Berawal dari kegundahan melihat literasi keuangan yang masih rendah, dibangun dengan keyakinan bahwa keputusan investasi yang baik harus berbasis data.
Awal Mula
PintarSaham lahir dari hal yang sederhana: kegundahan melihat banyak orang di sekitar kami yang belum paham literasi keuangan dengan baik. Bukan karena tidak mampu, tapi karena memang akses terhadap edukasi keuangan yang jujur dan berbasis data masih terbatas.
Kalau kamu perhatikan baik-baik, mungkin kamu pernah ketemu salah satu dari tiga tipe orang ini di sekitarmu —
Income sudah lumayan, tapi tidak tahu mau dikelola kemana. Akhirnya cuma mengendap di tabungan, tergerus inflasi diam-diam.
Belum punya simpanan yang memadai, tapi pengeluaran tetap boros. Tiap akhir bulan selalu pas-pasan tanpa pernah tahu kemana uangnya pergi.
Tergiur dengan tawaran imbal hasil tinggi yang sebenarnya tidak masuk akal — dan baru sadar setelah uangnya sudah lenyap.
Dari kegundahan itulah kami merasa harus berbuat sesuatu. Karena kami yakin kamu pasti pernah ketemu salah satu dari tiga tipe orang di atas — entah teman, saudara, atau bahkan diri sendiri.
Perjalanan Kami
Dari proyek sampingan di akhir pekan, sampai jadi media edukasi saham yang konsisten berbasis data.
Berawal dari iseng mengikuti seminar entrepreneur digital di akhir pekan, ide PintarSaham mulai terbentuk. Domain didaftarkan, konten pertama ditulis — sambil tetap bekerja full-time di industri perbankan.
Mengelola dua peran sekaligus bukan hal mudah. Tidak ada waktu untuk healing, sempat stuck karena beban kerja yang menumpuk. Tapi keyakinan bahwa edukasi saham berbasis data itu penting, terus jadi alasan untuk lanjut.
Pertemuan tak terduga di forum Stockbit jadi titik balik. Setelah ngobrol panjang, beliau bersedia bergabung — dan dari situ PintarSaham mulai berkembang dari proyek satu orang menjadi tim yang lebih solid.
Setelah mengambil sertifikasi WPPE di 2020 dan WMI di 2021, akhirnya keputusan besar diambil: resign dari perbankan di Oktober 2021 untuk fokus penuh di PintarSaham.
PintarSaham terus berprogress untuk menjadi media utama yang membantu masyarakat Indonesia memahami saham dan investasi — dengan konten berbasis data, bukan pompom, bukan tanpa dasar.
Founder
Latar belakang yang membentuk cara berpikir PintarSaham — engineering, keuangan, dan keyakinan bahwa setiap argumen harus didukung data.
Latar belakang S1 Teknik Industri membuat saya tipe orang yang kalau mau ngomong, harus pakai data. Lanjut S2 Manajemen Keuangan dengan thesis tentang Kinerja Portofolio Saham di Indeks LQ45 menggunakan CAPM.
Hasilnya cukup mengejutkan — yang naik justru saham overvalued, bukan yang undervalued. Dari situ saya belajar untuk tidak mengkultuskan satu strategi saham tertentu.
Saya yakin ada banyak strategi saham yang bisa bikin cuan, asalkan kita paham logika berpikirnya berasal dari mana. Tidak ada strategi yang paling benar — yang ada adalah strategi yang paling cocok untuk kamu, dengan pemahaman yang utuh.
Mengambil sertifikasi CFP di 2018, lalu memvalidasi ide PintarSaham lewat berbagai kompetisi sampai terpilih sebagai finalis Youth Economic Leadership Program Bank Indonesia Institute 2018. Untuk menambah kredensial, saya juga mengambil WPPE di 2020 dan WMI di 2021.
Akhirnya di Oktober 2021, saya resign dari perbankan dan fokus penuh di PintarSaham — supaya bisa lebih dalam mengurus konten, edukasi, dan komunitas yang sudah dibangun.
Yang Kami Perjuangkan
Menyediakan konten yang berbasis data — bukan pompom, bukan tanpa dasar. Tiga prinsip yang jadi pegangan kami sejak hari pertama.
Setiap insight dan rekomendasi yang kami buat harus bisa dipertanggungjawabkan dengan data — laporan keuangan, fakta pasar, atau riset yang valid.
Kami tidak memompom saham tanpa dasar. Kalau ada yang bagus, kami bilang bagus — dengan alasannya. Kalau ada yang berisiko, kami bilang berisiko — juga dengan alasannya.
Bukan sekadar kasih tahu mau beli saham apa, tapi menjelaskan kenapa. Karena tujuan kami bukan bikin kamu bergantung — tapi bikin kamu bisa berpikir mandiri.
Perjalanan PintarSaham masih panjang, dan jujur — ini bakal lebih bermakna kalau ada kamu di dalamnya. Iya, kamu. Follow sosial media kami, ikuti event yang kami adakan, dan jangan ragu kasih masukan kalau ada yang perlu diperbaiki.
Platform edukasi investasi saham Indonesia berbasis data. Membantu investor ritel memahami pasar modal lewat analisis fundamental dan keterbukaan informasi resmi.
Kembali ke Homepage© 2026 PintarSaham.id · All rights reserved.