PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menetapkan pembagian dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp1.749.005.815. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST pada 9 Juni 2026, dengan tanggal pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 10 Juli 2026.
Rincian Aksi Korporasi Dividen ASPR 2026
PT Asia Pramulia Tbk menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2025 sebesar Rp8.745.029.074. Dari jumlah tersebut, Perseroan menetapkan Rp1.749.005.815 sebagai dividen tunai final tahun 2025.
Berdasarkan total saham ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 2.712.000.000 saham, nilai dividen setara sekitar Rp0,64 per saham. Rasio dividen terhadap laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berada di kisaran 20,00%.
RUPST juga menetapkan Rp4.060.000.000 sebagai dana cadangan wajib sesuai ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sisa laba sebesar Rp2.936.023.259 akan dibukukan sebagai laba ditahan atau retained earnings.
Baca juga: Laba Bersih PT Asia Pramulia Tbk ASPR Tumbuh Tipis pada Kuartal I 2026
Jadwal Lengkap Dividen ASPR 2026
Berikut jadwal pembagian dividen tunai PT Asia Pramulia Tbk berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan.
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Cum dividend di pasar reguler dan negosiasi | 18 Juni 2026 |
| Ex dividend di pasar reguler dan negosiasi | 19 Juni 2026 |
| Recording date pemegang saham yang berhak atas dividen | 22 Juni 2026 |
| Cum dividend di pasar tunai | 22 Juni 2026 |
| Ex dividend di pasar tunai | 23 Juni 2026 |
| Tanggal pembayaran dividen tunai | 10 Juli 2026 |
Pembayaran dividen tunai akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 22 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Bagi pemegang saham yang sahamnya tercatat dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dilakukan melalui pemindahbukuan KSEI ke rekening perusahaan efek atau bank kustodian.
Sumber Informasi: Ringkasan Risalah RUPST dan Jadwal Tata Cara Pembagian Dividen Tunai PT Asia Pramulia Tbk
Dampak bagi Investor
Aksi korporasi ini tidak menimbulkan dilusi karena Perseroan tidak menerbitkan saham baru. Pemegang saham lama tetap memiliki porsi kepemilikan yang sama setelah pembayaran dividen.
Dampak utama bagi investor adalah penerimaan dividen tunai bagi pemegang saham yang tercatat pada recording date. Namun, harga saham berpotensi menyesuaikan secara teknis pada tanggal ex dividend karena hak dividen sudah tidak melekat pada transaksi baru di pasar reguler dan negosiasi.
Pembagian dividen juga mengurangi kas Perseroan sebesar total nilai dividen yang dibayarkan. Di sisi lain, Perseroan masih menahan Rp2,94 miliar sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan usaha ke depan.
Dari sisi struktur modal, keputusan ini menunjukkan pembagian laba dilakukan secara terbatas dan tetap menyisakan porsi laba untuk cadangan wajib serta laba ditahan. Investor perlu memperhatikan kombinasi antara besaran dividen, kebutuhan ekspansi, dan kinerja keuangan Perseroan setelah pembagian dividen.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
ASPR membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,75 miliar untuk tahun buku 2025. Laba tersebut dialokasikan untuk tiga pos utama, yaitu dana cadangan wajib, dividen tunai, dan laba ditahan.
Porsi terbesar dari laba 2025 dialokasikan sebagai dana cadangan wajib sebesar Rp4,06 miliar. Nilai ini setara sekitar 46,43% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Dividen tunai sebesar Rp1,75 miliar setara sekitar 20,00% dari laba bersih. Sementara itu, laba ditahan sebesar Rp2,94 miliar setara sekitar 33,57% dari laba bersih tahun buku 2025.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, dan pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan juga memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
FAQ
1. Berapa total dividen tunai ASPR tahun buku 2025?
ASPR membagikan dividen tunai final sebesar Rp1.749.005.815 untuk tahun buku 2025.
2. Kapan tanggal pembayaran dividen ASPR?
Tanggal pembayaran dividen tunai ASPR dijadwalkan pada 10 Juli 2026.
3. Kapan batas pemegang saham berhak menerima dividen ASPR?
Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah pemegang saham yang tercatat pada recording date 22 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
4. Apakah dividen ASPR menyebabkan dilusi saham?
Dividen tunai ASPR tidak menyebabkan dilusi karena tidak ada penerbitan saham baru dalam aksi korporasi ini.
Poin Penting bagi Investor
- ASPR menetapkan dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp1,75 miliar.
- Estimasi dividen per saham berada di kisaran Rp0,64 per saham.
- Cum dividend pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 18 Juni 2026.
- Recording date ditetapkan pada 22 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 10 Juli 2026.
- Aksi korporasi ini tidak menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham.
- Perseroan tetap menyisihkan Rp2,94 miliar sebagai laba ditahan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Asia Pramulia Tbk adalah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ASPR. Berdasarkan identitas Perseroan dalam keterbukaan informasi, kantor Perseroan beralamat di Surabaya, Jawa Timur.
Perseroan melaksanakan RUPST pada 9 Juni 2026 di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. RUPST tersebut dihadiri pemegang saham dan kuasa pemegang saham yang mewakili 1.906.479.100 saham atau 70,30% dari seluruh saham dengan hak suara sah.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin