Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightEkspansi Bisnis, Buana Finance (BBLD) Segera Luncurkan Unit Usaha Syariah Tahun 2026

Ekspansi Bisnis, Buana Finance (BBLD) Segera Luncurkan Unit Usaha Syariah Tahun 2026

PT Buana Finance Tbk (BBLD) berencana melakukan penambahan kegiatan usaha dengan membentuk Unit Usaha Syariah (UUS) yang fokus pada pembiayaan ijarah haji dan umrah serta murabahah kendaraan. Aksi korporasi ini mencakup penambahan KBLI 64959 (Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya YTDL) dan akan dimintakan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 18 Mei 2026. Langkah strategis ini diproyeksikan meningkatkan total aset perseroan melalui pertumbuhan portofolio pembiayaan syariah yang ditargetkan mencapai Rp632,50 miliar dalam lima tahun ke depan.

Rincian Aksi Korporasi Penambahan Kegiatan Usaha BBLD

Perseroan telah menyusun studi kelayakan yang menyatakan bahwa ekspansi ke sektor syariah ini layak secara pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, dan keuangan. Untuk mendukung operasional awal UUS di tahun 2026, BBLD mengalokasikan sumber pendanaan sebesar Rp189,52 miliar, di mana Rp100 miliar berasal dari modal sendiri dan Rp89,52 miliar dari fasilitas perbankan.

Produk awal yang akan ditawarkan meliputi ijarah haji & umrah serta murabahah kendaraan bermotor untuk menjangkau populasi Muslim Indonesia yang mencapai 87,20% dari total penduduk. Perseroan juga berencana menambah 3 orang tenaga kerja baru untuk mendukung struktur UUS yang totalnya akan melibatkan 24 personil, termasuk memanfaatkan tenaga kerja eksisting melalui sistem leveraging.

Jadwal Lengkap Aksi Korporasi BBLD

Berikut adalah jadwal penting terkait rencana penambahan kegiatan usaha dan penyelenggaraan RUPS PT Buana Finance Tbk:

KegiatanTanggal Pelaksanaan
Pengumuman RUPS9 April 2026
Penerbitan Perubahan Keterbukaan Informasi8 Mei 2026
Tanggal Pencatatan (Recording Date) Pemegang Saham23 April 2026
Pemanggilan RUPS24 April 2026
Pelaksanaan RUPS Tahunan18 Mei 2026
Lokasi RUPSHotel Shangri-La, Jakarta Pusat

Dampak bagi Investor

Pembentukan Unit Usaha Syariah ini tidak menyebabkan dilusi saham karena modal kerja awal bersumber dari laba ditahan dan fasilitas kredit perbankan, bukan melalui penerbitan saham baru (rights issue). Investor perlu memperhatikan bahwa aksi ini akan meningkatkan liabilitas perseroan seiring dengan pengambilan fasilitas pinjaman untuk mendukung ekspansi portofolio pembiayaan.

Diversifikasi ke sektor syariah diharapkan mengurangi risiko konsentrasi bisnis dan menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi pemegang saham. Implementasi manajemen risiko yang ketat diperlukan mengingat adanya tantangan persaingan ketat dengan perusahaan pembiayaan syariah yang sudah lama eksis. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Kondisi Keuangan dan Proyeksi Penambahan Kegiatan Usaha

Berdasarkan laporan studi kelayakan, penambahan unit syariah ini memiliki nilai Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp85,95 miliar dengan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 31,28%. Angka IRR tersebut berada di atas biaya modal (cost of capital) yang diasumsikan sebesar 8,03%, yang mengindikasikan proyeksi keuntungan yang memadai.

Pada tahun pertama (2026), pendapatan syariah diproyeksikan sebesar Rp4,90 miliar dan akan tumbuh signifikan menjadi Rp120,40 miliar pada tahun 2030. Total aset BBLD diproyeksikan meningkat dari Rp7,48 triliun pada akhir 2026 menjadi Rp9,10 triliun pada tahun 2030 seiring dengan ekspansi piutang murabahah dan aset ijarah. Baca juga: Buana Finance BBLD Raih Fasilitas Kredit Rp200 Miliar dari Bank JTrust Sumber Informasi: Perubahan Keterbukaan Informasi Penambahan Kegiatan Usaha BBLD

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa Buana Finance menambah Unit Usaha Syariah? Penambahan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pasar Muslim Indonesia yang besar dan melakukan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko konsentrasi pada bisnis konvensional.

2. Apa saja produk yang akan ditawarkan oleh UUS Buana Finance? Pada tahap awal, perseroan akan fokus pada produk pembiayaan haji dan umrah melalui akad ijarah serta pembiayaan kendaraan dengan akad murabahah.

3. Berapa modal yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru ini? Untuk tahun 2026, perseroan mengalokasikan pendanaan sebesar Rp189,52 miliar yang terdiri dari Rp100 miliar modal sendiri dan sisanya dari pinjaman bank.

Poin Penting bagi Investor

  • Persetujuan RUPS: Aksi korporasi ini bergantung pada keputusan pemegang saham dalam RUPS tanggal 18 Mei 2026.
  • Kelayakan Finansial: Proyeksi Payback Period untuk investasi ini adalah 3 tahun 3 bulan.
  • KBLI Baru: Perseroan menambah kode KBLI 64959 untuk Aktivitas Pemberian Kredit Lainnya YTDL.
  • Pertumbuhan Aset: Target portofolio syariah mencapai Rp632,50 miliar dalam 5 tahun.

Profil Singkat Perusahaan

PT Buana Finance Tbk (BBLD) adalah perusahaan pembiayaan yang didirikan pada tahun 1982 dan berkedudukan di Jakarta Selatan. Perseroan menjalankan kegiatan usaha utama meliputi pembiayaan investasi, modal kerja, multiguna, dan sewa operasi. Saat ini, pemegang saham mayoritas BBLD adalah PT Sari Dasa Karsa dengan kepemilikan 67,60%.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here