Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightBNBR Gelar Rights Issue Rp4,76 Triliun, Simak Rasio dan Jadwalnya

BNBR Gelar Rights Issue Rp4,76 Triliun, Simak Rasio dan Jadwalnya

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar rights issue atau PMHMETD V dengan menerbitkan sebanyak 89.919.839.078 saham baru Seri E. Dalam aksi korporasi ini, rights issue BNBR 2026 memiliki harga pelaksanaan Rp53 per saham, sehingga nilai keseluruhan mencapai Rp4.765.751.471.134.

Aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan hingga 34,15% bagi pemegang saham lama yang tidak melaksanakan HMETD. Saham baru hasil PMHMETD V akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan memiliki hak yang sama dengan saham BNBR lainnya.

Rincian Aksi Korporasi Rights Issue BNBR 2026

BNBR menawarkan sebanyak 89,91 miliar saham baru Seri E dengan nilai nominal Rp12 per saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp53 per saham.

Rasio HMETD ditetapkan 27:14. Artinya, setiap pemegang 27 saham lama BNBR yang tercatat pada recording date berhak memperoleh 14 HMETD.

Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru BNBR. Jika HMETD tidak dilaksanakan sampai batas akhir periode pelaksanaan, hak tersebut menjadi tidak berlaku.

Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd sebagai pemegang saham utama tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang diperoleh. Kedua pihak tersebut akan mengalihkan HMETD kepada PT Bakrie Capital Indonesia atau BCI.

BCI akan menerima 40.082.990.845 HMETD dan berencana melaksanakan seluruh hak tersebut senilai Rp2.124.398.514.785. BCI juga bertindak sebagai pembeli siaga atau standby buyer untuk sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD.

Sumber Informasi: Informasi PMHMETD V PT Bakrie & Brothers Tbk

Jadwal Lengkap Rights Issue BNBR 2026

AgendaTanggal
RUPSLB27 Februari 2026
Tanggal efektif pernyataan pendaftaran dari OJK15 Juni 2026
Cum-right pasar reguler dan negosiasi24 Juni 2026
Ex-right pasar reguler dan negosiasi25 Juni 2026
Cum-right pasar tunai26 Juni 2026
Recording date untuk memperoleh HMETD26 Juni 2026
Ex-right pasar tunai29 Juni 2026
Distribusi HMETD29 Juni 2026
Pencatatan HMETD di BEI30 Juni 2026
Periode perdagangan HMETD30 Juni–13 Juli 2026
Periode pelaksanaan HMETD30 Juni–13 Juli 2026
Distribusi saham baru hasil pelaksanaan HMETD2–15 Juli 2026
Akhir pembayaran pemesanan saham tambahan15 Juli 2026
Penjatahan pemesanan saham tambahan16 Juli 2026
Pengembalian kelebihan uang pemesanan17 Juli 2026
Pembayaran penuh oleh pembeli siaga17 Juli 2026

Jadwal tersebut masih dapat berubah sesuai proses pernyataan efektif dan ketentuan regulator.

Dampak bagi Investor

Dampak utama bagi investor adalah potensi dilusi. Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan sebanyak-banyaknya 34,15% setelah PMHMETD V.

Pemegang saham lama memiliki beberapa pilihan. Pemegang saham dapat melaksanakan HMETD, menjual HMETD selama periode perdagangan, atau tidak mengambil tindakan dengan konsekuensi HMETD menjadi tidak berlaku setelah 13 Juli 2026.

Dana hasil PMHMETD V sebagian besar akan digunakan untuk pembayaran pinjaman anak usaha. BNBR menyebut dana sebesar Rp4,36 triliun akan diberikan sebagai pinjaman kepada BTI, yang kemudian digunakan untuk melunasi pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd. dan PT Bank Nationalnobu Tbk.

Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Kondisi Keuangan Terkait

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, BNBR memiliki total aset sebesar Rp23,56 triliun. Angka ini meningkat dari Rp6,82 triliun pada 31 Desember 2024.

Total liabilitas BNBR tercatat sebesar Rp18,89 triliun pada 2025. Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp3,59 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp15,29 triliun.

Pendapatan neto BNBR pada 2025 tercatat sebesar Rp3,74 triliun, turun 3,28% dari Rp3,86 triliun pada 2024. Laba neto naik menjadi Rp502,74 miliar dari Rp336,04 miliar pada tahun sebelumnya.

FAQ Rights Issue BNBR 2026

Apa itu rights issue BNBR 2026?
Rights issue BNBR 2026 adalah PMHMETD V dengan penerbitan 89.919.839.078 saham baru Seri E pada harga Rp53 per saham.

Berapa rasio rights issue BNBR?
Rasio HMETD BNBR adalah 27:14. Setiap pemegang 27 saham lama memperoleh 14 HMETD.

Kapan HMETD BNBR bisa diperdagangkan?
HMETD BNBR dapat diperdagangkan di BEI pada 30 Juni–13 Juli 2026.

Apa risiko bagi pemegang saham yang tidak menebus HMETD?
Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD dapat mengalami dilusi kepemilikan hingga 34,15%.

Poin Penting bagi Investor

  • BNBR akan menerbitkan 89,91 miliar saham baru Seri E.
  • Harga pelaksanaan ditetapkan Rp53 per saham.
  • Total nilai PMHMETD V mencapai Rp4,76 triliun.
  • Rasio HMETD adalah 27 saham lama berhak atas 14 HMETD.
  • Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 30 Juni–13 Juli 2026.
  • Potensi dilusi maksimal bagi pemegang saham lama mencapai 34,15%.
  • BCI bertindak sebagai penerima HMETD dari dua pemegang saham utama dan pembeli siaga.

Baca juga: Bakrie Brothers BNBR Gelar Rights Issue 86,7 Miliar Saham, Ini Jadwal Lengkapnya

Profil Singkat Perusahaan

PT Bakrie & Brothers Tbk adalah perusahaan induk yang menjalankan aktivitas holding company, konsultasi manajemen, konsultasi bisnis, serta kegiatan usaha melalui anak perusahaan. Ruang lingkup kegiatan BNBR mencakup jasa, industri, konstruksi, manufaktur, infrastruktur, dan perdagangan.

Kantor BNBR berlokasi di Bakrie Tower, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan. Saham BNBR tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here