PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) menyampaikan bahwa rencana right issue masih dalam proses setelah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 26 Mei 2026. Dana hasil right issue direncanakan untuk mengakuisisi KMS senilai sekitar Rp1,7 triliun, membayar pinjaman bank sebesar Rp900 miliar, serta mendukung modal kerja perseroan.
Rincian Aksi Korporasi Right Issue SINI
Manajemen SINI menjelaskan bahwa dana hasil right issue akan digunakan untuk mengakuisisi KMS, perusahaan holding yang memiliki anak usaha di bidang pertambangan batubara. Nilai akuisisi KMS disebut sekitar Rp1,7 triliun.
Selain akuisisi, dana right issue juga akan digunakan untuk membayar pinjaman bank sebesar Rp900 miliar. Manajemen menyebut kerugian perseroan berasal dari beban bunga pinjaman bank tersebut.
Dana hasil aksi korporasi juga akan digunakan untuk modal operasional atau modal kerja. Dengan demikian, penggunaan dana diarahkan pada tiga kebutuhan utama, yaitu ekspansi usaha, penurunan beban keuangan, dan penguatan operasional.
Manajemen menyatakan bahwa right issue memberikan hak yang sama kepada seluruh pemegang saham untuk menebus haknya. Hal ini disebut sebagai bentuk perlindungan bagi pemegang saham agar dapat berpartisipasi dalam pengembangan perusahaan.
Jadwal Lengkap Right Issue SINI dan Public Expose
Jadwal pelaksanaan right issue belum diumumkan secara rinci dalam laporan hasil public expose. Manajemen hanya menyampaikan bahwa proses right issue masih berlanjut sesuai tahapan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.
| Agenda | Tanggal / Waktu | Keterangan |
| Penyampaian materi public expose melalui IDX | 21 Mei 2026 | Materi telah disampaikan kepada Bursa melalui idx.co.id |
| Pelaksanaan public expose | 26 Mei 2026 | Dilaksanakan pukul 17.30–18.10 WIB |
| Lokasi public expose | 26 Mei 2026 | Veranda Hotel Pakubuwono, Jakarta Selatan |
| Peserta hadir | 26 Mei 2026 | Dihadiri 55 peserta |
| Status right issue | Setelah persetujuan pemegang saham | Masih diproses sesuai tahapan |
Sumber Informasi: Laporan Hasil Public Expose PT Singaraja Putra Tbk. 26 Mei 2026.
Dampak bagi Investor
Bagi investor, rencana right issue SINI dapat berdampak pada perubahan struktur modal perseroan. Pemegang saham lama memiliki hak untuk menebus haknya, sehingga potensi dilusi dapat dikelola apabila pemegang saham berpartisipasi sesuai porsi kepemilikannya.
Penggunaan dana untuk membayar pinjaman bank sebesar Rp900 miliar dapat menurunkan beban bunga jika transaksi berjalan sesuai rencana. Penurunan beban bunga berpotensi memperbaiki kinerja laba, tetapi realisasinya tetap bergantung pada keberhasilan eksekusi aksi korporasi dan kinerja operasional batubara.
Akuisisi KMS senilai sekitar Rp1,7 triliun juga dapat mengubah profil bisnis SINI karena KMS memiliki anak usaha di sektor pertambangan batubara. Investor perlu memperhatikan risiko integrasi akuisisi, harga batubara, produksi tambang, dan regulasi ekspor.
Kondisi Keuangan Terkait
Manajemen menyampaikan bahwa perseroan masih mengalami kerugian sehingga dividen belum dapat dibagikan. Dalam sesi tanya jawab, kerugian disebut bukan terutama berasal dari beban operasional, melainkan dari beban bunga pinjaman bank.
Pada 2025, kontribusi penjualan batubara disebut sekitar Rp190 miliar. Untuk 2026, kontribusi batubara diperkirakan meningkat karena perseroan menargetkan produksi dari 3 IUP dengan perkiraan tonase sekitar 2 juta–3 juta ton batubara.
Manajemen juga menyampaikan bahwa pada 2025 perseroan telah membuka satu perusahaan tambang, yaitu PKP. Pada 2026, perseroan berencana membuka satu perusahaan tambang lagi, yaitu PBC, sehingga produksi diharapkan meningkat.
Prospek Operasional SINI pada 2026
SINI memperkirakan produksi batubara pada 2026 meningkat seiring pembukaan tambang baru. Manajemen menyebut perseroan melalui PT DDS memiliki 4 IUP tambang yang akan dibuka secara bertahap.
Target produksi 2026 diperkirakan mencapai sekitar 2 juta–3 juta ton batubara dari 3 IUP tambang. Manajemen juga menyatakan bahwa harga batubara yang cukup tinggi dapat menjadi faktor pendukung penjualan.
Terkait kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN, manajemen menyatakan belum dapat menghitung dampak secara rinci karena petunjuk pelaksanaan belum diterima lengkap. Perseroan menyatakan akan mengikuti peraturan dan berupaya meminimalkan dampak terhadap operasional.
FAQ
Apa tujuan utama right issue SINI?
Dana hasil right issue akan digunakan untuk akuisisi KMS senilai sekitar Rp1,7 triliun, pembayaran pinjaman bank sebesar Rp900 miliar, serta modal operasional atau modal kerja.
Apakah right issue SINI sudah bisa diperdagangkan?
Manajemen menyampaikan bahwa right issue masih diproses karena baru memperoleh persetujuan pemegang saham pada 26 Mei 2026.
Apakah SINI akan membagikan dividen?
Manajemen menyatakan dividen belum dapat dibagikan karena perseroan masih mengalami kerugian.
Berapa target produksi batubara SINI pada 2026?
Target produksi batubara pada 2026 diperkirakan sekitar 2 juta–3 juta ton dari 3 IUP tambang.
Poin Penting bagi Investor
- SINI masih memproses rencana right issue setelah persetujuan pemegang saham.
- Dana right issue direncanakan untuk akuisisi KMS sekitar Rp1,7 triliun.
- Sebagian dana akan digunakan untuk membayar pinjaman bank sebesar Rp900 miliar.
- Target produksi batubara 2026 diperkirakan sekitar 2 juta–3 juta ton.
- Dividen belum dapat dibagikan karena perseroan masih mencatat kerugian.
- Potensi dilusi perlu diperhatikan oleh pemegang saham lama apabila tidak menebus haknya.
Profil Singkat Perusahaan
PT Singaraja Putra Tbk. adalah emiten yang dalam paparan publiknya menjelaskan pengembangan usaha terkait sektor pertambangan batubara melalui anak usaha dan rencana akuisisi. Perseroan menyampaikan bahwa PT DDS memiliki 4 IUP tambang yang pembukaannya dilakukan secara bertahap.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin