PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) melakukan transaksi afiliasi berupa penjualan piutang (cessie) senilai Rp42.000.000.000 kepada PT Oke Asset Indonesia pada 28 April 2026. Aksi korporasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan rasio perbankan perseroan dan mencakup 1,11% dari total ekuitas bank per Desember 2025.
Rincian Penjualan Piutang DNAR ke Afiliasi
PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) bertindak sebagai penjual piutang kepada PT Oke Asset Indonesia sebagai pembeli. Kedua belah pihak merupakan entitas yang dikendalikan secara langsung oleh pihak yang sama, yaitu OK Next Co. Ltd.
Nilai transaksi yang disepakati adalah sebesar Rp42.000.000.000. Harga ini dinyatakan wajar oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto Prasodjo dan Rekan, karena tidak melebihi batas atas atau bawah 7,5% dari nilai pasar yang ditetapkan sebesar Rp41.997.883.294.
Jadwal dan Detail Transaksi Afiliasi
| Keterangan | Detail Informasi |
| Tanggal Transaksi | 28 April 2026 |
| Tanggal Pelaporan | 29 April 2026 |
| Objek Transaksi | Penjualan piutang (cessie) milik DNAR |
| Nilai Transaksi | Rp42.000.000.000 |
| Pihak Pembeli | PT Oke Asset Indonesia |
Dampak bagi Investor DNAR
Penjualan piutang ini tidak memberikan dampak dilusi terhadap kepemilikan saham investor publik karena tidak ada penerbitan saham baru. Dari sisi neraca, transaksi ini mengonversi aset berupa kredit yang diberikan menjadi kas dan setara kas.
Manajemen menyatakan bahwa langkah ini adalah strategi untuk meningkatkan kualitas aset dan rasio keuangan perbankan. Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan modal dalam jangka panjang.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Proforma Setelah Transaksi
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, ekuitas DNAR tercatat sebesar Rp3.797.430.358.009. Setelah transaksi, total aset diproyeksikan meningkat dari Rp13.417.628.000.000 menjadi Rp13.427.812.000.000 karena adanya penyesuaian pada akun kas dan penyisihan kerugian penurunan nilai.
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya juga diproyeksikan meningkat dari Rp387.181.000.000 menjadi Rp397.365.000.000. Transaksi ini bukan merupakan transaksi material karena nilainya hanya 1,11% dari ekuitas, jauh di bawah ambang batas 20% sesuai regulasi OJK.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Transaksi Afiliasi DNAR 2026
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Mengapa DNAR menjual piutangnya kepada PT Oke Asset Indonesia? Transaksi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi manajemen untuk meningkatkan kesehatan rasio perbankan perseroan.
2. Apakah transaksi ini merugikan pemegang saham publik? Tidak, KJPP telah menyatakan nilai transaksi sebesar Rp42 miliar adalah wajar dan sesuai dengan nilai pasar objek piutang tersebut.
3. Apa hubungan antara DNAR dengan PT Oke Asset Indonesia? Keduanya adalah entitas yang berafiliasi karena berada di bawah pengendalian yang sama oleh OK Next Co. Ltd.
Poin Penting bagi Investor
- Peningkatan Likuiditas: Kas perusahaan diproyeksikan meningkat setelah penyelesaian transaksi.
- Perbaikan Kualitas Aset: Penjualan piutang membantu mengurangi beban penyisihan kerugian pada neraca perusahaan.
- Kepatuhan Regulasi: Transaksi telah mengikuti prosedur POJK No. 42/POJK.04/2020 mengenai transaksi afiliasi.
Profil Singkat PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR)
PT Bank Oke Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1990 dengan nama PT Liman International Bank. Setelah melalui beberapa tahap akuisisi dan merger, termasuk penggabungan dengan PT Bank Oke Indonesia (eks Bank Andara) pada 2019, bank ini kini beroperasi dengan kode saham DNAR. Saat ini, pemegang saham mayoritas adalah OK Next Co., Ltd dengan kepemilikan 90,51%.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin