PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) berhasil mengawali tahun 2026 dengan performa yang impresif melalui pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Artikel ini menyajikan analisa saham ADMR berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026 untuk memberikan gambaran objektif bagi para investor.
Harga saham ADMR pada penutupan perdagangan 5 Mei 2026 berada di level Rp1.880 per lembar. Pergerakan harga ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap ekspansi emiten dalam rantai pasok mineral strategis.
Kinerja Keuangan Analisa Saham ADMR
Bagian ini membedah posisi keuangan dan laba rugi perusahaan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Ribuan USD | Q1 2026 | FY 2025 | Perubahan (%) |
| Total Aset | 3.205.490 | 2.891.276 | +10,87% |
| Aset Lancar | 855.137 | 680.424 | +25,68% |
| Aset Tidak Lancar | 2.350.353 | 2.210.852 | +6,31% |
| Total Liabilitas | 1.401.246 | 1.173.865 | +19,37% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 427.082 | 426.807 | +0,06% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 974.164 | 747.058 | +30,40% |
| Total Ekuitas | 1.804.244 | 1.717.411 | +5,06% |
Total aset perusahaan mengalami kenaikan sebesar 10,87% dibandingkan akhir tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan aset tetap yang mencerminkan investasi berkelanjutan pada proyek smelter aluminium melalui entitas anak, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).
Liabilitas jangka panjang meningkat tajam sebesar 30,40% yang bersumber dari penarikan utang bank untuk membiayai pengembangan proyek strategis. Meski demikian, struktur modal tetap terjaga dengan pertumbuhan ekuitas yang positif seiring akumulasi saldo laba perusahaan.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Ribuan USD | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan (%) |
| Pendapatan | 267.491 | 199.937 | +33,79% |
| Laba Kotor | 125.169 | 82.603 | +51,53% |
| Laba Usaha | 107.025 | 71.990 | +48,67% |
| Laba Bersih | 87.708 | 65.450 | +34,01% |
| EPS (Nilai Penuh) | 0,0021 | 0,0016 | +31,25% |
Pendapatan usaha tumbuh pesat sebesar 33,79% secara year-on-year (YoY) yang dipicu oleh kenaikan volume penjualan batu bara metalurgi (coking coal). Efisiensi pada beban pokok pendapatan memungkinkan laba kotor tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan, yakni mencapai 51,53%.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD 87,71 juta. Pertumbuhan laba ini mengonfirmasi kemampuan operasional perusahaan dalam menjaga margin di tengah fluktuasi harga komoditas global.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 2,00x | Likuiditas sangat baik, aset lancar mampu menutupi utang jangka pendek. |
| Quick Ratio | 1,76x | Posisi kas dan piutang sangat kuat tanpa mengandalkan persediaan. |
| Gross Profit Margin | 46,8% | Efisiensi produksi sangat tinggi di sektor pertambangan mineral. |
| Net Profit Margin | 32,8% | Profitabilitas sangat kuat, setiap pendapatan menghasilkan laba bersih optimal. |
| ROA (Annualized) | 10,7% | Penggunaan aset untuk menghasilkan laba tergolong cukup efisien. |
| ROE (Annualized) | 21,2% | Tingkat pengembalian modal kepada pemegang saham sangat atraktif. |
| DER | 0,77x | Struktur utang terhadap modal masih berada dalam batas yang aman. |
Perusahaan memiliki fundamental yang sangat sehat dengan tingkat likuiditas yang mumpuni. Rasio Net Profit Margin sebesar 32,8% menunjukkan bahwa operasional perusahaan sangat efisien dalam mengonversi pendapatan menjadi laba bagi pemegang saham.
Meskipun terdapat penarikan utang baru untuk proyek smelter, rasio DER sebesar 0,77x menunjukkan bahwa risiko solvabilitas masih terkendali. Hal ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi lebih lanjut di masa depan.
D. Valuasi Saham
Menggunakan harga penutupan Rp1.880 dan asumsi kurs tengah laporan keuangan (USD 1 = Rp16.949), berikut adalah indikator valuasinya:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Annualized) | 13,2x | Valuasi cenderung wajar untuk perusahaan mineral yang sedang ekspansi. |
| PBV | 2,75x | Harga saham berada di atas nilai buku, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan. |
Valuasi ADMR saat ini berada pada level yang wajar jika dibandingkan dengan potensi pertumbuhan dari proyek aluminium di masa depan. Angka PER di kisaran 13 kali mencerminkan bahwa pasar memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan laba bersih perusahaan.
Kesimpulan
Berdasarkan performa kuartal I-2026, ADMR menunjukkan pertumbuhan fundamental yang solid dengan kenaikan pendapatan dan laba bersih di atas 30%. Struktur keuangan tetap terjaga meski perusahaan sedang melakukan belanja modal besar-besaran untuk proyek smelter aluminium.
Likuiditas yang kuat dan margin profitabilitas yang tinggi menjadi katalis positif bagi profil risiko perusahaan di mata investor.
Profil Singkat Perusahaan
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Adaro Minerals Indonesia Tbk) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara metalurgi dan mineral melalui entitas anak. Perusahaan merupakan bagian dari Grup Adaro yang saat ini sedang melakukan transformasi besar ke sektor energi hijau melalui pembangunan kawasan industri hijau di Kalimantan Utara.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin