Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisa Saham ITMG Kuartal I 2026: Pendapatan Naik, Laba Bersih Turun

Analisa Saham ITMG Kuartal I 2026: Pendapatan Naik, Laba Bersih Turun

Analisa saham ITMG Kuartal I 2026 menunjukkan PT Indo Tambangraya Megah Tbk masih mencatat kenaikan pendapatan, tetapi laba bersih turun secara tahunan. Pendapatan bersih naik 3,1% YoY menjadi US$497,58 juta, sementara laba periode berjalan turun 16,1% YoY menjadi US$55,71 juta.

Kinerja Keuangan ITMG Kuartal I 2026

A. Laporan Posisi Keuangan

Dalam ribuan dolar ASQ1 2026FY 2025Perubahan vs FY 2025
Total Aset2.404.9622.406.063-0,05%
Aset Lancar1.222.9671.295.604-5,6%
Aset Tidak Lancar1.181.9951.110.4596,4%
Total Liabilitas480.130497.732-3,5%
Liabilitas Jangka Pendek338.501344.515-1,7%
Liabilitas Jangka Panjang141.629153.217-7,6%
Total Ekuitas1.924.8321.908.3310,9%

Total aset ITMG relatif stabil di US$2,40 miliar pada akhir Maret 2026. Aset lancar turun 5,6%, terutama karena kas dan setara kas turun menjadi US$747,17 juta dari US$807,95 juta.

Aset tidak lancar naik 6,4% menjadi US$1,18 miliar. Kenaikan ini terutama terlihat dari kas yang dibatasi penggunaannya, aset tetap, serta biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan.

Total liabilitas turun menjadi US$480,13 juta, sedangkan ekuitas naik tipis menjadi US$1,92 miliar. Struktur neraca masih kuat karena porsi ekuitas jauh lebih besar dibandingkan liabilitas.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam ribuan dolar ASQ1 2026Q1 2025Perubahan YoY
Pendapatan497.577482.5163,1%
Laba Kotor132.753135.350-1,9%
Laba Usaha76.28880.662-5,4%
Laba Bersih55.70966.423-16,1%
EPSUS$0,05US$0,06-16,7%

Pendapatan bersih ITMG naik menjadi US$497,58 juta pada Kuartal I 2026. Namun, beban pokok pendapatan naik lebih cepat menjadi US$364,82 juta, sehingga laba kotor turun menjadi US$132,75 juta.

Laba usaha turun karena beban penjualan serta beban umum dan administrasi meningkat. Beban pajak penghasilan juga naik menjadi US$26,15 juta dari US$19,26 juta, sehingga laba bersih turun lebih dalam dibandingkan laba sebelum pajak.

Penurunan laba bersih menunjukkan tekanan margin masih menjadi faktor utama. Dalam sektor batubara, kinerja sangat sensitif terhadap harga jual, volume penjualan, biaya produksi, royalti, dan biaya logistik.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio3,61 kaliLikuiditas jangka pendek sangat kuat
Quick Ratio3,24 kaliAset cepat jauh di atas liabilitas lancar
Margin Laba Kotor26,68%Margin masih sehat, tetapi turun YoY
Margin Laba Bersih11,20%Profitabilitas bersih masih positif
ROA2,32%Aset masih menghasilkan laba positif
ROE2,89%Imbal hasil ekuitas positif untuk periode kuartalan
DER0,25 kaliStruktur liabilitas rendah

Likuiditas ITMG masih sangat kuat. Current ratio dan quick ratio yang berada di atas 3 kali menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek masih sangat memadai.

Profitabilitas masih positif, tetapi terdapat tekanan pada margin. Penurunan laba kotor dan laba bersih menunjukkan kenaikan biaya belum sepenuhnya dapat diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan.

DER sebesar 0,25 kali menunjukkan struktur permodalan konservatif. Posisi ini memberi ruang bagi ITMG untuk menghadapi volatilitas harga batubara, kebutuhan investasi, serta pembayaran dividen.

D. Valuasi Saham

IndikatorNilaiInterpretasi
PER6,69 kaliRelatif wajar hingga diskon secara umum
PBV0,79 kaliDiperdagangkan di bawah nilai buku

Dengan harga closing Rp22.725 dan kurs Rp16.993 per US$1, harga saham ITMG setara sekitar US$1,34. Menggunakan EPS Kuartal I 2026 yang dianualisasi, PER ITMG berada di sekitar 6,69 kali.

Secara umum, PER tersebut terlihat wajar hingga diskon untuk emiten komoditas. Namun, interpretasi valuasi perlu mempertimbangkan siklus harga batubara dan tren penurunan laba bersih.

PBV sekitar 0,79 kali menunjukkan saham ITMG diperdagangkan di bawah nilai bukunya. Kondisi ini dapat mencerminkan valuasi yang murah secara akuntansi, tetapi juga dapat menggambarkan kekhawatiran pasar terhadap prospek siklus batubara.

Kesimpulan

ITMG mencatat pendapatan yang masih tumbuh pada Kuartal I 2026, tetapi laba bersih turun karena tekanan biaya dan kenaikan beban pajak. Margin laba kotor dan margin laba bersih masih positif, namun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Neraca ITMG tetap solid dengan kas besar, DER rendah, dan likuiditas kuat. Pada harga Rp22.725, valuasi terlihat wajar hingga diskon secara PER dan PBV, tetapi keberlanjutan laba tetap sangat bergantung pada harga batubara dan efisiensi biaya.

Profil Singkat Perusahaan

PT Indo Tambangraya Megah Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan energi melalui investasi pada entitas anak. Kegiatan grup meliputi pertambangan batubara, jasa pertambangan, perdagangan batubara, pemasaran energi, dan pembangkit listrik.

Perusahaan berdiri pada 2 September 1987 dan berkantor pusat di Jakarta Selatan. Saham ITMG tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 18 Desember 2007.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. 

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here