Dividen SSIA 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp5 per saham dengan total nilai Rp23,53 miliar untuk tahun buku 2025. PT Surya Semesta Internusa Tbk akan membayarkan dividen tunai pada 23 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date 1 Juli 2026.
Pembagian dividen ini merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada 19 Juni 2026. Investor perlu memperhatikan jadwal cum dividend, ex dividend, recording date, serta ketentuan perpajakan agar hak dividen tidak terlewat.
Rincian Aksi Korporasi Dividen SSIA 2026
PT Surya Semesta Internusa Tbk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai Rp23.526.247.200. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp5 per saham.
Aksi korporasi ini berbentuk pembagian dividen tunai, bukan penerbitan saham baru. Dengan demikian, aksi ini tidak menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama.
Dividen akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 1 Juli 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Pemilik saham SSIA dalam subrekening efek KSEI pada penutupan perdagangan tanggal tersebut juga berhak menerima dividen.
Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen akan dilakukan melalui KSEI. Dana dividen kemudian didistribusikan ke rekening perusahaan efek atau bank kustodian pada 23 Juli 2026.
Sumber Informasi: Pengumuman Jadwal dan Tata Cara Pembayaran Dividen Tunai Tahun Buku 2025 PT Surya Semesta Internusa Tbk
Jadwal Lengkap Dividen SSIA 2026
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai SSIA tahun buku 2025:
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Cum dividend pasar reguler dan negosiasi | 29 Juni 2026 |
| Cum dividend pasar tunai | 1 Juli 2026 |
| Ex dividend pasar reguler dan negosiasi | 30 Juni 2026 |
| Ex dividend pasar tunai | 2 Juli 2026 |
| Recording date | 1 Juli 2026 |
| Tanggal pembayaran dividen tunai | 23 Juli 2026 |
Tanggal cum dividend menjadi batas akhir pembelian saham agar investor masih memperoleh hak dividen. Setelah memasuki periode ex dividend, pembelian saham tidak lagi memberikan hak atas dividen tahun buku 2025.
Dampak bagi Investor
Pembagian dividen SSIA 2026 memberikan arus kas kepada pemegang saham yang memenuhi ketentuan recording date. Nilai dividen yang diterima bergantung pada jumlah saham SSIA yang dimiliki saat pencatatan pemegang saham.
Aksi ini tidak mengubah jumlah saham beredar karena tidak terdapat penerbitan saham baru. Oleh karena itu, persentase kepemilikan pemegang saham lama tidak terdilusi akibat pembagian dividen tunai ini. Baca juga: MESOP SSIA 2026: Surya Semesta Internusa Siapkan 235,26 Juta Saham Baru
Dari sisi harga pasar, saham yang memasuki periode ex dividend berpotensi mengalami penyesuaian harga secara teknis. Investor tetap perlu memperhatikan likuiditas, pergerakan harga, dan tujuan investasi masing-masing secara objektif.
Dari sisi perpajakan, pemegang saham wajib memperhatikan status pajak dan kelengkapan dokumen. WP Badan dalam negeri dapat dikecualikan dari objek pajak, sedangkan WPOP dalam negeri dapat memperoleh pengecualian pajak sepanjang dividen diinvestasikan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemegang saham badan dalam negeri yang belum mencantumkan NPWP dapat dikenakan PPh sebesar 30%. Wajib Pajak Luar Negeri tanpa dokumen SKD dan Form DGT yang memenuhi ketentuan dapat dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Informasi keterbukaan menyebutkan total dividen tunai yang dibagikan sebesar Rp23,53 miliar. Nilai ini menunjukkan jumlah kas yang akan dialokasikan Perseroan untuk pemegang saham atas laba tahun buku 2025.
Keterbukaan informasi tidak mencantumkan laba bersih, payout ratio, saldo kas, atau rasio keuangan lain yang menjadi dasar perhitungan dividen. Karena itu, analisis kondisi keuangan perlu mengacu pada laporan keuangan tahunan atau laporan keuangan terbaru Perseroan.
FAQ Dividen SSIA 2026
Berapa nilai dividen SSIA 2026 per saham?
SSIA membagikan dividen tunai sebesar Rp5 per saham untuk tahun buku 2025.
Kapan tanggal cum dividend SSIA di pasar reguler dan negosiasi?
Tanggal cum dividend SSIA di pasar reguler dan negosiasi adalah 29 Juni 2026.
Kapan dividen tunai SSIA dibayarkan?
Dividen tunai SSIA dijadwalkan dibayarkan pada 23 Juli 2026 melalui KSEI untuk saham yang berada dalam penitipan kolektif.
Apakah dividen SSIA 2026 menyebabkan dilusi?
Dividen tunai SSIA 2026 tidak menyebabkan dilusi karena tidak ada penerbitan saham baru dalam aksi korporasi ini.
Poin Penting bagi Investor
- SSIA membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp23.526.247.200.
- Nilai dividen setara dengan Rp5 per saham.
- Cum dividend pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 29 Juni 2026.
- Recording date ditetapkan pada 1 Juli 2026.
- Pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 23 Juli 2026.
- Aksi ini tidak menyebabkan dilusi kepemilikan.
- Ketentuan pajak dividen bergantung pada status wajib pajak dan kelengkapan dokumen.
Profil Singkat Perusahaan
PT Surya Semesta Internusa Tbk merupakan perusahaan terbuka dengan kode saham SSIA. Perseroan dikenal sebagai emiten yang bergerak dalam pengembangan kawasan, properti, dan layanan pendukung melalui grup usahanya.
Sebagai perusahaan tercatat, SSIA menyampaikan informasi aksi korporasi kepada publik melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Pengumuman dividen tunai ini menjadi bagian dari pelaksanaan keputusan RUPST tahun buku 2025.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin