangan besar peralatan telekomunikasi dan aktivitas holding. Perseroan tersebut juga menyediakan layanan konsultasi manajemen, strategi korporasi, serta perencanaan operasional organisasi.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin