PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp210,62 miliar atau Rp31 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 9 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 26 Juni 2026.
Pembagian dividen JTPE 2026 ini mengacu pada keputusan perseroan terkait laba bersih tahun buku 2025. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 11 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Rincian Aksi Korporasi Dividen JTPE 2026
JTPE menetapkan pembagian dividen final dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp210.624.230.000. Dengan jumlah tersebut, setiap pemegang saham berhak memperoleh dividen tunai sebesar Rp31 per saham.
Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 11 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pemegang saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif KSEI juga akan menerima dividen melalui mekanisme KSEI.
Bagi pemegang saham dengan saham berbentuk warkat, pembayaran dividen dilakukan melalui bank transfer. Pemegang saham diminta menyampaikan instruksi rekening kepada Biro Administrasi Efek Perseroan, yaitu PT Datindo Entrycom, paling lambat 11 Juni 2026.
Aksi korporasi ini berbentuk dividen tunai, bukan penerbitan saham baru. Dengan demikian, pembagian dividen JTPE tidak menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama.
Sumber Informasi: Penyampaian Jadwal dan Tata Cara Pembagian Dividen JTPE
Jadwal Lengkap Dividen JTPE 2026
Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen tunai JTPE berdasarkan keterbukaan informasi perseroan.
| Keterangan | Pasar | Tanggal |
|---|---|---|
| Cum dividen | Pasar reguler dan negosiasi | 9 Juni 2026 |
| Ex dividen | Pasar reguler dan negosiasi | 10 Juni 2026 |
| Cum dividen | Pasar tunai | 11 Juni 2026 |
| Ex dividen | Pasar tunai | 12 Juni 2026 |
| Recording date | Daftar Pemegang Saham | 11 Juni 2026 |
| Pembayaran dividen | Pemegang saham berhak | 26 Juni 2026 |
Pemegang saham yang ingin memperoleh hak dividen perlu memperhatikan tanggal cum dividen. Setelah masuk tanggal ex dividen, pembelian saham JTPE tidak lagi memberikan hak atas dividen tunai tahun buku 2025.
Dampak bagi Investor
Pembagian dividen JTPE memberikan arus kas tunai sebesar Rp31 per saham kepada pemegang saham yang memenuhi syarat pada recording date. Nilai dividen yang diterima bergantung pada jumlah saham JTPE yang dimiliki sampai tanggal pencatatan.
Aksi ini tidak menyebabkan dilusi karena JTPE tidak menerbitkan saham baru. Jumlah saham beredar dan persentase kepemilikan pemegang saham lama tidak berubah akibat pembagian dividen tunai.
Dari sisi struktur modal, pembayaran dividen tunai akan mengurangi kas atau saldo laba yang tersedia setelah distribusi dilakukan. Namun, keterbukaan informasi ini tidak memuat rincian posisi kas, saldo laba ditahan, total ekuitas, maupun rasio pembayaran dividen.
Harga saham JTPE berpotensi mengalami penyesuaian teknis setelah tanggal ex dividen. Penyesuaian tersebut dapat terjadi karena hak atas dividen tidak lagi melekat pada saham setelah periode cum dividen berakhir.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Keterbukaan informasi menyebutkan bahwa dividen final berasal dari laba bersih tahun buku 2025. Namun, dokumen tersebut tidak mencantumkan nilai laba bersih, arus kas operasional, total ekuitas, maupun rasio pembayaran dividen.
Total dividen sebesar Rp210,62 miliar perlu dibaca bersama laporan keuangan terbaru perseroan. Investor dapat membandingkan nilai dividen dengan laba bersih, arus kas operasional, kebutuhan modal kerja, belanja modal, dan rencana ekspansi untuk menilai keberlanjutan dividen pada periode berikutnya.
Dividen tunai akan dikenakan pajak sesuai peraturan perpajakan yang berlaku. Pemegang saham asing yang tidak menyerahkan dokumen Certificate of Domicile sesuai ketentuan akan dikenakan PPh Pasal 26 dengan tarif 20%.
Baca juga: JTPE Bentuk Anak Usaha Baru PT Nustek Global Solutions, Fokus ke Sistem Pembayaran
FAQ
Apa itu dividen JTPE 2026?
Dividen JTPE 2026 adalah pembagian dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp31 per saham.
Berapa total nilai dividen JTPE?
Total nilai dividen tunai JTPE mencapai Rp210.624.230.000.
Kapan cum dividen JTPE di pasar reguler?
Cum dividen JTPE di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 9 Juni 2026.
Kapan dividen JTPE dibayarkan?
Pembayaran dividen tunai JTPE dijadwalkan pada 26 Juni 2026.
Poin Penting bagi Investor
- JTPE membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp31 per saham.
- Total nilai dividen tunai mencapai Rp210.624.230.000.
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 9 Juni 2026.
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 10 Juni 2026.
- Recording date ditetapkan pada 11 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 26 Juni 2026.
- Dividen tunai tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham.
- Pemegang saham asing tanpa dokumen domisili pajak dapat dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%.
Profil Singkat Perusahaan
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang percetakan dokumen sekuriti, kartu, dan dokumen bisnis. Perseroan melayani kebutuhan dokumen bernilai keamanan tinggi serta produk cetak untuk berbagai sektor.
Kinerja JTPE dapat dipengaruhi oleh permintaan dokumen sekuriti, kebutuhan kartu dan sistem pembayaran, proyek korporasi maupun pemerintahan, efisiensi produksi, harga bahan baku, serta perkembangan digitalisasi dokumen.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin