PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melakukan transaksi afiliasi berupa pembelian 59 saham Seri A PT Home Credit Indonesia (HCI) dari PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF). Transaksi afiliasi BDMN ini bernilai Rp400 miliar dan mewakili 9,82% dari total saham yang telah dikeluarkan oleh HCI.
Transaksi ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional dalam Konglomerasi Keuangan MUFG di Indonesia. BDMN menyatakan transaksi ini bukan transaksi material dan tidak mengandung benturan kepentingan.
Rincian Transaksi Afiliasi BDMN
BDMN menandatangani perjanjian jual beli saham HCI dengan ADMF pada 24 Juni 2026. Objek transaksi adalah 59 saham Seri A HCI dengan total nilai nominal Rp59 miliar.
Harga penjualan atas seluruh saham yang dijual ditetapkan sebesar Rp400 miliar. KJPP Kusnanto & Rekan menilai nilai pasar objek transaksi sebesar Rp408,95 miliar per 31 Desember 2025.
| Keterangan | Detail |
| Emiten terkait | PT Bank Danamon Indonesia Tbk |
| Kode saham | BDMN |
| Jenis transaksi | Transaksi afiliasi |
| Pihak pembeli | PT Bank Danamon Indonesia Tbk |
| Pihak penjual | PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk |
| Objek transaksi | 59 saham Seri A PT Home Credit Indonesia |
| Persentase saham HCI | 9,82% |
| Total nilai nominal saham | Rp59.000.000.000 |
| Nilai transaksi | Rp400.000.000.000 |
| Nilai pasar menurut KJPP | Rp408.950.000.000 |
| Tanggal transaksi | 24 Juni 2026 |
Transaksi ini disebut sebagai transaksi afiliasi karena BDMN memiliki 74,50% saham ADMF. BDMN dan ADMF juga berada dalam pengendalian MUFG Bank, Ltd.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Transaksi Afiliasi BDMN
Jadwal Lengkap
Berikut jadwal utama transaksi afiliasi BDMN:
| Tanggal | Agenda |
| 25 April 2025 | MUFG menunjuk BDMN sebagai PIKK Operasional KK MUFG di Indonesia |
| 24 Juni 2025 | OJK menyetujui BDMN sebagai PIKK Operasional KK MUFG |
| 5 Juni 2026 | OJK menyetujui izin kegiatan penyertaan modal BDMN pada HCI |
| 24 Juni 2026 | BDMN menandatangani perjanjian jual beli 9,82% saham HCI dari ADMF |
| 25 Juni 2026 | Keterbukaan informasi diterbitkan |
Transaksi ini dilakukan dalam rangka pemenuhan POJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan. BDMN akan menjalankan peran sebagai PIKK Operasional secara lebih efektif melalui penguatan kepemilikan dan pengendalian atas HCI.
Baca juga: Hasil Keputusan OJK atas Persetujuan Bank Danamon sebagai PIKK Operasional KK MUFG
Dampak bagi Investor
Transaksi ini tidak menyebabkan dilusi saham BDMN karena tidak ada penerbitan saham baru. Jumlah saham beredar BDMN tidak berubah akibat pembelian 9,82% saham HCI dari ADMF.
Dari sisi struktur grup, BDMN memperkuat posisi sebagai pemegang saham pengendali HCI. HCI akan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan konsolidasian BDMN, sehingga kinerja dan posisi keuangan HCI akan tercermin dalam laporan BDMN.
Transaksi ini dapat memperluas eksposur BDMN ke segmen pembiayaan multiguna berbasis digital. HCI memiliki fokus pada pembiayaan produk rumah tangga dan elektronik, sehingga potensi sinergi dapat muncul dari akuisisi nasabah, pemanfaatan data, analitik, pengembangan produk, dan ekosistem pembiayaan konsumen.
Risiko yang perlu dicermati adalah kualitas aset HCI, pembiayaan bermasalah, kebutuhan pendanaan, serta integrasi tata kelola dan manajemen risiko dalam Konglomerasi Keuangan MUFG. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Dokumen keterbukaan menyebut transaksi ini bukan transaksi material berdasarkan laporan keuangan BDMN dan HCI per 31 Desember 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan. Nilai transaksi sebesar Rp400 miliar berada di bawah nilai pasar objek transaksi menurut KJPP Kusnanto & Rekan sebesar Rp408,95 miliar.
KJPP Kusnanto & Rekan juga memberikan pendapat kewajaran atas transaksi. Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi, data, dan informasi yang diperoleh, KJPP menyatakan transaksi tersebut wajar.
HCI telah beroperasi sejak 2013 dan bergerak di bidang pembiayaan, termasuk pembiayaan investasi, modal kerja, multiguna, kartu kredit, serta kegiatan pembiayaan lain yang disetujui OJK. HCI telah melayani lebih dari 6,6 juta pelanggan melalui lebih dari 20.000 titik penjualan di lebih dari 200 kota.
FAQ
Apa inti transaksi afiliasi BDMN?
BDMN membeli 59 saham Seri A HCI dari ADMF dengan nilai transaksi Rp400 miliar.
Berapa porsi saham HCI yang dibeli BDMN?
Saham yang dibeli mewakili 9,82% dari total saham yang telah dikeluarkan oleh HCI.
Apakah transaksi ini menyebabkan dilusi saham BDMN?
Transaksi ini tidak menyebabkan dilusi karena BDMN tidak menerbitkan saham baru.
Mengapa BDMN melakukan transaksi ini?
Transaksi dilakukan untuk memperkuat kepemilikan dan pengendalian atas HCI dalam rangka pemenuhan ketentuan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional KK MUFG.
Poin Penting bagi Investor
- BDMN membeli 9,82% saham HCI dari ADMF.
- Nilai transaksi ditetapkan sebesar Rp400 miliar.
- Objek transaksi adalah 59 saham Seri A HCI dengan nilai nominal Rp59 miliar.
- KJPP Kusnanto & Rekan menilai nilai pasar objek transaksi sebesar Rp408,95 miliar.
- KJPP menyatakan transaksi ini wajar.
- Transaksi tidak menyebabkan dilusi saham BDMN.
- HCI akan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan konsolidasian BDMN.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Danamon Indonesia Tbk adalah perusahaan terbuka yang bergerak di bidang perbankan. BDMN menjalankan kegiatan usaha sebagai Bank Umum Konvensional, termasuk kegiatan perbankan melalui Unit Usaha Syariah.
PT Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan yang beroperasi di Indonesia sejak 2013. HCI menyediakan layanan pembiayaan konsumen, pembiayaan multiguna, dan layanan keuangan yang berorientasi pada kebutuhan konsumen.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin