Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) Sukses Gelar RUPST, RUPSLB, dan Paparan...

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) Sukses Gelar RUPST, RUPSLB, dan Paparan Publik 2026: Catat Pertumbuhan Kuat, Tetapkan Dividen, dan Paparkan Strategi Ekspansi

Surabaya, 10 Juni 2026 – PT Jayamas Medica Industri Tbk (IDX: OMED), produsen dan distributor alat kesehatan terkemuka di Indonesia, telah berhasil menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 8 Juni 2026, bertempat di fasilitas produksi Perseroan di Mojoagung, Jombang. Pada hari yang sama, Perseroan juga menggelar Paparan Publik (Public Expose), memaparkan kinerja, strategi pertumbuhan, serta pandangan manajemen terhadap dinamika pasar terkini.

Hasil RUPST: Pengesahan Laporan Keuangan dan Penetapan Dividen

Seluruh lima mata acara RUPST disetujui oleh pemegang saham dengan dukungan suara yang kuat. Kehadiran pemegang saham mencapai 88,83% dari total saham yang memiliki hak suara. Beberapa keputusan penting yang diambil antara lain:

• Pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, sekaligus pemberian pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi.

• Penetapan penggunaan Laba Bersih 2025, termasuk pembagian dividen tunai final sebesar Rp4,08 per saham atau setara Rp110,4 miliar kepada para pemegang saham, mencerminkan komitmen Perseroan dalam memberikan imbal hasil yang konsisten bagi investor.

• Pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi.

• Pendelegasian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik Independen guna mengaudit buku-buku Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2026.

• Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham disampaikan sebagai laporan dan tidak memerlukan pemungutan suara.

Hasil RUPSLB: Program Kepemilikan Saham dan Penyesuaian Anggaran Dasar

RUPSLB turut menyetujui dua agenda strategis dengan tingkat kehadiran 88,78% dari total saham yang memiliki hak suara:

• Persetujuan pengalihan Saham Treasuri dalam rangka pelaksanaan Program Kepemilikan Saham (Management Employee Stock Ownership Program/MESOP) bagi karyawan, Direksi, dan Dewan Komisaris Perseroan, dengan jumlah tahap awal sebanyak-banyaknya 17 juta lembar saham. Harga pelaksanaan ditetapkan berdasarkan nilai wajar pada tanggal pemberian (grant date) dan tidak boleh di bawah harga buyback. Terdapat lock-up period selama 12 bulan kalender.

• Persetujuan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menyesuaikan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, mencakup 11 kegiatan usaha utama dan 4 kegiatan usaha penunjang yang relevan dengan bisnis Perseroan di bidang alat kesehatan.

Paparan Publik: Kinerja Keuangan 1Q26 yang Solid

Dalam Paparan Publik, manajemen memaparkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026 (1Q26) yang menunjukkan akselerasi pertumbuhan signifikan:

• Pendapatan tumbuh 31,2% year-on-year (YoY) menjadi Rp572,2 miliar, didorong ekspansi volume penjualan sebesar 54,1%.

• Margin laba kotor meningkat menjadi 36,0% dari 33,7% pada 1Q25, mencerminkan peningkatan bauran produk dan efisiensi operasional.

• EBITDA tumbuh menjadi Rp131,4 miliar dengan margin EBITDA meningkat ke 23,0%.

• Laba bersih tumbuh 35,4% YoY menjadi Rp99,0 miliar dengan margin laba bersih stabil di 17,3%.

• Posisi neraca tetap sangat sehat: rasio lancar 11,1x dengan rasio hutang berbunga terhadap ekuitas hanya 0,01x, mencerminkan struktur permodalan yang kuat dan bebas beban utang yang berarti.

• Pengelolaan modal kerja semakin membaik: Account Receivable Days turun ke 46 hari (dari 53 hari di 1Q25) dan Inventory Days turun ke 186 hari (dari 195 hari).

Katalis Pertumbuhan Organik 2026

Manajemen memaparkan empat inisiatif strategis utama yang akan menjadi motor pertumbuhan Perseroan sepanjang tahun 2026:

  1. Produk Baru: Intraocular Lens (IOL) untuk Pasar Katarak

OMED akan mulai memproduksi Intraocular Lens (IOL) secara massal pada Q4 2026. IOL merupakan satu-satunya solusi penanganan katarak melalui prosedur penggantian lensa. Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar mengingat sekitar 80% kasus kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak yang tidak tertangani, dengan sekitar 1,6 juta penduduk terdampak dan 50% kasus belum mendapat penanganan. Tingkat operasi katarak di Indonesia saat ini masih sekitar 2.300 per satu juta penduduk per tahun, tertinggal 2-3 kali dibandingkan negara-negara tetangga. Masuknya OMED ke segmen ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan IOL di pasar domestik.

  • Pembukaan Toko Ritel Baru (Omnichannel)

Perseroan terus memperluas jaringan toko ritel omnichannel di berbagai kota, termasuk pembukaan lokasi baru OneMed Medicom di Purwokerto. Ekspansi ini bertujuan memperkuat penetrasi pasar di segmen ritel konsumen dan memperluas jangkauan pelayanan langsung kepada masyarakat.

  • National Distribution Center (NDC) Jakarta

Perseroan sedang merampungkan pembangunan NDC baru di Pulo Gadung, Jakarta, yang akan beroperasi mulai 2026 dengan kapasitas gudang sekitar 5.000 m². NDC ini akan melengkapi NDC Gresik yang telah beroperasi sejak 2007 dan melayani Indonesia Timur, sehingga seluruh wilayah Indonesia Barat dapat terlayani dengan lebih efisien dari sisi distribusi.

Ketahanan Bisnis di Tengah Volatilitas Kurs Valas dan Geopolitik Global

Merespons pertanyaan mengenai dampak gejolak nilai tukar USD dan ketidakpastian geopolitik global, manajemen OMED menekankan beberapa faktor yang menjadi bantalan ketahanan bisnis Perseroan: • Permintaan yang relatif stabil dan inelastis: Produk-produk OMED didominasi oleh alat kesehatan habis pakai (consumables) yang merupakan kebutuhan rutin fasilitas kesehatan. Permintaan terhadap produk-produk ini tidak sensitif terhadap kondisi makroekonomi karena bersifat non-diskresioner. Di samping itu, basis pelanggan Perseroan yang terdiri dari lebih dari 2.000 rumah sakit dan klinik cenderung memiliki loyalitas tinggi (sticky customer base).

• Posisi kas yang kuat dan arus kas yang sehat: Perseroan memiliki posisi kas yang tebal sebesar Rp 1,3 Trilyun dan struktur neraca yang kuat, dengan rasio hutang berbunga terhadap ekuitas yang sangat rendah (0,01x per 1Q26). Hal ini memberikan fleksibilitas keuangan yang memadai dalam menghadapi potensi kenaikan biaya impor akibat pelemahan rupiah.

• Manajemen persediaan yang terjaga: Di level operasional, Perseroan menjaga posisi persediaan bahan baku secara terukur sehingga risiko kenaikan biaya bahan baku akibat gejolak kurs dapat diminimalisir. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) beberapa produk yang lebih dari 40% juga turut meredam dampak fluktuasi kurs terhadap struktur biaya produksi.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here