PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyampaikan transaksi afiliasi berupa perjanjian pinjaman senilai Rp5 miliar dengan PT Bukit Bali Permai (BBP). Transaksi afiliasi BUVA ini terjadi pada 18 Juni 2026, dengan jangka waktu pembayaran selama 5 tahun dan dinyatakan tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
BBP merupakan anak perusahaan BUVA karena Perseroan memiliki 99,999% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor BBP. Transaksi ini juga memiliki hubungan afiliasi karena terdapat kesamaan anggota Direksi dan Dewan Komisaris serta pengendalian langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama.
Rincian Transaksi Afiliasi BUVA
BUVA menyampaikan laporan informasi atas transaksi afiliasi PT Bukit Bali Permai melalui surat bernomor 107.03.04/BUVA/VI/2026. Surat tersebut diterbitkan di Jakarta pada 22 Juni 2026 dan ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan.
Objek transaksi adalah perjanjian pinjaman antara BUVA dan BBP. Nilai transaksi ditetapkan sebesar Rp5.000.000.000.
BBP merupakan pihak terafiliasi karena BUVA memiliki 99,999% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam BBP. Selain itu, BUVA dan BBP memiliki anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang sama serta dikendalikan langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama.
Jangka waktu pembayaran pinjaman adalah 5 tahun. Pembayaran pinjaman dapat dilakukan melalui pembayaran tunai, konversi seluruh atau sebagian nilai pinjaman menjadi saham baru sesuai kesepakatan BUVA dan BBP, serta cara lain yang disepakati secara tertulis oleh kedua pihak.
Sumber Informasi: Laporan Informasi BUVA atas Transaksi Afiliasi PT Bukit Bali Permai
Jadwal Lengkap
| Agenda | Tanggal / Keterangan |
| Tanggal transaksi | 18 Juni 2026 |
| Tanggal keterbukaan informasi | 22 Juni 2026 |
| Objek transaksi | Perjanjian pinjaman |
| Pihak pemberi dan penerima pinjaman | BUVA dan BBP |
| Nilai transaksi | Rp5.000.000.000 |
| Jangka waktu pembayaran | 5 tahun |
| Metode pembayaran | Tunai, konversi pinjaman, atau cara lain yang disepakati tertulis |
Keterbukaan informasi ini disampaikan sebagai laporan transaksi afiliasi kepada OJK. Perseroan juga menyampaikan tembusan kepada Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia.
Dampak bagi Investor
Transaksi afiliasi BUVA tidak menyebabkan dilusi langsung bagi pemegang saham BUVA karena Perseroan tidak menerbitkan saham baru di tingkat perusahaan publik. Jumlah saham beredar BUVA tidak berubah akibat perjanjian pinjaman ini.
Dampak utama berada pada hubungan pendanaan antara BUVA dan BBP sebagai anak perusahaan. Pinjaman Rp5 miliar dapat menjadi dukungan pendanaan bagi BBP, tetapi investor perlu mencermati tujuan penggunaan dana dan kemampuan BBP dalam memenuhi kewajiban pembayaran.
Ketentuan pembayaran yang dapat dilakukan melalui konversi pinjaman menjadi saham baru menunjukkan adanya fleksibilitas penyelesaian kewajiban. Jika opsi konversi digunakan, dampaknya lebih relevan terhadap struktur permodalan BBP sebagai anak usaha, bukan langsung terhadap saham publik BUVA.
BUVA menyatakan transaksi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Dokumen keterbukaan informasi ini tidak memuat laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, rasio utang, atau proforma dampak transaksi terhadap BUVA. Informasi utama yang tersedia adalah nilai transaksi, pihak yang bertransaksi, hubungan afiliasi, tenor pinjaman, dan metode pembayaran.
Nilai transaksi sebesar Rp5 miliar perlu dilihat bersama kondisi keuangan BUVA dan BBP pada laporan keuangan periode berikutnya. Investor dapat mencermati pengaruh pinjaman ini terhadap posisi kas, piutang kepada pihak berelasi, dan struktur pendanaan anak usaha.
Transaksi ini berlangsung di tengah strategi BUVA dalam mengelola aset dan operasional sektor perhotelan. Baca juga: Kinerja Keuangan BUVA Q1 2026: Strategi Ekspansi Lahan di Tengah Tantangan Operasional
FAQ
Apa transaksi afiliasi BUVA yang diumumkan?
BUVA mengumumkan perjanjian pinjaman senilai Rp5 miliar dengan PT Bukit Bali Permai.
Mengapa transaksi BUVA disebut transaksi afiliasi?
BBP merupakan anak perusahaan BUVA dengan kepemilikan 99,999%, dan terdapat kesamaan anggota Direksi serta Dewan Komisaris pada BUVA dan BBP.
Berapa tenor pinjaman BUVA kepada BBP?
Jangka waktu pembayaran pinjaman adalah 5 tahun.
Apakah transaksi ini berdampak material terhadap BUVA?
BUVA menyatakan transaksi ini tidak memiliki dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Poin Penting bagi Investor
- BUVA melakukan transaksi afiliasi dengan BBP pada 18 Juni 2026.
- Objek transaksi adalah perjanjian pinjaman.
- Nilai transaksi ditetapkan sebesar Rp5 miliar.
- BBP merupakan anak perusahaan BUVA dengan kepemilikan 99,999%.
- Jangka waktu pembayaran pinjaman adalah 5 tahun.
- Pembayaran dapat dilakukan secara tunai, konversi pinjaman, atau cara lain yang disepakati tertulis.
- Perseroan menyatakan tidak ada dampak material terhadap operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk adalah perusahaan publik dengan kode saham BUVA. Perseroan menjalankan kegiatan usaha di bidang hotel bintang.
Perseroan memiliki alamat surat elektronik corsec@buvagroup.com dan nomor telepon 021-7209957. Keterbukaan informasi ini ditandatangani oleh Cindy Budijono selaku Direktur Perseroan pada 22 Juni 2026.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin