Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInvestasiASSA Tambah Bisnis TMS, Siapkan Modal Awal Rp5,12 Miliar

ASSA Tambah Bisnis TMS, Siapkan Modal Awal Rp5,12 Miliar

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyampaikan keterbukaan informasi kepada pemegang saham terkait rencana penambahan kegiatan usaha ASSA 2026 di bidang Transportation Management System atau TMS. Rencana ini membutuhkan biaya awal sekitar Rp5,12 miliar, menggunakan dana internal Perseroan, dan akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 17 Juni 2026.

Penambahan kegiatan usaha ini mencakup empat KBLI baru, yaitu aktivitas pemrograman komputer, penerbitan perangkat lunak, konsultasi dan perancangan Internet of Things, serta aktivitas jasa sistem komunikasi data. ASSA menilai pengembangan TMS dapat memperkuat ekosistem logistik, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung layanan berbasis teknologi bagi pelanggan.

Rincian Penambahan Kegiatan Usaha ASSA 2026

ASSA menyampaikan keterbukaan informasi kepada pemegang saham pada 9 Juni 2026 terkait rencana penambahan kegiatan usaha. Rencana tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan bisnis Transportation Management System atau TMS.

TMS merupakan solusi berbasis teknologi yang dirancang untuk mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan penyelesaian administrasi transportasi dalam satu sistem terpadu. Sistem ini mencakup modul seperti Master Data Management, Order Management, Shipment Management, Monitoring, Customer Billing, Freight Settlement, serta Dashboard & Report.

Perseroan juga merencanakan pengembangan modul tambahan berupa Driver Management System, Control Tower, dan Bulk Shipment Planning. ASSA menyatakan solusi TMS sedang dalam tahap uji coba secara internal dan saat ini baru diterima secara parsial oleh pelanggan sebagai dasar penyempurnaan sistem.

Rencana penambahan kegiatan usaha mencakup KBLI 62199 tentang aktivitas pemrograman komputer lainnya. KBLI ini menjadi dasar kegiatan pengembangan perangkat lunak TMS yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Perseroan juga menambahkan KBLI 58290 tentang aktivitas penerbitan perangkat lunak lainnya, KBLI 62204 tentang aktivitas konsultasi dan perancangan Internet of Things, serta KBLI 61105 tentang aktivitas jasa sistem komunikasi data. Seluruh kegiatan tersebut mendukung sistem TMS yang membutuhkan integrasi data, konektivitas perangkat, dan komunikasi operasional secara real-time.

Baca juga: Ekspansi Bisnis ASSA, Tambah Kegiatan Usaha dan Raih Kredit Rp240 Miliar

ASSA menyampaikan bahwa rencana perubahan Anggaran Dasar terkait penambahan kegiatan usaha akan dimintakan persetujuan dalam RUPS Tahunan. Perseroan juga menyatakan rencana ini telah dilengkapi dengan laporan studi kelayakan dari penilai independen.

Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi ASSA terkait Penambahan Kegiatan Usaha

Dampak bagi Investor

Penambahan kegiatan usaha ASSA 2026 tidak menimbulkan dilusi saham karena aksi ini tidak berkaitan dengan penerbitan saham baru. Jumlah saham beredar Perseroan tidak berubah akibat rencana pengembangan TMS.

Dampak utama bagi pemegang saham berada pada potensi perubahan arah pengembangan bisnis ASSA menuju solusi teknologi logistik. TMS dapat memperluas layanan Perseroan dari penyediaan armada dan logistik menjadi penyedia sistem digital yang mendukung efisiensi transportasi.

Perseroan menyatakan pembiayaan awal sebesar Rp5,12 miliar akan menggunakan dana internal. Hal ini berarti rencana penambahan kegiatan usaha tidak secara langsung menambah struktur permodalan melalui ekuitas baru.

Investor tetap perlu mencermati risiko eksekusi, penerimaan pasar, kesiapan teknologi, serta kemampuan TMS memberikan kontribusi pendapatan setelah peluncuran komersial. Keterbukaan informasi menyebut commercial launch TMS direncanakan pada Agustus 2026.

Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Kondisi Keuangan Terkait

Studi kelayakan menyebut biaya awal atau start-up cost untuk rencana penambahan kegiatan usaha mencapai sekitar Rp5,12 miliar. Seluruh kebutuhan pendanaan akan dipenuhi dari dana internal Perseroan untuk kebutuhan peralatan kantor, perangkat lunak, perizinan, dan modal kerja awal.

Hasil studi kelayakan menunjukkan Net Present Value atau NPV positif sebesar Rp12,62 miliar. Indikator ini menunjukkan bahwa arus kas proyek dinilai memberikan nilai positif berdasarkan asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan.

Studi tersebut juga mencatat Internal Rate of Return atau IRR sebesar 41,93%, di atas Weighted Average Cost of Capital atau WACC sebesar 10,22%. Periode pengembalian investasi atau payback period diperkirakan selama 4 tahun 8 bulan, sedangkan profitability index tercatat 3,54 kali.

FAQ

Apa rencana aksi korporasi ASSA?
ASSA berencana menambah kegiatan usaha untuk mendukung pengembangan bisnis Transportation Management System atau TMS.

Berapa biaya awal pengembangan TMS ASSA?
Biaya awal rencana penambahan kegiatan usaha diperkirakan sekitar Rp5,12 miliar.

Apakah rencana ini menyebabkan dilusi saham ASSA?
Rencana ini tidak menyebabkan dilusi saham karena tidak ada penerbitan saham baru.

Kapan TMS ASSA direncanakan diluncurkan secara komersial?
ASSA merencanakan commercial launch TMS pada Agustus 2026.

Poin Penting bagi Investor

  • ASSA berencana menambah kegiatan usaha di bidang TMS.
  • Penambahan kegiatan usaha mencakup KBLI 62199, 58290, 62204, dan 61105.
  • Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPS Tahunan pada 17 Juni 2026.
  • Biaya awal pengembangan TMS diperkirakan sekitar Rp5,12 miliar.
  • Pendanaan akan menggunakan dana internal Perseroan.
  • Studi kelayakan mencatat NPV positif Rp12,62 miliar dan IRR 41,93%.
  • Rencana ini tidak menimbulkan dilusi saham bagi pemegang saham lama.

Profil Singkat Perusahaan

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) adalah emiten yang bergerak di bidang jasa penyediaan sewa kendaraan bermotor, perdagangan mobil bekas, angkutan bermotor untuk barang umum, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi alat transportasi darat bukan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, serta aktivitas konsultasi transportasi.

Perseroan juga memiliki ekosistem usaha yang mencakup logistik, lelang kendaraan, layanan pengemudi, dan teknologi pendukung operasional transportasi. Kantor pusat ASSA berada di Gedung Samudera Kirana, Lt. 6, Jl. Yos Sudarso No. 88, Sunter Jaya, Jakarta Utara 14350.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. 

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here