PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi mengumumkan penyesuaian skema bagi hasil layanan roda dua (GoRide) dengan memotong komisi aplikator menjadi 8% dan memberikan 92% pendapatan kepada mitra pengemudi. Langkah strategis yang diambil pada 19 Mei 2026 ini mengikuti arahan kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto demi meningkatkan kesejahteraan pekerja transportasi online. Perubahan ini diproyeksikan bakal memengaruhi pendapatan dari lini bisnis GoRide, namun manajemen optimistis kekuatan ekosistem digital GOTO mampu menjaga stabilitas jangka panjang perusahaan.
Rincian Kebijakan Komisi Ojek Online GOTO
Manajemen GOTO menyampaikan empat langkah konkret sebagai wujud nyata dukungan terhadap regulasi baru pemerintah. Pertama, perusahaan memotong komisi aplikator dari yang sebelumnya sebesar 20% menjadi 8%. Melalui pemotongan ini, mitra pengemudi transportasi online akan langsung menerima bagi hasil sebesar 92% dari setiap pendapatan perjalanan.
Langkah kedua adalah penghapusan “Program Langganan GoRide Hemat” untuk mitra pengemudi yang sebelumnya telah diuji coba sejak November 2025. Hasil kajian manajemen menunjukkan bahwa skema langganan tersebut perlu dihentikan demi mencapai kesejahteraan mitra yang lebih baik. Ke depannya, layanan GoRide Hemat juga akan diseragamkan menggunakan sistem bagi hasil komisi sebesar 8%.
Baca juga: GOTO Berencana Melakukan Buyback Saham Senilai Rp3,5 Triliun Melalui RUPSLB 2026
Jadwal Lengkap dan Implementasi Penyesuaian
Proses koordinasi dan eksekusi atas kebijakan baru ini berjalan dalam lini masa yang terukur oleh manajemen perusahaan. Berikut adalah rincian penyesuaian program dan implementasi kebijakan komisi ojek online GOTO:
| Agenda Aksi Korporasi / Kebijakan | Tanggal Pelaksanaan | Keterangan |
| Awal Uji Coba Langganan GoRide Hemat | November 2025 | Pengujian awal skema langganan pengemudi. |
| Perluasan Program Langganan | Februari 2026 | Ekspansi jangkauan wilayah uji coba program. |
| Pengumuman Keterbukaan Informasi | Selasa, 19 Mei 2026 | Penyampaian fakta material kepada OJK dan BEI. |
| Penghentian Program Langganan | Efektif dalam waktu dekat | Penghapusan resmi sistem langganan Hemat. |
| Koordinasi Ketentuan Detail | Sedang berjalan | Komunikasi intensif mengenai Peraturan Presiden. |
Dampak bagi Investor Saham GOTO
Penurunan margin komisi dari 20% menjadi 8% dipastikan akan menekan pendapatan operasional GOTO dari lini bisnis GoRide secara langsung. Meski demikian, aksi ini tidak mengubah struktur modal perusahaan ataupun memicu dilusi saham bagi para pemegang saham lama. Manajemen memandang penyesuaian ini sebagai bentuk investasi jangka panjang demi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih berkesinambungan. Investor perlu mencermati bagaimana efisiensi biaya serta kinerja lini bisnis lain mampu mengompensasi penurunan pendapatan di sektor roda dua ini.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan dan Ekosistem Terkait
GOTO menegaskan bahwa stabilitas finansial grup akan ditopang oleh diversifikasi lini bisnis lain yang terus tumbuh pesat. Sektor teknologi finansial (financial technology services) dan logistik/pengantaran menjadi pilar utama yang berkembang dengan baik. Di samping itu, pengeluaran untuk konsumen pada layanan utama seperti GoRide Reguler diupayakan tidak mengalami kenaikan harga demi menjaga stabilitas volume order dari masyarakat.
Sumber Informasi: Laporan Informasi atau Fakta Material PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Mengapa GOTO menurunkan komisi ojek online menjadi 8%? GOTO menurunkan komisi aplikator menjadi 8% untuk mematuhi arahan kebijakan Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mitra pengemudi.
2. Apakah tarif GoRide Reguler untuk konsumen akan naik akibat kebijakan ini? Perusahaan berkomitmen melakukan upaya terbaik agar tidak ada perubahan harga atau kenaikan tarif yang dibayar konsumen untuk layanan GoRide Reguler.
3. Apa kompensasi kelanjutan program kesejahteraan driver dari GOTO? GOTO tetap melanjutkan program utama seperti Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa anak mitra, hingga cek kesehatan gratis.
4. Bagaimana dampak penurunan komisi ini terhadap kelangsungan usaha GOTO? Meskipun pendapatan dari lini bisnis GoRide berpotensi turun, kekuatan diversifikasi ekosistem seperti tekfin dan logistik diyakini mampu menjaga keberlanjutan grup.
Poin Penting bagi Investor
- Penurunan Pendapatan GoRide: Komisi aplikator menyusut dari 20% menjadi 8% yang berpotensi menekan laba kotor segmen on-demand.
- Keseimbangan Harga: Tarif konsumen GoRide Reguler dijaga tetap stabil untuk mengamankan volume pemesanan (order volume).
- Penghapusan Subsidi Langganan: Program Langganan GoRide Hemat dihapus demi menciptakan ekosistem mitra yang lebih sehat.
- Kekuatan Ekosistem Grup: Lini bisnis teknologi finansial dan pengantaran logistik menjadi tumpuan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Profil Singkat Perusahaan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merupakan perusahaan induk sekaligus penyedia platform digital terbesar di Indonesia. Perusahaan mengintegrasikan layanan mobilitas (on-demand services), e-commerce, pengantaran, serta produk layanan keuangan digital secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas di dalam ekosistemnya.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin