Jakarta, 30 April 2026 – PT Barito Renewables Energy Tbk (“Barito Renewables“, “BREN“, atau “Perseroan“) hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026. Perseroan mencatatkan awal tahun yang kuat, didukung oleh operasi panas bumi yang stabil, peningkatan produksi listrik dari segmen angin, serta pengelolaan biaya yang disiplin.
Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, menyampaikan: “Kami dengan senang hati melaporkan awal tahun 2026 yang kuat, didukung oleh kinerja yang stabil dari portofolio panas bumi serta kontribusi yang kuat dari segmen angin, yang mencatatkan salah satu tingkat produksi tertinggi sejak COD. Operasi panas bumi Perseroan terus memberikan produksi listrik yang konsisten dan andal selama kuartal ini.
Kami juga berhasil menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal pertama 2026, yang semakin memperkuat fondasi operasional Perseroan ke depan. Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan biaya pendanaan, Perseroan berhasil mencatat peningkatan margin dan profitabilitas.
Ke depan, kami akan terus fokus dalam mengeksekusi proyek ekspansi serta memperkuat posisi sebagai salah satu platform energi terbarukan terkemuka di Indonesia.”
Untuk periode kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2026, Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$165 juta, meningkat 9,8% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh produksi listrik panas bumi yang stabil serta kinerja kuat dari segmen angin.
EBITDA meningkat 11,4% menjadi US$145 juta, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 87,6% dari 86,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan efisiensi operasional dan disiplin biaya yang kuat.
Laba bersih setelah pajak meningkat 24,0% secara tahunan menjadi US$53 juta. Peningkatan ini didukung oleh penurunan biaya pendanaan.
Perseroan juga mempertahankan struktur keuangan yang solid, dengan total aset sebesar US$3,94 miliar. Rasio utang terhadap ekuitas tercatat sebesar 2,23x per 31 Maret 2026.
Secara operasional, Perseroan terus memperkuat portofolio panas bumi serta keunggulan operasionalnya. Proyek retrofit Wayang Windu berhasil diselesaikan pada kuartal pertama 2026, sehingga meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi Perseroan menjadi 926 MW.
Langkah ini sekaligus meningkatkan kinerja dan efisiensi pembangkit secara keseluruhan. Ke depan, Perseroan akan terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek ekspansi utama, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3.
Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas panas bumi Perseroan menjadi lebih dari 1.000 MW pada akhir tahun 2026. Selain itu, Star Energy Geothermal, anak perusahaan Perseroan, memperoleh penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas praktik pengelolaan lingkungan yang unggul serta penerapan prinsip keberlanjutan yang melampaui kepatuhan regulasi. Pencapaian ini semakin memperkuat fokus Perseroan terhadap keunggulan operasional, keberlanjutan, serta pengembangan energi yang bertanggung jawab.
Hal ini juga menunjukkan komitmen Perseroan dalam menerapkan pendekatan pertumbuhan yang disiplin guna memastikan kinerja yang konsisten. Tujuannya adalah menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin