Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamAnalisis Saham VTNY Kuartal I 2026: Laba Masih Positif, Pendapatan Turun Tajam

Analisis Saham VTNY Kuartal I 2026: Laba Masih Positif, Pendapatan Turun Tajam

Analisis saham VTNY untuk Kuartal I 2026 menunjukkan kinerja yang masih positif di laba bersih, tetapi tekanan pada pendapatan dan laba usaha cukup besar. Dengan harga penutupan Rp62, valuasi VTNY terlihat rendah dari sisi PBV, namun PER masih perlu dibaca hati-hati karena laba kuartalan relatif tipis.

Kinerja Keuangan VTNY Kuartal I 2026

A. Laporan Posisi Keuangan

Dalam RupiahQ1 2026FY 2025Perubahan vs FY 2025
Total Aset1.755.503.150.9571.767.956.182.347-0,70%
Aset Lancar1.567.288.710.1401.572.220.923.006-0,31%
Aset Tidak Lancar188.214.440.817195.735.259.341-3,84%
Total Liabilitas1.338.204.069.7681.358.859.597.598-1,52%
Liabilitas Jangka Pendek1.139.797.548.7481.161.610.371.302-1,88%
Liabilitas Jangka Panjang198.406.521.020197.249.226.296+0,59%
Total Ekuitas417.299.081.189409.096.584.749+2,01%

Total aset VTNY turun tipis 0,70% menjadi Rp1,76 triliun pada akhir Maret 2026. Penurunan terutama berasal dari kas dan setara kas yang turun dari Rp217,83 miliar menjadi Rp139,83 miliar, sementara piutang usaha bersih masih menjadi komponen aset terbesar.

Dari sisi struktur pendanaan, total liabilitas turun 1,52% menjadi Rp1,34 triliun. Namun, porsi liabilitas tetap besar dibandingkan ekuitas, sehingga struktur modal VTNY masih cenderung bertumpu pada pendanaan berbasis kewajiban.

Ekuitas naik 2,01% menjadi Rp417,30 miliar, didukung laba periode berjalan dan kenaikan komponen ekuitas lainnya. Kenaikan ekuitas ini positif, tetapi belum cukup besar untuk mengubah karakter neraca yang masih memiliki tingkat leverage tinggi.

B. Laporan Laba Rugi

Dalam RupiahQ1 2026Q1 2025Perubahan YoY
Pendapatan30.163.800.98181.282.026.501-62,89%
Laba Kotor3.213.915.72028.029.886.273-88,53%
Laba Usaha-20.351.509.6485.596.093.990Berbalik rugi
Laba Bersih2.230.832.2705.228.967.685-57,34%
EPS0,360,83-56,63%

Pendapatan bersih VTNY turun 62,89% secara tahunan menjadi Rp30,16 miliar. Penurunan pendapatan ini membuat laba kotor turun lebih dalam, yaitu 88,53% menjadi Rp3,21 miliar.

Tekanan utama terlihat pada laba usaha yang berbalik dari laba Rp5,60 miliar pada Q1 2025 menjadi rugi usaha Rp20,35 miliar pada Q1 2026. Beban pemasaran naik, sementara beban umum dan administrasi masih cukup besar terhadap skala pendapatan kuartal tersebut.

Meski demikian, VTNY tetap membukukan laba bersih Rp2,23 miliar karena ditopang pendapatan lain-lain sebesar Rp26,10 miliar. Hal ini menunjukkan laba bersih kuartal ini tidak sepenuhnya berasal dari kekuatan operasional inti.

C. Analisis Rasio Keuangan

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio1,38xLikuiditas jangka pendek masih cukup memadai
Quick Ratio1,31xAset cepat masih mampu menutup liabilitas lancar
Margin Laba Kotor10,65%Margin menyempit signifikan dibanding tahun sebelumnya
Margin Laba Bersih7,40%Masih positif, tetapi ditopang pendapatan non-operasional
ROA0,13%Profitabilitas terhadap aset masih rendah
ROE0,53%Imbal hasil terhadap ekuitas masih terbatas
DER3,21xStruktur modal relatif tinggi leverage

Likuiditas VTNY masih berada di atas 1x, sehingga aset lancar masih lebih besar dibandingkan liabilitas jangka pendek. Namun, komposisi aset lancar didominasi piutang usaha, sehingga kualitas piutang dan tingkat kolektibilitas menjadi faktor penting untuk dicermati.

Rasio profitabilitas masih rendah karena laba bersih Q1 2026 relatif kecil dibandingkan total aset dan ekuitas. DER sebesar 3,21x menunjukkan tekanan struktur modal masih cukup besar, terutama apabila pendapatan operasional belum kembali pulih secara konsisten.

D. Valuasi Saham

IndikatorNilaiInterpretasi
PER43,06xRelatif tinggi jika memakai EPS Q1 2026 yang disetahunkan
PBV0,93xDiperdagangkan sedikit di bawah nilai buku

Dengan harga penutupan Rp62, valuasi VTNY dari sisi PBV berada di bawah 1x, sehingga secara umum terlihat diskon terhadap nilai buku. Namun, PER masih cukup tinggi karena laba bersih kuartalan relatif kecil.

Valuasi ini belum dapat langsung dianggap murah secara kualitas, sebab kinerja operasional masih mencatat rugi usaha. Perbaikan pendapatan, efisiensi beban, dan keberlanjutan laba dari aktivitas utama menjadi faktor penting untuk menilai ulang valuasi VTNY.

Kesimpulan

Kinerja VTNY pada Kuartal I 2026 menunjukkan kombinasi antara neraca yang relatif stabil dan laba bersih yang masih positif, tetapi tekanan operasional terlihat cukup jelas. Pendapatan turun tajam, laba kotor menyempit, dan laba usaha berbalik rugi.

Dari sisi valuasi, PBV di bawah 1x memberi kesan diskon terhadap nilai buku, namun PER masih tinggi jika mengacu pada laba kuartalan yang disetahunkan. Fokus analisis berikutnya perlu diarahkan pada pemulihan pendapatan inti, kualitas piutang, dan kemampuan menurunkan beban operasional.

Profil Singkat Perusahaan

PT Venteny Fortuna International Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang holding company, portal web komersial, pengolahan data, pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet, penerbitan piranti lunak, perantara moneter lainnya, serta jasa keuangan lainnya yang bukan asuransi dan dana pensiun. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2021 dan berkantor di Jakarta Selatan.

Disclaimer:Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here