Jakarta, 30 April 2026 – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (“Perseroan”; “HIS“; IDX ticker: “HAIS“), perseroan penyedia jasa logistik dan transportasi laut terkemuka di Indonesia, mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Capaian ini mencerminkan dinamika industri pelayaran, khususnya pada segmen tugboat dan barge, yang masih dalam fase penyesuaian akibat tekanan kondisi geopolitik global.
Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp162,90 miliar dan laba bersih sebesar Rp3,14 miliar. Volume kargo yang berhasil dicapai pada periode tersebut adalah sebesar 1,98 juta metrik ton (MT).
Meskipun lebih moderat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga kinerja tetap positif. Hal ini menunjukkan resiliensi perusahaan di tengah fase penyesuaian industri yang sedang berlangsung.
Secara industri, segmen pelayaran tugboat dan barge pada awal tahun 2026 menghadapi tekanan yang dipengaruhi fluktuasi volume angkutan. Terdapat pula penyesuaian permintaan jasa pengangkutan serta kondisi pasar komoditas yang masih bergerak dinamis.
Kondisi tersebut berdampak pada tingkat utilisasi armada dan intensitas aktivitas pengangkutan di sejumlah rute. Hal ini mendorong pelaku industri untuk melakukan penyesuaian operasional secara lebih selektif.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perseroan secara konsisten mengedepankan kualitas pendapatan, disiplin operasional, serta efisiensi biaya sebagai fokus utama. Direktur Keuangan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Rickie, menyampaikan bahwa di tengah dinamika industri, Perseroan tetap mampu menjaga kinerja yang positif.
“Fokus kami adalah memastikan operasional tetap stabil, profitabilitas terjaga, serta efisiensi berjalan optimal melalui pengelolaan biaya dan utilisasi armada yang disiplin,” ujar Rickie. Hal ini bertujuan agar Perseroan tetap dapat mempertahankan kinerja yang sehat di tengah dinamika pasar.
Sejalan dengan strategi tersebut, Perseroan mencatatkan penurunan beban usaha dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari Rp23,65 miliar menjadi Rp15,73 miliar. Capaian ini menunjukkan efektivitas langkah efisiensi yang dijalankan sekaligus memperkuat daya tahan operasional Perseroan.
Langkah penyesuaian yang dilakukan mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mengelola biaya secara adaptif. Penurunan beban usaha tercatat lebih dalam dibandingkan penurunan pendapatan, sehingga profitabilitas tetap dapat dipertahankan.
Perseroan juga didukung oleh kapasitas armada yang telah diperkuat pada periode sebelumnya dengan total 24 set armada tug dan barge. Kapasitas ini memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengelola penugasan secara selektif sesuai dinamika permintaan pasar.
Selain itu, armada tersebut memungkinkan optimalisasi utilisasi dan efisiensi operasional di tengah kondisi industri yang menantang. Perseroan secara aktif melakukan langkah strategis dengan menerapkan selektivitas yang lebih tinggi dalam penentuan rute pelayaran.
Prioritas diberikan pada rute-rute yang memberikan kontribusi margin yang lebih optimal. Perseroan juga mendorong peningkatan porsi kontrak kerja sama jangka panjang guna memperkuat visibilitas pendapatan serta menjaga stabilitas utilisasi armada.
Di sisi operasional, Perseroan terus melakukan optimalisasi manajemen armada (fleet management) melalui pengaturan penugasan yang lebih dinamis. Peningkatan efisiensi siklus operasional dan pengendalian biaya operasional juga dilakukan secara lebih terukur.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas armada sekaligus menjaga efisiensi di tengah kondisi permintaan yang berfluktuasi. Memasuki kuartal berikutnya, Perseroan memandang kondisi industri masih akan dipengaruhi oleh dinamika permintaan komoditas dan faktor eksternal lainnya.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perseroan akan tetap mengedepankan fleksibilitas operasional melalui optimalisasi utilisasi armada. Pengelolaan kapasitas secara selektif serta penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan utama juga menjadi fokus.
Rickie menambahkan bahwa kondisi pasar diproyeksikan masih akan bergerak dinamis dalam jangka pendek. “Fokus kami adalah menjaga fleksibilitas operasional, memastikan utilisasi armada tetap optimal, serta mempertahankan disiplin dalam pengelolaan biaya,” tambahnya.
Melalui dukungan kapasitas dan strategi operasional yang disiplin, Perseroan meyakini memiliki landasan yang memadai untuk menjaga ketahanan bisnis. Perseroan siap merespons peluang secara selektif di tengah kondisi industri yang menantang.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin