PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sangat impresif pada awal tahun 2026 dengan perolehan laba bersih BJTM konsolidasian yang melesat hingga 90,4% secara tahunan (year-on-year). Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi ekspansi Kelompok Usaha Bank (KUB) yang mengintegrasikan beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain ke dalam struktur grup perusahaan.
Analisis Kinerja Keuangan BJTM Kuartal I 2026
Pertumbuhan laba bersih yang signifikan menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan yang baru saja diterbitkan, di mana laba bersih melonjak dari Rp347,26 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp661,22 miliar pada kuartal I-2026. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 37,7%.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Berikut adalah ringkasan neraca konsolidasian BJTM untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dibandingkan dengan 31 Desember 2025:
| Dalam Jutaan IDR | 31 Maret 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan (%) |
| Total Aset | 164.070.628 | 168.854.843 | -2,8% |
| Kredit yang Diberikan | 109.228.050 | 110.502.620 | -1,2% |
| Penempatan pada Bank Lain | 5.872.134 | 8.552.865 | -31,3% |
| Total Liabilitas | 124.753.617 | 128.900.598 | -3,2% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 122.806.771 | 127.249.053 | -3,5% |
| Total Ekuitas | 22.428.300 | 22.499.302 | -0,3% |
Penurunan tipis pada total aset sebesar 2,8% disebabkan oleh penyesuaian penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, serta penurunan tagihan dari surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo). Meskipun aset sedikit menyusut, struktur modal perusahaan tetap kokoh dengan ekuitas yang stabil di angka Rp22,42 triliun.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami moderasi sebesar 3,5%, terutama berasal dari fluktuasi simpanan nasabah konvensional dan syariah. Walaupun demikian, likuiditas bank tetap terjaga berkat cadangan modal yang kuat dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2025 senilai Rp2 triliun.
B. Laporan Laba Rugi
Peningkatan drastis pada laba bersih didukung oleh kontribusi dari entitas anak baru yang masuk dalam konsolidasi grup.
| Dalam Jutaan IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | 2.420.512 | 1.757.351 | +37,7% |
| Pendapatan Operasional Lainnya | 357.222 | 229.303 | +55,8% |
| Beban Operasional | 2.084.128 | 1.526.880 | +36,5% |
| Laba Bersih | 661.226 | 347.264 | +90,4% |
| EPS (Rupiah penuh) | 25,83 | 19,84 | +30,2% |
Faktor utama pertumbuhan laba adalah integrasi hasil usaha dari BPD NTT, BPD Sulawesi Tenggara, dan BPD Lampung ke dalam laporan konsolidasian. Selain itu, pendapatan operasional lainnya tumbuh pesat sebesar 55,8%, yang berasal dari penerimaan komisi, biaya administrasi, dan pemulihan aset keuangan.
Meskipun laba bersih konsolidasi tumbuh 90%, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh sebesar 30,2%. Hal ini menjelaskan mengapa kenaikan Earnings Per Share (EPS) tercatat di level 30,2%, karena sebagian keuntungan dialokasikan kepada kepentingan non-pengendali di entitas anak.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan menunjukkan tingkat kesehatan bank yang sangat baik dengan bantalan modal yang jauh di atas ketentuan regulator.
| Rasio | Nilai (Mar 2026) | Interpretasi Singkat |
| Net Interest Margin (NIM) | 6,58% | Kemampuan menghasilkan pendapatan bunga sangat kuat. |
| Non-Performing Loan (NPL) Gross | 2,99% | Kualitas aset terjaga di bawah ambang batas aman 5%. |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 88,94% | Fungsi intermediasi berjalan dengan optimal. |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 29,82% | Kecukupan modal sangat tinggi untuk ekspansi. |
| Cost to Income Ratio (CIR) | 75,03% | Efisiensi operasional berada dalam level moderat. |
| ROA | 1,61% | Tingkat pengembalian aset yang cukup kompetitif. |
| ROE | 11,79% | Profitabilitas terhadap modal pemegang saham sehat. |
Rasio CAR sebesar 29,82% menunjukkan bahwa BJTM memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menyerap risiko dan melanjutkan pertumbuhan kredit di masa mendatang. Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan dibandingkan periode akhir 2025, yang tercermin dari penurunan rasio NPL gross.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan tanggal 8 Mei 2026 di level Rp605 per lembar saham, berikut adalah metrik valuasinya:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Disetahunkan) | 5,86x | Sangat murah dibandingkan rata-rata historis. |
| PBV | 0,40x | Valuasi berada di bawah nilai buku (undervalued). |
Secara fundamental, valuasi saham BJTM saat ini tergolong sangat murah (discount). Angka PBV sebesar 0,40x mengindikasikan bahwa harga saham di pasar diperdagangkan jauh di bawah nilai kekayaan bersih perusahaan yang sebenarnya.
Kesimpulan
BJTM berhasil menunjukkan performa luar biasa pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba konsolidasian mencapai 90,4%. Keberhasilan pembentukan KUB dengan beberapa BPD daerah lain menjadi katalis utama transformasi aset dan pendapatan grup.
Dengan posisi permodalan yang sangat kuat (CAR 29,82%) dan valuasi saham yang masih terdiskon, BJTM memiliki landasan kokoh untuk mempertahankan kinerja positif sepanjang tahun 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk didirikan pada 17 Agustus 1961 dan berkantor pusat di Surabaya. Bank ini menjalankan kegiatan usaha perbankan konvensional dan syariah, dengan kepemilikan mayoritas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Saat ini, BJTM telah berkembang menjadi perusahaan induk bagi beberapa BPD lain di Indonesia melalui skema Kelompok Usaha Bank.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin